Berpuasa tapi Tak Meraih Ampunan

Termasuk yang manakah kita? Apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung sehingga keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan diampuni dosa-dosa kita? Ataukah kita termasuk yang merugi dan bahkan mendapat do’a keburukan dari Jibril?
Masih adakah bekas-bekas Ramadhan itu pada dirimu? Dan aku pun bertanya pada diriku sendiri. Ingatlah sejenak hadis ini:
“Sungguh merugi seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, lalu ia keluar darinya sebelum ia diampuni (dosa-dosanya).” (HR. At-Tirmidzi).
Sesudah itu, tundukkan kepala sejenak, tundukkan hatimu dan renungi hadis ini berikut. Semoga Allah Ta’ala berikan hidayah seraya bertanya pada diri sendiri, sudah adakah kepantasan pada diri kita untuk memperoleh ampunan-Nya yang sempurna? Sementara ibadah kita masih ala kadarnya. Sungguh, ‘Idul Fithri bukan penanda terhapusnya semua dosa. Bagaimana kita akan terbebas dari dosa jika puasa kita hanya menahan diri dari lapar dan dahaga? Maka, sekali lagi, bertanyalah pada diri sendiri. Sesudah itu, sungkurkan kening dan memohon ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Mari kita renungi sejenak hadis berikut ini:
Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Mendekatlah kalian ke mimbar!”
Lalu kami pun mendekati mimbar itu. Ketika Rasulullah menaiki tangga mimbar yang pertama, beliau berkata, “Amin.”
Ketika beliau menaiki tangga yang kedua, beliau pun berkata, “Amin.”
Ketika beliau menaiki tangga yang ketiga, beliau pun berkata, “Amin.”
Setelah Rasulullah saw. turun dari mimbar, kami pun berkata, “Ya Rasulullah, sungguh kami telah mendengar dari engkau pada hari ini, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.”
Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata, “Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh keampunan.”
Maka aku berkata, “Amin”
Ketika aku menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata, “Celakalah orang yang apabila namamu disebutkan, dia tidak bersalawat ke atasmu.” Aku pun berkata, “Amin.”
Ketika aku melangkah ke tangga ketiga, Jibril berkata, “Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk surga.”
Aku pun berkata, “Aamiin.” (HR. Al-Hakim).
**Kira-kira, termasuk yang manakah kita? Adakah kita patut berhenti memuji-Nya? Semoga tidaklah kita mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.
——————–

Berhijab Tanpa Nanti


banyak wanita nggak mau berhijab dengan banyak alasan | apakah alasan menjauhkannya dari dosa atas satu kewajiban? tidak

yang lebih parah lagi Muslimah yang nggak mau berhijab | lalu menyalahkan Muslimah yang mau berhijab | supaya maksiatnya ada temen

saya kagum sama Muslimah yang belum berhijab tapi sadar bahwa hijab itu wajib | dan mendukung Muslimah lain berhijab | satu langkah lagi tuh

lebih kagum lagi sama Muslimah yang sudah berhijab dan mendukung yang lain berhijab | sudah selamat menyelamatkan lagi 

bagi Muslimah yang belum yakin berhijab caranya mudah | kawani Muslimah yang sudah berhijab dan sering-sering ikut kajian Islam

follow akun-akun penggiat hijab dan figur-figur yang sudah berhijab | insyaAllah semakin mantap dan yakin untuk berhijab

bagi Muslimah yang mau berhijab, lakukan karena Allah semata | insyaAllah akan ringan, mudah, dan barakah 

baca buku-buku tentang hijab syar’i ketimbang hijab trend dan fashion  | latih niatmu hanya karena ingin taat pada Allah

jangan dengar manusia akan hijabmu karena nggak akan pernah ada habisnya | Allah hargai niat dan amalmu, dan bakal sempurnakan hijabmu

dekati Allah dengan ketaatan, dan hijab itu ketaatan | maka Allah akan menuntun, memudahkan dan mendekatimu lebih dari itu 

taat tanpa tapi | hijab tanpa nanti | dengan hijab yang syar’i | #YukBerhijab 🙂

———————
Berhijab Tanpa Nanti
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Antara Ikhwan dan Akhwat


01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noda yang dapat hitamkan hati

03. memang menyenangkan dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat | sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat

06. katamu itu “cuma” koordinasi, ini “cuma” pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti boleh terus dilihat | menatapnya berulang-ulang bukan cara memuliakannya

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan

09. godaan berkelindan dengan rayuan yang engkau semat | tanpa sadar engkau sudah jatuh dalam jeratan tanpa ada jalan selamat

10. “aku sayang padamu” dengan entengnya engkau bagi | disitu setan menyesap dan sekali lagi dosa diulangi

11. begitu balada maksiat bertopeng dakwah | padahal engkau aktivis masjid Muslim-Muslimah

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting

13. aktivis dakwah itu siap dibaca dan ditiru | bukan mencontohkan dan menunjukkan yang keliru

14. pengemban dakwah itu harus lebih menjaga | bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta

15. tundukkan pandangan dan kendalikan hati selalu ingat Allah | jangan pernah remehkan hal kecil, devil lies in details

16. Islam utamakan pencegahan atas hal yang tak pantas | karena itulah interaksi ikhwan dan akhwat itu terbatas

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karena riya akan bayangi amal baik dan jadikannya batal

18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata

19. bila Allah sudah engkau cintai melebihi apapun di jagat | takkan pernah terlambat memulai mencari hamba Allah yang taat

20. demikian baris-baris kata ini jadi pengingat bagi jiwa-jiwa | karena niat sulit dijaga dan amal terkadang berlebihan jugan

21. karena Islam dinilai dari kita ummat Muslim | satu kata satu perbuatan tentu lebih elok

22. bersabar sebentar tak matikan cinta | ia justru akan mengarahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya.. 🙂
———————-
Antara Ikhwan dan Akhwat
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Jangan Tunda Untuk Berhijab


jangan tunda hijab karena takut akan bermaksiat | takutlah maksiat yang sekarang sudah diperbuat

berhijab bukan berarti berubah jadi malaikat yang tak pernah berdosa | namun keinginan menaati Allah dan menggapai ridha dan surga-Nya

jangan tunda hijab dengan alasan belum siap | karena siap atau tidak kita selalu akan dihisab

siap berhijab itu datang karena hidayah taufiq dari Allah | dan taufiqdiberikan pada insan yang mendekati Allah

maka berhijablah maka akan muncul kesiapan | dekatilah Allah pasti Dia akan memudahkan

jangan tunda hijab dirimu dengan alasan memperbaiki hati dulu | sungguh perbaikan yang tampak memperbaiki yang tak tampak

bila menghijab dirimu saja masih beralasan dan berat | bagaimana menghijab hati yang jelas lebih sulit?

jangan katakan hijab tak menentukan baik buruknya seseorang | karena bukan kita yang membuat aturan namun Allah yang membuatnya

berhijab belum tentu baik | tapi yang baik tentu berhijab

bila engkau menutup aurat dalam shalatmu | mengapa engkau buka dalam keseharianmu?

bila engkau sadar Allah tahu segala yang terbaik bagimu | maka berhijablah dan hiduplah dalam pengawasan Allah

bila nyawamu diambil kala shalat? indahkah bila dalam taat? | bila menghadap Allah saat menutup aurat? tentulah kita tak menyesal

bagaimana bila kau lepaskan semua anggapan manusia? | coba dengarkan ayat-ayat penciptamu, lalu renungkan maknanya

rindukah dengan salam malaikat penyambut di daun pintu surga | “salamun ‘alaykum bi maa shabartum!” – keselamatan bagimu atas kesabaranmu!

keselamatan bagimu atas kesabaranmu menaati Allah | keselamatan bagimu atas kesabaranmu tak bermaksiat

keselamatan bagimu atas kesabaranmu istiqamah dalam kebaikan | keselamatan bagimu atas kesabaranmu menghadapi cela manusia

karena hijab lebih dari sekedar simbol, ia identitas ketaatan | ia tanda pada siapa engkau beribadah, pada siapa engkau dikembalikan
—————————
Jangan Tunda Untuk Berhijab
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Iman Adalah …

1. iman itu perkara hati yang tak terlihat mata | namun cirinya terlihat lewat amalan raga
 
2. maka yang shalat, puasa, berhijab belum tentu beriman | tapi yang beriman pasti shalat, puasa, dan auratnya ditutupkan
 
3. karena iman itu pengakuan, yang mewajibkan adanya pembuktian | maka semakin banyak bukti, maka semakin kokoh keimanan
 
4. maka Al-Qur’an dalam ratusan ayat mengajak manusia berpikir | dalam alam, dalam hidup dan manusia ada tanda yang diukir
 
5. semakin banyak bukti, semakin kuat keyakinan | sampai satu titik keyakinan itu jadi tak tergoyahkan
 
6. saat iman pada Allah sudah mewujud berdasarkan bukti | saat diminta, jangankan harta, nyawapun tak berat untuk diberi
 
7. namun bukan keyakinan sesuatu yang muncul dari emosi | ia datang saat beramai-ramai dan pergi saat merasa sendiri
 
8. jadi istiqamah itu datangnya dari keyakinan | dan keyakinan itu perlu pembuktian
 
9. dan siapapun yang mampu membuktikan eksistensi Allah | maka menaati Allah dan istiqamah menjadi perkara yang tak susah
 
10. namun bagi yang tak meyakini Allah secara sempurna | menaati Allah seolah jadi beban yang mengekang jiwa
 
11. bagi mereka yang beriman | ada kebebasan dalam ketaatan
 
—————

Mawas Diri

 
jangan sampai kita seperti orang-orang yang terlaknat | lebih suka mendebat ketimbang mengambil nasihat
 
tidak semua hal harus kita tanggapi dan komentari | bila suka ambil bila tidak suka tak perlu memaki
 
salah satu tanda dewasa ialah bisa mengendalikan diri | mampu menjaga lidah dari mencela dan menyakiti
 
niat di hati tak semua orang bisa mengerti | namun lisan yang terucap terdengar pasti
 
justru kita terlihat tak bijak bila semua harus kita komentari | adakalanya menahan diri itu lebih utama dan juga lebih ranggi
 
bila hal baik yang kita lihat boleh teladani sama | bila hal yang buruk jangan dibalas serupa
 
bila engkau Muslim maka ingat engkau duta agamamu | jangan sampai indahnya Islam dirusak oleh lisanmu
 
bacaan Al-Qur’an harusnya mengisi akalmu dengan kebaikan | menghiasi lidah dan dirimu dengan dzikir doa serta puji-pujian
 
lalu apakah yang merasuk pada orang yang berkata-kata kasar? | apakah mereka merasa bahwa dengan kasar lantas jadi benar?
 
bagaimana Muhammad bertindak lembut terutama sesama Muslim | begitulah teladan bagi kita untuk berkasih sayang sesama Muslim
 
sebagaimana Allah bimbing lisan Musa dalam mendakwahi Firaun | semoga Allah lembutkan lisan kita saat berdakwah di jalan kebenaran
 
seperti Allah berikan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam perkataan yang indah bermakna | semoga kita dapat meneladani Nabi karena ialah contoh sempurna
 
——————–

Lelaki Shalih

lelaki salih lisannya diamalkan, dan amalnya adalah kebenaran | takutnya kepada Allah dan keberaniannya pada kebaikan

lelaki salih tidak mencela memaki tapi menasihati | bukan memarahi namun membimbing mendampingi

lelaki salih hormati wanita dengan menundukkan pandangan | caranya hargai wanita dengan meminang bukan pacaran

lelaki salih membahagiakan ibunya dan membanggakan ayahnya | tidak banyak alasan dalam beramal baik dan santun dalam berdoa

lelaki salih berteman dengan yang salih dan tak menjauhi yang salah | mengambil ilmu dari yang salih lalu berdakwah pada yang masih salah

lelaki salih tidak banyak berjanji | ia berjanji bila pasti bisa ia tepati

lelaki salih mendahulukan Allah dan Rasul dibandingkan dirinya | bila Allah dan Rasul suka dia lakukan, bila tidak dia tinggalkan

lelaki salih tidak banyak berjanji pada wanita | sekali berjanji, itu di akad nikah bersama walinya
—————–
Lelaki Shalih
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Berkomunikasi Yang Baik

komunikasi barulah sehat dan berguna | apabila prasangka dihilangkan saat berbicara

apabila kita sudah berprasangka, maka syaitan yang berkuasa | bila sudah begini diam jauh lebih baik, karena bicara jadinya dosa

emosi cenderung membuat kita mencari-cari salah bukan solusi | memojokkan lawan bicara bukan menuntun dan menyemangati

prasangka buruk berujung menghakimi, tak peduli tak mau mengerti | bila dari awal sudah menyimpulkan, lalu apa gunanya diskusi?

dan bila syaitan sudah mengambil alih, tanda-tandanya terlihat di lisan | kasar, kotor, penuh caci maki dan celaan, semua sarat keburukan

dan kata-kata yang dilontarkan memang diniatkan untuk menyakiti | karena hati berpenyakit senang orang lain sakit tersebab dirinya

darisitu diskusi berubah menjadi bagaimana menjatuhkan manusia | serang kehormatan dirinya, bukan lagi diskusi tataran ide, tapi individu

mereka lupa akal bisa ditakluk dengan dalil tapi hati jadi terkunci | akal melihat pada dalil, namun hati tertakluk pada akhlak ranggi

tak ada arti ilmu tanpa adab, dan adab itu bersumber dari iman | maka ilmu yang tak membuat beradab, jauh dari keimanan

seorang pendakwah takkan pernah berkata kasar dan buruk akhlak | karena dia tahu persis, kasar itu menjauhkan dirinya dari mad’u

dan ingat yang paling penting dalam diskusi bukan yang berdiksusi | tapi semua yang mengetahui diskusi tersebut, mereka yang menilai 

diskusi bukan soalan menang atau kalah, atau siapa yang lebih pintar | tapi siapa yang bisa mendekatkan yang lain pada hal yang lebih benar

jadikan akhlak yang mulia sebagai pakaian, lisan baik sebagai hiasan | biar Allah yang menilai, karena Allah yang memiliki hati manusia

dan dewasalah dalam berkomunikasi dan berdiksusi | awasi dan jaga lisanmu sendiri bukan lisan saudaramu
——————–
Berkomunikasi Yang Baik
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Tutup Auratmu Wahai Muslimah..!

 
ulama ada beda tentang definisi dan bentuk jilbab serta khimar | tapi tak pernah berbeda bahwa jilbab dan khimar itu wajib bagi Muslimah
 
pada masa Rasulullah, jangankan Muslimah yang tak menutup aurat | Asma yang menutup aurat namun tak sempurna pun Nabi beri nasihat
 
menutup aurat itu mencirikan sedikitnya dua hal penting pada Muslimah | ketaatannya pada Allah Swt dan rasa malu, keduanya ciri salihah
 
begitu pun lelaki shalih memandang ketaatan sebagai syarat utama | itu artinya wanita yang berhijab, taat Allah, dan patuhi suaminya
 
begitu juga anak-anak yang terlahir dan dididik ibu yang menutup aurat | ia teladan bagi anaknya, tak ada tanggungan baginya dunia akhirat
 
begitupun seorang Muslimah yang menutup aurat karena ketaatannya | ia selamatkan ayahnya dari dosa, dan suaminya dari selaksa siksa
 
menutup aurat itu salah satu tanda wanita tampakkan indah dan mulia | dengan menunjukkan bahwa perintah Allah melebihi segala-galanya
 
mayat saja dimuliakan jasadnya dengan ditutup tiap bagiannya | bagimu Muslimah, belum tibakah saatnya bersyukur akan nafas yang masih dihela?
 
———————-

Lelaki Pilihan

tampan tak sebanding dengan mapan | dan harta tak bisa menggantikan takwa
 
lelaki yang tak bisa memberi kepastian | akan sulit dimintai pertanggungjawaban
 
lelaki yang lisannya terbiasa kasar | tak akan memimpin dengan benar
 
lelaki yang tunduk patuh pada tiap perintah Allah | pasti memuliakan istri tersebab itu juga perintah Allah
 
lelaki yang tak malu bermaksiat ketika ramai | akan jauh lebih mudah maksiat di saat sendiri
 
lelaki yang tak berani datangi orangtua wanita | bakal sama sulitnya meyakinkan orangtuanya
 
lelaki yang tak takut mengajakmu maksiat | biasanya sudah pernah ajak wanita lain maksiat | dan besok akan ajak wanita lain lagi maksiat
 
lelaki yang mengingkari janji taat pada Allah | padamu juga akan diingkari, dia tak bisa dipercaya
 
dan lelaki yang biasa melafadzkan Al-Qur’an mulia dengan syahdu | lisannya bakal membahagiakanmu dan kehadirannya selalu dirindu
 
hanya dengan Islam lelaki mulia | tinggalkan Islam lelaki terhina
—————–