CKSPA Episode 55 – Ketika Shiddiq Bertanya “How About Girls and Boys Sleep Over?”

0
568
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 55
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 55
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 55

TarbiyatulAulad.com | CKSPA – Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 55

Ketika Shiddiq Bertanya “How About Girls and Boys Sleep Over?”

Semakin renyah rasanya diskusi dalam keluarga kami, atau mungkin Allah sengaja menghadirkan diskusi-diskusi ini agar menjadi jalan untuk membuka diskusi-diskusi dalam keluarga lainnya melalui curahan hati yang saya tulis.

Suatu malam, saya sedang memberikan pengertian kepada anak-anak agar mereka lebih siap menerima perbedaan kondisi sarana prasarana yang akan kami miliki di tanah air saat kami hijrah nanti. Diskusi ini memang sering saya lontarkan supaya anak-anak lebih siap, lebih lapang dada, dan lebih bisa menyesuaikan kondisi saat berada di tanah air nanti.

Ummi: “nanti rumah kita di bandung, kamarnya hanya 2, kalo bapak lagi gak di bandung, teteh tidur di kamar ummi, anak laki-laki tidur satu kamar, tapi kalo bapak sedang ke bandung, bapak tidur di kamar ummi, teteh tidur di kamar satu lagi, dan pakai kasur yang terpisah, tapi aa harus tidur di ruang tamu”
Shafiyah: “why is aa not allowed to sleep with me, but shiddiq is allowed?”
Ummi: “karena aa sudah lebih dari selupuh tahun, kata rasulullah anak laki-laki dan perempuan harus dipisahkan tidurnya kalo sudah berumur 10 tahun. Bahkan kata rasul anak laki-laki dengan anak laki-laki atau anak perempuan dengan anak perempuan tidak boleh tidur satu selimut kalo sudah 10 tahun.
Shafiyah:.”how about in different bed but still in one blanket? Because sometimes Shiddiq with aa do like that!”
Shiddiq “yes sometimes i do like that because the blanket is so big!”
Ummi: “iya gak papa, yang penting ranjangnya pisah. Gak usah bobo peluk-pelukan”
Shiddiq: “but why husband and wife can sleep together?”
Ummi: “kalo suami istri boleh, kata Allah halal. Sodara kandung juga boleh, tapi sebelum umur 10 tahun”
Shiddiq:” how about with friends when they sleepover?”
Ummi: “kalo laki-laki sama temen laki-laki, dan perempuan sama temen perempuan boleh, tapi kalo diatas 10 tahun gak boleh satu selimut”
Shiddiq: “How about boys and girls sleep over? Like two boys with one girl”
Ummi: “ya gak boleh atuh, sama sodara juga kalo sudah besar gak boleh apalagi sama orang lain, kecuali suami sama istri”
Shiddiq: “how about if 100 boys with one girl sleep over, hahahah oh my God!”
Ummi: “shiddiq…shiddiq…. ya gak boleh atuh, jangankan boys and girls sleep over, bersentuhan kulit aja kata rasulullah gak boleh, salaman aja gak boleh!”
Shafiyah: “really ummi? Even when we make a mistake?” (Salaman minta maaf maksudnya)
Ummi: “ya kalo mau minta maaf salamannya dari jauh aja gak usah kena”
Shafiyah: “or we can just say sorry”
Ummi: “pokoknya anak laki-laki dan perempuan boleh main bareng-bareng yang gak boleh saling bersentuhan, trus mainnya rame-rame gak usah berdua”
Shiddiq: “how about if i accidently touch the girls?”
Ummi: “ya kalau gak sengaja gak papa”
Shiddiq: “how about if I touch the boys?”
Ummi: “ya boleh asal sentuhannya biasa aja gak berlebihan”
Shiddiq: “how about if take a bath together?”
Ummi: “ya kalau bayi sama bayi boleh kalo udah agak besar gak boleh”

Begitulah sederetan pertanyaan anak-anak yang memberikan peluang bagi kami untuk mengenalkan aturan Allah. Alhamdulillah biasanya ketika mereka tau bahwa perintah itu datang dari Allah dan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, anak-anak cederung lebih sami’na waato’na (kami dengar kami taat). Berbeda ketika peraturan itu muncul dari orang tua, pertanyan “why ” akan lebih banyak bermunculan dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain sampai kemudian mereka sepakat.
Bagi keluarga kami, pertanyaan menjadi sebuah kesempatan besar untuk terbukanya kunci-kunci ilmu baik ayat kauniyah maupun kauliyah Allah.

Sebelum mereka terjun kedunia remaja, sebelum mereka banyak berinteraksi dengan orang lain, alhamdulillah Allah memberikan banyak kesempatan bagi kami untuk berikhtiar membangun imunitas mereka sehingga mereka tau mana yang baik mana yang buruk. Semoga Allah menundukkan hati kita dan keturunan kita untuk menerima perintah Allah dengan sami’na wa ato’na, kami dengar kami taat. Kelak sejalan dengan bertambahnya ilmu, mereka akan mengerti hikmah dibalik aturan Allah dan rasulNya.

Namun apakah pengertian dalam sudut pandang agama sudah cukup untuk menghindarkan mereka dari bahaya pergaulan bebas? Apakah pemahaman mereka tentang larangan Allah ini
telah menjamin mereka terbebas dari dosa? Kenyataannya, saya sulit sekali untuk memberi jawaban iya. Mengingat begitu besar godaan kemaksiatan di kalangan remaja saat ini. Mengingat hal tersebut juga telah terjadi dalam lingkungan orang-orang beragama bahkan dalam lingkungan pendidikan yang kental dengan nilai agama. Tidak….! Pengertian tentang halal dan haram belum mampu sepenuhnya menghindarkan kita untuk terlepas darinya.

Maka selain hati dan lisan ini terus meminta kepada Sang Penggenggam Jiwa anak-anak, agar mereka senantiasa dalam kebaikan, dijauhkan dari segala keburukan dan kemaksiatan, kami ingin berusaha memberikan benteng terbaik dalam keluarga bagi anak-anak kami tercinta. Kami berusaha untuk memberikan cinta, kasih sayang dan perhatian dalam keluarga. Semoga dengannya anak-anak tidak terlalu haus mencari perhatian, cinta, dan kasih sayang dari pihak lainnya. Kami berusaha untuk menghargai dan menerima mereka seutuhnya dan apa adanya. Semoga dengannya anak-anak tidak perlu bersikap berlebihan di luar kewajaran demi mendapatkan pengakuan dalam Iingkungannya. Kami berusaha membantu menemukan potensi, minat dan bakat mereka sedari dini, serta menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangannya. Semoga dengannya mereka senantiasa melampiaskan energi mereka pada hal yang positif, serta mendapatkan kepuasan batin dalam sebuah eksistensi yang positif. Kami berusaha menjadi tempat yang nyaman baginya untuk bercerita di masa kecil, menghargai setiap pemikiran dan keinginannya. Semoga dengan itu mereka tetap nyaman untuk dekat dan berbagi dengan kami ketika mereka beranjak dewasa, saat dimana kami harus lebih berdiskusi lebih detail tentang kebaikan dan keburukan. Kami berusaha memperkaya pengalaman masa kecil mereka dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, meminimalisir kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Semoga dengannya kelak mereka menemukan kesibukan diri yang produktif sehingga mereka tidak lagi memiliki ketertarikan pada hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi bermaksiat kepada Allah. Kami berusaha menghadirkan sosok lawan jenis yang penuh cinta bagi mereka, menjadi ibu yang dekat dan menyayangi anak-anak laki-laki, menjadi ayah yang dekat dan menyayangi anak-anak perempuan. Semoga dengannya mereka merasa terpenuhi kebutuhan akan sosok lawan jenis, sehingga mereka tidak perlu haus mencari sosok pengganti untuk mereka apalagi harus berperilaku yang menyimpang karena kebencian mereka terhadap gender tertentu. Kami juga berusaha menjadi teladan dalam memperlakukan orang lain khususnya pasangan. Suami menunjukkan kasih sayang dan kelembutan kepada istrinya, agar anak-anak laki-laki belajar memperlakukan perempuan dengan penuh penghargaan. Istri menunjukkan bakti dan penghormatan kepada suami, agar anak-anak perempuan belajar untuk menghormati laki-laki. Semoga dengannya kelak mereka belajar memperlakukan pasangan mereka dengan baik. Kami berusaha memberikan teladan dalam menutup aurat serta mengajarkan mereka tentang adab dan konsep aurat, memakaikan mereka pakaian-pakaian yang sesuai dengab syariat. Semoga dengannya anak-anak dapat menutup aurat dengan baik serta menjaga pandangan mata mereka dari sesuatu yang haram untuk mereka lihat. Kami berusaha memilihkan mereka lingkungan bergaul yang baik, meminimalisir pengaruh buruk yang bisa merusak fitrah mereka. Semoga dengannya mereka memiliki teman-teman yang mendekatkan mereka pada jalan kebaikan serta pandai menempatkan diri dalam lingkungan yang tidak sejalan dalam nilai-nilai yang kami anut. Kami berusaha mengenalkan mereka dengan kisah-kisah teladan dari orang-orang baik yang gemar melakukan kebaikan. Semoga dengannya mereka bisa mengidolakan orang-orang yang akan memotivasinya untuk selalu lebih baik dalam jalan kebaikan. Kami berusaha untuk mengajarkan kemandirian dan kematangan karakter sejak dini sehingga kelak jika hasrat mereka terhadap lawan jenis tidak mampu lagi ditahan melalui ibadah memperbanyak shaum, maka mereka telah siap untuk menyalurkannya dalam jalan yang benar melalui pernikahan.

Ya Allah, kami memang bukanlah seorang yang terbebas dari dosa. Namun ijinkan kami bertaubat dan memperbaiki kesalahan kami. Berikhtiar dengan ikhtiar terbaik dalam mendidik anak-anak kami agar mereka menjadi generasi yang senantiasa menjaga kesucian dirinya dan terlepas dan segala keburukan bebasnya pergaulan saat ini. Aamiin

Catatan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Perintahkan anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia 10 tahun dan pisahkan di antara mereka tempat tidurnya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dihasankan oleh An Nawawi dalamRiyadhus Shalihin dan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 226

San Jose, California
Dari seorang hamba yang berusaha mensucikan diri dan keluarganya
Kiki Barkiah


Penulis: Kiki Barkiah

Baca juga CKSPA Episode 54 – Ketika Pertengkaran Diantara Kami Membawa Berkah

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here