CKSPA Episode 37 – Ketika Shiddiq Bertanya Tentang Pelukan

0
278
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 37
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 37
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 37

TarbiyatulAulad.com | CKSPA – Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 37

Ketika Shiddiq Bertanya Tentang Pelukan

Begitu selesai memandu siaran radio untuk acara “ Ibu Indonesia Berbagi” yang membahas tema tentang “Anak-Anak Indonesia dan Bahaya Pornografi” tubuh saya menjadi lemas dan terasa dingin sekujur tubuh. Membayangkan bagaimana 97 dari 100 orang remaja di Indonesia telah terjerumus dalam pornografi dengan tingkat keseriusan yang beragam. Artinya jika hanya ada 3 orang remaja yang masih terjaga kesuciannya, akankah keluarga kami menjadi layak dimata Allah untuk berada pada posisi orang-orang asing itu? Malam itu saya panjatkan doa agar Allah selalu melindungi anak-anak kami dari bahaya pronografi yang merusak otak. Melindungi mata, telinga dan tangan mereka dari langkah-langkah mendekatinya. Tidak hanya memohon perlindungan , namun saya memohon petunjuk dalam membimbing dan menjaga mereka dari fitnah akhir zaman ini.

Ketika pagi hari tiba, saat anak-anak sarapan dan saya mencuci piring, tiba-tiba Allah memberi sebuah jalan lewat pertanyaan Shiddiq (5 tahun). Sebuah kesempatan yang Allah berikan bagi saya untuk berikhtiar menjaga mereka.

Shiddiq: “ummi mengapa sih kita tidak boleh pelukan sama teman?
Ummi: “Kalau sama temen yang berbeda lawan jenis memang tidak boleh dik, tapi kalo memeluk teman sesama jenis misalnya laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, boleh kalau pelukannya wajar. Misal seperti ini….” Saya pun mencontohkan. “ Tapi kalau pelukannya terasa aneh, tidak biasanya, seperti menyentuh terus-terusan, merayap ke seluruh tubuh apalagi pada 4 area yang ummi pernah bilang itu gak boleh disentuh orang lain, berarti itu aneh dik! Dan itu gak boleh!”
Ummi: “Shiddiq masih inget kan 4 area apa aja yang gak boleh disentuh orang lain?”
Shididiq: “bibir gak boleh kan mi?”
Ummi: “ya bibir, bagian dada, bagian aurat utama kita (sambil saya menunjuk daerah privasi)
Shiddiq: “pantat juga gak boleh kan mi?”
Ummi: “Ya betul, kata Rasulullah aurat itu tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain”
Shiddiq: “kalo dokter boleh kan mi buka aurat kita?”
Ummi: “boleh kalo ada keperluan mau memeriksa kita, kalo gak ada, berarti gak boleh!
Shiddiq: “Kalau sama saudara boleh kan mi laki-laki dan perempuan pelukan?
Ummi: ” boleh, tapi pelukannya tetep harus wajar, kalo gak wajar seperti yang ummi ceriatin tadi, gak boleh!”
Shiddiq: “Jadi mi, mereka yang kayak gitu itu diajarin siapa sih? Diajarin ibunya?”
Ummi: “Jadi gini diq, macem-macem sumbernya, paling banyak dari film, iklan, internet. Jadi anak-anak sekarang banyaaaaaaak banget yang sering lihat sesuatu yang gak boleh dilihat. Bayangin dik, tadi malam ummi baru tau, kalo misalnya nih dik ada 100 orang anak di Indonesia yang seumur aa, nah 97 orangnya itu udah pernah lihat aurat orang lain, dari ikan, tv, film. Dan itu gak boleh dik, bahkan bisa merusak otak kita”
Shiddiq: “kenapa mi? kok gitu?”
Ummi: “jadi gini diq, Shiddiq inget kan cerita ummi tentang iblis yang pengen ngajakin manusia sebanyak-banyaknya ke neraka? Nah dia mikirin gimana caranya yang paliiiiing gampang buat bikin manusia jadi gak sholeh. Nah ternyata cara yang paling gampangnya adalah dengan merusak otak mereka dengan cara melihatkan aurat orang lain. Nah iblis itu kan punya temen-temen dalam bentuk manusia, nah temen-temen yang dalam bentuk manusia inilah yang bikin film, iklan atau gambar-gambar yang sebenernya gak boleh dilihat sama orang lain. Nah kalo manusia itu otaknya udah rusak, dia jadi gak mau belajar, dia gak mau denger nasihat kebaikan, dia jadi malas buat berbuat baik, jadinya syetan lebih gampang nanti masukin ke nerakanya. Itulah diq kenapa ummi sama bapak ketat sekali ngasih internet dan film buat kalian semua. Sudah jatahnya hanya satu jam sehari, masih dipilihin juga mau liat apa. Itu karena ummi dan bapak gak mau otak kalian rusak. Makanya kalo ada iklan di youtube pun kalian disuruh tutup mata semua, karena ummi takut ada yang gak boleh dilihat kalian. Kita juga jadi malas pergi ke danau atau laut kalo lagi Summer, karena banyak yang gak baik untuk dilihat”

Shiddiq pun mengoceh dengan beberapa pernyataaan, namun saya agak lupa redaksi percisnya. Intinya ia menegaskan bahwa jika hanya sedikit anak baik yang tidak mau melakukan hal itu, berarti kita termasuk didalamnya. Sebagai ibu saya hanya dapat tersenyum haru dan bahagia, sambil terus mengaminkan pernyataannya.

Di kesempatan yang berbeda dan lebih bersifat privasi, Ali pun menambahkan sebuah pertanyaan
Ali: Ummi, kalo gitu Ali termasuk yang 3 orang itu
Ummi: “Oh ya li, sure? Ali gak pernah diajakin sama temen-temen liat pornografi di internet waktu ummi gak ada?
Ali: yeah Sure!
Ummi: Ok ummi percaya ya, jangan pernah ya nak!

Saya pun jadi teringat pernyataan Ali ketika camping. Saat itu saya mengajak anak-anak pergi menjelajah sungai.
Ali: “Ali males pergi ke sungai, disitu lagi rame, Ali takut kayak di danau waktu itu, banyak yang pakaiannya gak baik”
Saya pun tertawa penuh syukur, lalu mengajarinya menundukkan pandangan saat tak sengaja melihat aurat orang lain. Akhirnya kami bermain di hulu sungai dimana tidak banyak orang yang berenang dengan pakaian yang minim.

Demikianlah sepenggal pembicaraan kami dengan anak-anak, sepenggal ikhtiar kami dalam dalam menjaga mereka.Ya Allah terimakasih untuk setiap kesempatan yang Engkau berikan bagi kami dalam menyampaikan kebaikan kepada mereka.

San Jose, California
Dari seorang ibu yang terus berikhtiar dan mendoakan keselamatan anak-anaknya
Kiki Barkiah
“Sang Penjelajah Hikmah”


Penulis: Kiki Barkiah

Baca juga CKSPA Episode 36 – Bila Status Janda Kelak Tiba

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here