CKSMA B-13 Mereka Itu Tidak Nakal, Mereka Itu Hanya ….

0
315
Hari itu kami sekeluarga sedang menginap di rumah nin Ani. Disana tinggal seorang keponakan saya yang berumur 1 tahun 2 bulan, Nadine namanya. Saat itu kami sedang duduk-duduk di lantai sambil menunggu tukang bakso membuatkan hidangan bakso untuk kami sekeluarga. Tiba-tiba…….
 
Gedebuk!!! “Woaaaaaaaaaaaaa”
 
Nadine menangis karena terjatuh. Tepat di belakang kaki nadine yang sedang tengkurap, ada kaki abang Shiddiq.
 
Ummi: “innalillahi, sakit ya nak!”
 
Segera saya menggendong dan memberikan Nadine pada ibunya.
 
Ummi: “abang, Nadine tersandung bang, ati-ati ya bang.”
Abang Shiddiq tersenyum kikuk dan merasa bersalah sambil berkata “sorry”
 
Ummi: “abang itu barusan sengaja atau gak sengaja sih?”
Tanya saya penasaran karena melihat ekspresi wajahnya
Shiddiq: “i did it in purpose”
Dengan terheran-heran sambil berusaha untuk tidak terpancing emosi saya bertanya pada Shiddiq”
Ummi: “kenapa abang sengaja bikin adek Nadine jatuh?”
Shiddiq pun tersenyum-senyum dengan penuh rasa bersalah tapi belum mau mengungkapkan alasannya
Ummi: “abang, ummi pengen tau apa yang abang pikirin kenapa abang sengaja membuat nadine tersandung?”
Shiddiq masih belum juga mau menyampaikan alasannnya
Ummi: ” oke abang ummi tunggu ya sampai abang mau kasih tau alasannya, your problem is not done yet ya… sampai abang mau cerita kenapa abang ngelakuin itu”
Akhirnya Shiddiq bersedia mengaku
Shiddiq: “i just want to know, is Nadine can jump over my leg by herself?”
Sambil menahan diri antara ingin tertawa dan marah saya meresponnya
Ummi: “astagfirullah bang, next time think before acting bang….. yang abang lakuin itu sangat berbahaya, jadi sekarang kesimpulannya gimana? Nadine sudah bisa jump over belum?”
Shiddiq: “belum…..”
Ummi: “bang, nadine itu masih kecil, lain kali kalo mau percobaan pikirin dulu bang bahayanya. Dah… sekarang selesaikan masalahnya. Abang harus jelasin sama bi mery (ibunya Nadine) apa alasan abang ngelakuin yang tadi”
Akhirnya abang bersedia menyeleaaikan masalahnya, menjelaskan alasan lalu meminta maaf pada Nadine.
 
Anak-anak……… anak-anak…….
 
Mungkin sering sekali kita melihat perilaku seorang anak yang terkesan buruk, dan membuat kita mudah melabelisasi mereka sebagai anak nakal. Namun seandainya kita mau bersabar dan mendengar alasan dan melihat sudut pandang lain atas perbuatan yang mereka lakukan insya Allah kita akan bisa bersikap lebih bijaksana dalam merespon setiap perbuatan yang tidak kita harapkan.
 
Mereka itu tidak nakal, mereka hanya masih dalam tahap menyempurnakan perkembangan otak. Sehingga sering kali ide-ide yang dalam pandangan mereka merupakan sebuah ide yang baik, namun di mata kita hal itu terlihat konyol. Mereka itu tidak nakal, mereka hanya belum matang dalam melahirkan sikap yang bijaksana. Sehingga sering kali dalam pandangan kita, anak-anak terlahir dengan tempramen yang buruk padahal yang dibutuhkan hanyalah berbagai latihan kebijaksaan memilih sikap dalam merespon keadaan. Mereka itu tidak nakal, mereka hanya ingin tahu berbagai hal. Sehingga sering kali ide-ide eksplorasi yang dalam pandangan mereka merupakan sebuah ide yang menakjubkan, namun di mata kita hal itu begitu membahayakan. Mereka itu tidak nakal, mereka hanya masih memiliki banyak keterbatasan untuk mengungkapkan pandangan dan perasaan mereka. Sehingga sering kali komunikasi non verbal saat mereka meluapkan perasaan, dipandang sebagai sifat negatif yang melekat pada dirinya. Padahal mereka hanya butuh terus berlatih mengungkapkan keinginan dan perasaan dengan cara yang baik dan wajar. Mereka itu tidak nakal, mereka hanya memiliki keterbatasan kemapuan fisik dalam melaksanakan ide-ide hebat mereka. Sehingga terkadang kecelakaan dan kerusakan atas hasil eksplorasi mereka dipandang sebagai perilaku yang lahir dari niat buruk diri mereka. Padahal mereka hanya perlu sedikit bantuan, arahan, dan fasilitas yang memudahkan untuk merealisasikan ide-ide hebat mereka. Mereka itu tidak nakal, mereka hanya tengah melewati masa-masa egosentris. Sehingga terkadang sifat egoisme mereka dipandang sebagai sifat yang tidak memiliki kepekaan sosial. Padahal dalam hati mereka yang memiliki fitrah kebaikan, telah tertanam nilai-nilai kebaikan sosial. Mereka hanya butuh untuk semakin sadar bahwa mereka hidup dalam lingkungan sosial lalu terus berlatih untuk dapat membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitar. Mereka itu tidak nakal, mereka hanya memiliki ide-ide khas sebagai anak-anak. Sehingga terkadang ide-ide yang dalam pandangan mereka merupakan sebuah ide yang istimewa, namun dalam pandangan kita hal itu sebahai ide yang biasa, tidak menarik, aneh bahkan terkesan buruk. Padahal mereka hanyalah membutuhkan apresiasi dari orang-orang sekitar mereka agar mereka terus bersemangat meningkatkan ide-ide sederhana mereka menjadi sesuatu yang lebih kompleks dan lebih bermakna. Mereka itu tidak nakal, mereka hanyalah masih anak-anak yang membutuhkan arahan, bimbingan dan didikan kita. Tetapi kita bukan lagi anak-anak. Kita telah menjadi orang dewasa yang seharusnya dapat lebih bersabar menunggu mereka untuk semakin besar, semakin berkembang, semakin mampu, semakin cerdas, semakin bijaksana, semakin tepat dan wajar dalam bersikap, serta semakin berprestasi dalam berkarya.
 
Batujajar Jawa Barat
Dari seorang ibu yang menanti perkembangan anak-anaknya
Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here