Ibu Rumah Tangga

1. saya masih ingat beberapa tahun lalu sebelum Muslim | papi sempat menasihati saya perihal “Ibu Rumah Tangga”
2. “lix, selama papimu masih bisa mencukupi keluarga, mamimu tugasnya di rumah” | tegas papi berpendapat soal IRT
3. padahal saat itu isu feminisme sedang santer | wacana wanita karir sedang panas-panasnya | arus genderisme mewabah
4. tapi papi tenang aja lalu menyampaikan | bahwa dia ingin yang terbaik bagi anak-anaknya | dan itu berarti perhatian full dari ibu mereka
5. hidup kala itu tidak mudah, dan akal lebih mudah seandainya mami bekerja | tapi papi sudah mengambil pilihan, dan itulah yang ia jalani
6. karena semua manusia punya pilihan | apa yang didapat dan apa yang dikorbankan | semua selalu tentang pilihan
7. sebelum Muslim pun saya tumbuh dengan memahami | lelaki dan wanita tidaklah sama | mereka punya kelebihan di bidang masing-masing
8. posisi ibu dalam dunia anak itu tidak tergantikan | perhatian seorang ibu pada anaknya takkan terbeli sebanyak apapun harta
9. dan posisi ibu itu tidak bisa diulang kembali | karena umur anak takkan bisa diputar lagi
10. maka ketika memilih calon ibu dari anak-anak kami syaratkan | “maukah engkau menjadi fulltime-mother bagi anak-anak?”
11. “saya nggak mau ketika anak dewasa lalu bermaksiat, kita menyesal ‘mengapa dulu tidak habiskan lebih banyak waktu bersamanya?!'”
12. itu pemahaman sebelum Muslim | saat sudah mengenal Islam | kami memahami betul Islam paling memuliakan wanita
13. feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses
14. feminisme menganggap waniat modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan
15. feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat dll
16. wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme | wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak | kerja lebih asyik
17. menurut pandangan feminis | IRT itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita
18. wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga
19. US misalnya yang jadi kampiun feminisme | angka perceraian mencapai 50% per 2012 sila rujuk http://t.co/OUvEkdUY8L
20. “nearly 80% cited financial problems as the leading cause of the marital demise” (Carr, 2003, p.10) | http://t.co/zQFsyYQuqe
21. feminisme mangaburkan fungsi ayah dan ibu dalam rumah tangga | hanya semata-mata demi mendapat lebih banyak materi
22. akhirnya meningkatlah angka single parents http://t.co/k9eNybXtq7 | dan jelas broken home http://t.co/yUvU499gT9 http://t.co/qAjjFfHBQJ
23. banyak juga studi-studi yang menperingatkan | sangat sulit untuk memadukan ibu dan karir sekaligus | http://t.co/mu5t6N2u3m
24. sebagai tambahan, US yang melahirkan gerakan feminisme saja | sudah banyak bermunculan gerakan anti-feminisme sebagai gantinya
25. di US, sudah banyak wanita sadar bahwa feminisme mengorbankan keluarga | mereka ingin kembali menjalankan peran ibu rumah tangga
26. karena seberapa banyak waktu pun yang didedikasikan untuk mendidik anak | tiada pernah akan ada waktu yang cukup untuknya
27. “saya ibu sekaligus karyawan, anak saya baik-baik saja” | di-sambi aja sudah baik, apalagi bila fulltime-mother? tentu sangat baik 😀
28. lalu pertanyaan prinsipil | “apakah Islam melarang wanita bekerja?” | “apakah wanita tidak boleh berpendidikan tinggi?”
29. dalam Islam hukum wanita bekerja itu mubah (boleh) | sedangkan menjadi “ibu dan pengelola rumah tangga” itu kewajiban
30. jadi sah-sah saja wanita memilih bekerja | namun beres juga kewajibannya | tentu bila dia lebih memilih yang wajib, itu yang utama
31. hidup memang perkara pilihan | dan Islam memerintahkan untuk memaksimalkan waktu ibu untuk anak-anaknya | urusan uang biar ayahnya
32. bagaimana dengan wanita yang ditinggal suami apapun alasannya | maka bekerja menafkahi anak tentu amal pahala besar baginya 🙂
33. maka karir terbaik wanita | adalah menjadi ibu sepenuhnya
34. tentang pendidikan? | tidak bosan-bosan saya sampaikan | bahwa seorang ibu HARUS terdidik sempurna, tinggi dan luasnya
35. bahkan wanita Muslimah WAJIB lebih terdidik daripada lelaki | karena ialah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) anak-anaknya
36. maka jangan tanya “untuk apa pendidikan tinggi bila hanya jadi IRT?” | jadi IRT justru perlu pendidikan tinggi
37. karena di tangan kaum ibu generasi Muslim berada | bukan di tangan ayah generasi Muslim dibentuk
38. banyak wanita yang seb
etulnya bisa menggapai dunia lebih dari lelaki | tapi mereka mengorbankan segalanya demi anaknya | MULIA
39. dari ibunda MULIA semisal itulah | menjadilah Imam Syafi’i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad
40. rata-rata ulama besar menghabiskan masa kecil dalam yatim | ibu merekalah yang mendidik dan mendaras Al-Qur’an setiap waktu
41. sembah sujud kami pada Allah yang selalu menjaga dunia dengan para ibunda MULIA | yang mau mengorbankan semua buat kami anak-anaknya
42. hormat khidmat kami padamu wahai ibu | yang gadaikan semua waktu tanpa sesal dan keluh | membina kami jadi yang terbaik dalam agama
43. pada para bunda MULIA doa kami | “Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana keduanya TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL” (QS 17:24)
44. kembali lagi semua masalah pilihan | part-time mother or full-time mother? | you decide 😀
===============

Cinta

 1. cinta tidak sama dengan kebutaan, cinta itu penglihatan | cinta itu tidak sama dengan mabuk, cinta itu kesadaran
2. bukan cinta, tapi nafsulah yang akan menyesatkan bila dituruti | bukan cinta, tapi nafsulah yang menistakan bila tidak dikemudi
3. akan tetapi cinta, dia berwujud ketika akal yang mengambil alih jiwa | cinta itu ajeg, kalem, adem, tidak menggebu, memburu dan sia-sia
4. maka cinta pada Allah barul didapat saat kita gunakan akal | menilik alam semesta dan tak ada barang sedikitpun hal yang batil
5. cinta Rasulullah kita dapatkan apabila tahu pengorbanan beliau | kasih sayangnya dan akhlaknya, memesona siapapun yang berilmu
6. cinta itu logis, cinta itu tentang bahagia masa dijelang | bukan soalan tentang nikmat sesaat dan sekarang
7. maka apakah itu cinta? bila justru maksiat? | apakah itu cinta bila dengan Allah saja tidak taat?
8. lalu apakah cinta apabila akalmu engkau abaikan | lalu biarkan perasaan mengambil alih kehidupan?
9. dan apakah cinta seseorang yang mengabaikan hak Tuhannya | lalu engkau berencana jadikan dirinya pasangan hidup, adakah bahagia?
10. tidak masuk akal, engkau katakan semua itu karena cinta | sementara engkau setiap waktu melanggar peringatan Nabi
11. tidak masuk akal, engkau katakan dialah cinta yang setia | sementara kata-kata penuh maksiat diumbar sebelum waktunya
12. mencari suami yang taat, lewat cara pacaran yang maksiat | sama seperti berdoa inginkan surga, tapi tak mau lepas dari dosa
13. padahal Allah sudah tunjukkan bagimu jalan yang halal dan indah | namun engkau lebih percaya nafsu dan beralasan lakukan yang salah
14. sesiapa yang mengenal Allah, Allah kenalkan pada hamba-Nya | yang mengenal-Nya juga, dan yang mencintai-Nya lebih dari segalanya

Pacaran di Bulan Ramadhan

subuh udah, ngaji udah, puasa seharian, nahan makan udah | nafsunya yang belum ditahan, sore-sore ngabuburitan, eh pacaran, gubrak

niatnya puasa untuk Allah, nyari ridha Allah, pengennya pahala | lha kok malah khalwat, berdua-duaan bukan mahram, malah maksiat

katanya nggak pacaran tapi sayang-sayangan, ya sama aja | katanya cuma temen tapi demen, adik-kakak tapi nempel mulu, hadeh

mau-maunya, tanpa ikatan, status, kejelasan apapun dipegang-pegang | Ramadhan lagi, orang lain serius ibadah dia serius juga maksiat

nyari pacar yang soleh? kemana aja neng? wong pacaran itu maksiat | soleh itu artinya taat, takut Allah, ogah dekati zina

di Ramadhan orang lain pada banyakin istighfar | lah kamu malah buat orang istighfar liat kamu

terus gimana serius? tanggal nikah belum ada, pas ditanya dia mbulet | besok-besok kalo nggak jadi, statusmu sudah “bekas”, “mantan”

sama Allah aja dia berani, di bulan puasa aja dia maksiat | jangan heran yang begini-begini, besok sama kamu galak dan ganas

padahal dalam Islam sudah jelas panduan cari pasangan | yaitu yang baik agamanya, yang memenuhi hak Allah, pasti perhatian memenuhi hakmu

iya memang yang paham agama belum tentu baik | yang paham aja belum tentu apalagi yang gak paham

tau ilmu proyeksi statistik kan? itu loh, bahwa masa depan bisa diprediksi dari rekam jejak | nyari pasangan mirip-miriplah, kira-kira gitu

kita nggak bisa memastikan, hanya kita harus mempertimbangkan matang | orang memang bisa berubah, tapi rekam jejak bisa jadi pertimbangan

pertanyaannya, kalo sekarang dia rela kamu maksiat ama dia dengan pacaran | kalo itu rekam jejaknya, besok kira-kira gimana?

pertanyaanya, kalo sekarang dia malah tega ngajarin kamu maksiat | besok kira-kira gimana pas udah nikah? gitu nggak dia ama cewek lain?

maksiat itu candu, kalo sekarang dia maksiat, dan nggak serius taubat | besok-besok bakal diulang, sekarang ama kamu, besok ama yang lain

mumpung Ramadhan, setan dibelenggu, ‪#‎UdahPutusinAja‬ | biar hatimu, dan dirimu, total untuk Allah aja, biar Allah atur yang terbaik 🙂

#UdahPutusinAja, kalau kamu deket sama Allah, istiqamah dalam Islam | siapkan dirimu, bener-bener persiapan, bukan pacaran yang modus aja

orang yang baik tak akan mendapat kecuali kebaikan | mulai dengan baik, insyaAllah diakhiri dengan baik #UdahPutusinAja 😀

===
Pacaran di Bulan Ramadhan
Oeh: Ustadz Felix Siauw

Udah Putusin Aja

1. apa bedanya, lelaki yang sudah beristri lalu selingkuh sama lelaki yang lagi berpacaran? | hakikatnya sama, mereka sama-sama maksiat

2. lelaki beristri pegang selingkuhannya, lelaki pacaran pegang pacarnya | sama-sama pegang cewek yang belum dinikahi kan? sama maksiat

3. anehnya, banyak cewek ngarep dapet suami setia, tapi mulai dengan pacaran | lha gimana, dari awal dia sudah latian maksiat ama kamu

4. sama Allah aja berani | apalagi cuma sama istri

5. perkara yang aneh, ngarep cowok soleh tapi pacaran | sama anehnya, ngarep jadi imam dirimu, tapi dianya nggak taat Allah

6. jadi ya wajar banget selepas nikah kamu punya banyak masalah | sebab dari awal hubungannya bukan karena Allah

7. maksiat itu bikin ketagihan, dan selalu menuntut level yang lebih tinggi | latihannya sama kamu pas pacaran, besoknya sudah ahli dia

8. kalau kamu bener-bener ngarep lelaki yang bisa jadi imam, tanggung jawab, baik, bisa diandalin | cari yang taat sama Allah Swt

9. kalo dia taat sama Allah, dia pasti gentle, pasti bahagiain kamu | minimal dia nggak akan nyusahin kamu dengan maksiat

10. cari suami itu yang mirip-mirip Rasulullah Muhammad, itu baru lelaki | lelaki yang memuliakan Allah, akan memuliakan wanita, insyaAllah

11. cari lelaki baik, yang taat pada Allah | bukan yang berani maksiat, nyesel nanti ‪#‎UdahPutusinAja‬

Udah Putusin Aja
Ustadz Felix Siauw

Selfie

itu cewek-cewek selfie sambil dimonyong-monyongin siapa sih yang ngajarin? (-_-); | bener-bener musibah..

wajah di kiyut-kiyutin, di unyu-unyuin, artis wannabe kali ya? | di-publish lagi, yeuh.. (-_-); stop it already..

cewek-cewek pikir selfie berlebih itu buat dirinya menarik? | mungkin iya, tapi bukan menarik untuk dijadiin istri (-_-);

bayangin aja udah jadi istri lalu selfie monyong-monyongan, di imut-imutin dan kiyut-kiyutin | bisa stres suaminya deh.. (-_-);

Islam justru ajarin Muslimah jangan seneng diperhatikan, dilihat orang lain | ini malah selfie nggak jelas… (-_-);

diperintah jelas menundukkan pandangan, agar kita dan orang pun terjaga | cewek sekarang modelnya malah “demen menggoda” (-_-);

mati-matian pengen dibilang cantik, tewas-tewasan cari perhatian | kayaknya desperate banget demi manusia.. (-_-);

asal tau aja, lelaki normal males kalo istrinya diperhatiin orang lain | risih kalo istrinya diliatin orang lain, nggak rela.. (-_-);

begitulah rasa malu jadi salah satu penghias terbaik bagi Muslimah | karena malu itu cabang keimanan, nggak rugi yang punya malu.. (-_-);

begitu pula hakikat hijab yang diperintahkan Allah | justru supaya Muslimah nggak diperhatikan, bukan malah jadi hiasan.. (-_-);

bila berhijab ingin tampil cantik menarik, niatnya perlu dibenahi | bila berfoto sebab ingin diperhatikan, niatnya perlu dibenahi (-_-);

selama rasa ingin eksis “ini loh gue!” masih tinggi, sulit hati merendah di hadapan Allah | maka sulitlah merasa manisnya iman (-_-)’;

jangan berlebihan, selfie-mu untuk goda suamimu aja, berpahala | jangan sampai malah jadi fitnah dan malah jadi sebab dosa.. (-_-);

yang belum nikah, tahan untuk berlebih-lebihan dalam berfoto | karena bagi lelaki baik, bukan itu yang dia lihat, itu tidak dia perlukan..

carilah perhatian Allah dengan meningkatkan keimanan | dan cabang iman yang penting bagi Muslimah, itulah rasa malu

Selfie
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Caper Sama Allah

1. pernah nggak ketemu sama orang yang sukanya caper? hehe.. | ya tingkah lakunya memang gitu, rada-rada aneh dan kadang lebay
2. orang caper itu demennya mention-mention biar di-mention balik, komen-komen biar dikomen balik | kadang-kadang ngemis, folbek kaka! 😀
3. orang yang caper juga nggak gampang nyerah, tangguh, apapun dia buat | nggak pagi, siang, sore, malem, tengah malem, dia caper
4. orang caper paling sakit hatinya kalo dicuekin, kalo nggak dianggep | “aku tuh gabisa digini-iiiiin” gitu kira-kira jeritan hatinya XD
5. nah, kalo manusia, sama orang caper gitu sering merasa risih | tapi beda dengan Allah, Allah seneng sama yang caper ke Dia
6. maka liat aja orang yang capernya ke Allah, tinggah lakunya rada aneh | orang tidur dia bangun, orang gibah dia dzikir, capeer…
7. orang yang sibuk caper ke Allah, berhenti caper ke manusia | soalnya doa sudah cinta mati ke Allah, nggak bisa berpaling haha..
8. dia demen mention-mention Allah biar Allah inget, komen-komen tentang Allah | tapi ya nggak lebay minta di folbek Allah hehehe.. 😀
9. dia banyak nulis tentang Allah, dia banyak baca tentang Allah | yaa sewajarnya orang yang lagi caper lah.. cuma ke Allah bukan manusia
10. dia takut dicuekin Allah, maka dia terus buat sesuatu agar Allah perhatian | semua yang disukai Allah, dia buat yang terbaik, asik
11. kadang dia juga lebay, kayak nggak perlu yang lain selain Allah | tapi memang gitulah, orang yang caper ke Allah, semuanya Allah
12. nah, caper ke Allah ini balesannya tunai di dunia juga DP di akhirat, nggak bakal kecewa | caper ke manusia mah capek, nggak asik
13. yuk ah, berhenti caper ama manusia, manusia juga risih ama yang caper | caper ke Allah aja, karena Allah pasti bales perhatian
14. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.. | yang lain boleh lewat, Allah jangan
Caper Sama Allah
Ustadz Felix Siauw

Ya Allah, Satukanlah Hati Kaum Muslim

Zaman sekarang memang zaman yang aneh, ada orang yang mengaku aktivis dakwah, teriak-teriak tentang Khilafah, pendirian negara yang berdasarkan syariat Allah, negara yang menerapkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, rindu dengan penerapan Islam secara kaaffah tapi subuh dia nggak hadir di Masjid, jarang puasa senin-kamis, tahajjudnya setahun bisa dihitung jari, dan baca Al-Qur’an juga malas, semua hal dikiritik olehnya, sampai-sampai seolah tidak ada kebaikan pada orang lain bila tidak berdakwah tentang Khilafah
Sama anehnya dengan orang-orang yang mengaku ikut kajian sunnah, senantiasa menganggap bahwa dirinyalah yang bertauhid, tapi tauhid ini tidak menyelamatkan saudaranya dari kekasaran lidahnya, dan bahkan tak memahami sunnah yang paling mudah yaitu menyenangkan saudaranya, mencintai saudaranya karena Allah, atau dia menganggap bahwa saudaranya hanya yang cingkrang celananya dan subur janggutnya, kalangannya saja
Aneh juga seperti orang-orang yang merasa bahwa dirinya mengikuti tarbiyah dan metode rabbaniyyah Rasulullah, namun menganggap bahwa kerja itu hanya dengan politik dan parlemen, selain itu berarti tidak berdakwah dan tidak berjuang, berarti hanya penonton yang selalu dianggap salah dan tidak ada betulnya
Lebih anehnya lagi, ternyata semua sifat-sifat diatas itu ternyata ada pada diriku, itu aku
Tapi zaman sekarang, ada juga orang-orang yang benar-benar sempurna tarbiyahnya, lembut tuturnya dan santun lisannya, sayangnya pada manusia tak dapat disembunyikan walau dengan cara apapun. Merangkul saudaranya satu demi satu, mempergauli mereka dengan ihsan, menjamu mereka layaknya tamu agung, rabbaniyyah sama semisal ajaran Rasulullah
Di zaman ini juga kami temukan mujahid-mujahid yang cinta sunnah, rapat janggutnya serapat dalil yang kuat yang dia pelajari dengan serius, dia bersabar dalam memperbaiki diri juga memperbaiki orang lain, saat berjumpa dengan Muslim yang lain ia memberikan tatapannya yang paling teduh dan senyum yang paling manis, walau ilmunya jauh lebih tinggi, tapi ia selalu bisa menemukan cara untuk belajar pada saudaranya sesama Muslim, akhlaknya itu sunnah, tauhidnya ada pada akhlaknya
Juga di zaman ini, pejuang Khilafah dan Syariah yang sangat mencintai sesamanya, dekat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, mencintai para ulama sebagaimana dia mencintai saudara-saudaranya, dia cinta pada sejarah Islam sebagaimana cinta pada bahasa Al-Qur’an, dia bukan hanya meramaikan Masjid, namun dialah yang memakmurkannya, siang harinya laksana singa dan malamnya seperti rahib, tak keluar dari lisannya kecuali ayat dan hadits, tak didengarnya kecuali kebaikan demi kebaikan
Dan aku ingin sekali seperti mereka
Kadangkala, kesedihan meliputiku saat aku mengetahui kebodohan diriku dan angkuhnya sikapku padahal aku kurang ilmu, disitu aku merasa kebangkitan Islam takkan Allah berikan padaku
Tapi, saat aku melihat wajah-wajah yang bercahaya dengan ilmu, dan agung akhlaknya itu, aku tahu bisa jadi Allah memperhitungkan mereka untuk memberikan kebangkitan Islam, dan aku berharap aku dapat sedikit saja memiliki kemuliaan mereka, dengan mencintai mereka

Calon Suami Yang Baik

cari calon suami itu yang rekam jejaknya bagus walau tak sempurna | ibadah dia segera, taubat nggak ditunda, cinta akhirat tak lupa dunia
lelaki yang santun pada orangtuanya, pandai bahagiakan keduanya | kemungkinan besar santun-ramah pada istrinya, dan bahagiakan istrinya
lelaki yang menomorsatukan Allah, dan senantiasa taat saat dia sendiri | akan jauh dari maksiat dan selalu dirindukan saat sudah beristri
lelaki yang senantiasa berdakwah, karena tak mau sendiri dalam taat | nantinya mengajakmu taat berdua, dan menjaga keluarga dari maksiat
lelaki yang hatinya terikat pada masjid, lisannya basah oleh Al-Qur’an | nantinya jadikan rumah tangga ibadah, syahdu penuh ketenangan
yang celaka, lelaki yang sudah rekam jejaknya jelek, enggan memperbaiki | maksiat dipelihara, kebaikan diolok-olok, sudah taubat kumat lagi
lelaki begini jangan diharap-harap, sudah dinikahi bikin susah | ibunya yang sudah melahirkan saja diabaikan, apalagi kamu
lelaki begini hanya bisa PHP, jangankan janji ke kamu | janjinya kepada Sang Pencipta saja bisa diingkari
lelaki begini minim tanggung jawab, pacaran terus | menikahi belum sanggup, maksiat jalan terus
lelaki begini, shalatnya ditinggal, puasa sekenanya, ibadah lalai | wajar nanti istrinya ditinggal, nafkah sekenanya, bahagia cuma mimpi
calon suami baik, itu rekam jejaknya baik, juga sebaliknya | cari rekam jejak ke ustadznya, bapak-ibunya | bukan dipacari, itu maksiat
calon suami baik itu dilihat dari rekam jejak hidupnya | kalo sekarang berani maksiat, sudah nikah lebih parah lagi
kalau dia taat dia nggak pacaran, kalau pacaran dia berani maksiat | kalau kamu cari calon suami baik lewat pacaran, jelas salah fatal
kalau rekam jejaknya baik, kemungkinan besar calon yang baik | kalau rekam jejaknya hancur, kemungkinan besar calon yang hancur
tentu ada pengecualian yang rekam jejaknya jelek tapi calon suami baik | tapi ya itu, melibatkan rekam jejak lain, taubat-taubat-taubat
‪#‎UdahPutusinAja‬, cari ridha Allah, taat pada Allah | kalau kamu yakin jodoh ditangan Allah, maka taat Allah jalan terbaik dapat suami baik
============

Remaja Muslim

bila pola pikirnya bukan berdasar dalil Islam | jangan heran bila dia mentolerir perkara haram
namanya pendidikan itu pembentukan karakter | bila yang haram sudah ditolerir bagaimana jadi benar?
adanya fakta orang yang berzina solusinya bukan diberi kondom | solusinya harusnya hapus perzinaan dan cegah dengan pembinaan
adanya fakta muda-mudi pacaran solusinya bukan diajar pacaran sehat | seharusnya sejak dini diberitahu itu perkara haram dan amal maksiat
inilah cermin pendidikan yang hanya mengejar ilmu dan pengetahuan | bukan karakter yang berbasis Islam, bukan membentuk pribadi taat
sudah terbukti pacaran itu pintu zina paling besar namun tetap abaikan | sama saja meremehkan dosa besar, memberi jalan bagi kemaksiatan
hancurnya pendidikan tatkala Al-Qur’an dan As-Sunnah cuma jadi bacaan | sementara budaya kufur ditolerir, dan dianggap suatu kewajaran
harusnya kemdikbud merumus materi pengajaran gunakan fakta dan data | fakta dan data berbicara lebih banyak daripada anggapan dan katanya
kemdikbud harus tahu bahwa pertanggungan tugas mereka hanya 5 tahunan | tapi pertanggungan mereka pada Allah? itu harus diingat baik-baik
dan setiap jiwa akan ditanya tentang amanah yang mereka pegang | dan hukum-hukum Allah yang mereka ketahui namun mereka abaikan
saat yang haram dilabeli wajar, sementara yang wajib dianggap ekstrim | maka saat itu kebenaran menjadi relatif, teladan menjadi sirna
bila terus begini, generasi kedepan sudah bisa ditebak adanya | Muslim namun caranya berpikir tak beda dengan yang bukan Muslim
makin beratlah tugas ini tatkala kemaksiatan diajarkan forrmal | sementara pemuka-pemuka yang harusnya berjuang malah bebal
semoga Allah melindungi anak-anak kita dari kemaksiatan terorganisir | semiga Allah memberikan kita kebaikan dimanapun dan kapanpun adanya
—————————-

Al Quran

hati yang keras tak tersentuh saat mendaras Al-Qur’an | hati yang keras tampak dalam perbuatan dan lisan
hati yang lembut bertambah takut saat membaca Al-Qur’an | hati yang lembut bagi istri dan anak jelas membahagiakan
akal yang selamat bertambah taat saat menelaah Al-Qur’an | akal yang selamat selalu akan hadirkan pencerahan
akal yang mulia beroleh karunia dengan Al-Qur’an | akal yang mulia tenang dalam berbuat santun dalam lisan
tiada sia-sia kata-kata yang dimuati Al-Qur’an | tiada dusta bila berdasar sabda Nabi junjungan
semua perkataan manusia pada hakikatnya adalah mudharat | jauh dari kebenaran selama tidak menetapi syariat
perbanyak pelajari Al-Qur’an dan Hadits setiap masa | karena lisan hanya mengeluarkan yang tersimpan dalam kepala
dengan Al-Qur’an dan Hadits, bicaranya manfaat diamnya taat | jauh dari Al-Qur’an dan Hadits, bicaranya mudharat diamnya khianat
————————–