AYAH YANG DIRINDUKAN (AWASSS!! INI TULISAN SERIUS, GAK NYANTAI)

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Yusuf : 4-5)
 
Lihatlah dialog yang terjadi antara ayah dan anak dalam ayat di atas. Sungguh adalah dialog yang indah. Dialog yang menggambarkan begitu dekatnya hubungan antara anak dan ayah. Sesuatu yang sekarang begitu jarang kita lihat. Ayah dan anak seringkali merasa asing. Bertegur sapa sebatas perlu. Layaknya orang yang sedang menunggu antrean busway. Isinya pun seputar PR anak, makan dan biaya kuliah. Fisik mereka serumah namun jiwa mereka terpisah lain dunia.
 
Yusuf, dalam ayat tersebut diceritakan mendatangi ayahnya. Bertanya tentang sesuatu yang sangat pribadi. Yakni tentang mimpi yang dialaminya. Sebuah hal yang menunjukkan ia hanya akan tanyakan sesuatu kepada orang yang paling ia percaya. Dan ayahnya pun memahami arti mimpi tersebut bahwa itu adalah kabar gembira dari Allah untuknya. Dan demi menjaga hal yang tidak diinginkan, maka ia pun menasehati anaknya agar berhati-hati dengan mimpinya terutama tak menceritakan kepada saudaranya.
 
Yang menarik dari dialog di atas adalah panggilan Yusuf kepada ayahnya menggunakan sebutan يا أبت, seolah-olah orang yang dipanggil, yakni Ya’qub ayahnya, berada di tempat yang jauh, padahal dia ada di depannya. Orang yang ada di depannya dibuat seakan-akan berada di tempat yang jauh menandakan ia dinantikan kehadirannya, karena yang dimaksudkan adalah menghadirkan hatinya dan perhatian terhadap sesuatu yang akan diceritakan (Hiwarul Aba’ Ma’al Abna fiil Qur’anil Kariim wa Tathbiqotuhut Tarbawiyah, Sarah Binti Halil Ad Dakhili)
 
Dari sinilah kita bisa mengambil dua pelajaran penting dalam konteks pengasuhan saat ini :
1. Adakah AYAH menjadi figur yang dirindukan oleh anaknya
2. Sejauh mana anak menaruh kepercayaan terhadap sang ayah
 
Ayah yang dirindukan. Ini menunjukkan ikatan hati yang terjalin sedemikian erat. Kesibukan ayah dalam mencari nafkah tak menghalanginya untuk menjalin ikatan batin kepada anaknya. Sehingga tiap pertemuan dirasa begitu berharga oleh anak. Kadang hanya singkat namun memberi makna. Ada kesan mendalam yang digoreskan dalam batin anak. Tentu hal ini terjadi jika ayah betul-betul menjalankan fungsinya sebagai pengasuh sekaligus pengasih.
 
Ketidakmampuan ayah menghadirkan kerinduan dalam jiwa anak berakibat kepada beralihnya perhatian anak kepada sosok-sosok lain diluar sana. Televisi dan segala perangkat digital menjadi rujukan mereka sekaligus pengisi kekosongan jiwa anak akan hadirnya ayah. Jiwa mereka telah terikat oleh pahlawan-pahlawan rekayasa buatan media. Dampaknya, kepulangan ayah ke rumah tak lagi dianggap istimewa. Ucapan salam ayah di depan teras rumah tak menggetarkan jiwa mereka untuk menyambut. Kalah dengan teriakan tukang bakso yang kadang membuat sebagian anak histeris menyambutnya.
 
Ketidakrinduan anak kepada ayah ini menjadikan fungsi ayah terbatas hanya kepada dua hal :
1. Memberi nafkah
2. Memberi izin untuk menikah
 
Tanpa sadar, anak menganggap ayah sebatas mesin ATM. Didatangi saat kehabisan uang belanja. Kehadiran ayah dirasa ada dan tiada. Bahkan banyak yang merasa sudah yatim sebelum waktunya meski sang ayah masih ada di sekitarnya. Wal’iyadzubillah…
 
Jika ini dibiarkan terjadi, maka hilanglah rasa kepercayaan anak kepada sang ayah. Dan ini ditandai dengan banyaknya ayah yang tak tahu kapan pertama kali anak lelakinya mimpi basah. Kenapa demikian? Sebab anak merasa sungkan untuk bertanya akan masalah seksualitas yang dialaminya. Bayangkan! Ayah menuntut anaknya untuk sholat subuh ke mesjid. Sementara anaknya baru saja mengalami mimpi basah dan tak tahu harus mandi junub. Sholat si anak tidak sah. Tentu ayah lah sebagai penanggung jawabnya.
 
Menjadi ayah yang dirindukan memang tak mudah. Layaknya menanam benih hingga menjadi tanaman padi yang bernas, butuh ketekunan, keseriusan dan kesabaran. Namun kelak ayah akan memanen hasilnya. Yakni berupa kepercayaan dari anak. Saat anak betah berlama-lama bercerita di hadapan ayah akan kegiatan sehari-harinya. Menjadikan ayah rujukan informasi pertama. Bahkan saat anak hadapi suatu masalah, ia tahu kepada siapa ia mencari solusi. Tak lain adalah ayahnya.
 
Bagi anak yang telah timbul rasa kepercayaan kepada ayahnya, sang ayah telah menjelma menjadi ‘super hero’ pertamanya. Memberi inspirasi di sepanjang perjalanan usia anak. Bahkan hingga ia berusia dewasa dan menua.
Tidakkah ini menjadi hal yang begitu menggembirakan bagi sang ayah? Saat petuah dan nasehat ayah senantiasa didengarkan dan dipatuhi anak. Bahkan saat ayah meninggal dunia, tak henti-hentinya anak mendoakannya seraya memohon ampun bagi sang ayah. Dan hal ini berdampak kepada kebahagiaan ayah di akherat. Perhatikanlah hadits berikut ini :
 
إن الرجل لترفع درجته في الجنة فيقول : أنى لي هذا ؟ فيقال : باستغفار ولدك لك . ‌
 
“Sesungguhnya ada seorang AYAH yang diangkat derajatnya di surga, maka iapun heran dan berkata : Bagaimana ini bisa untukku? Maka dikatakan : disebabkan anakmu beristighfar (memohonkan ampun) untukmu” (HR. Ahmad, Al Baihaqi)
 
Subhanallah. Maka, jadilah ayah yang dirindukan. Ayah yang tak sekedar mengurus kebutuhan fisik anak namun juga jiwanya. Luangkan waktu untuk berbincang mesra bersama mereka. Tak boleh ada media lain yang membuat kekhidmatan obrolan menjadi rusak. Abaikan dulu HP, laptop dan segala jenis media yang selalu menempel di dekat ayah. Sebab anak juga punya perasaan. Tak ingin diduakan.
 
Kelak ayah akan menjadi sosok layaknya Ya’qub. Yang begitu dekat dengan anak-anaknya. Menjadi figur yang utama dalam kehidupan mereka. Mengiringi perjalanan hidup anak hingga mereka dewasa. Meski raga terpisah namun hati terikat dalam jalinan cinta. Seraya berharap terkumpul bersama di surga.
 
Ya, negeri ini sedang darurat ayah. Dengan kata lain anak-anak kita butuh hadirnya sosok ayah. Ayah yang siap mengorbankan kesenangannya menonton bola di malam hari untuk membacakan cerita sebelum anak tidur. Ayah yang siap mengeluarkan segala jurus untuk mengikat hati anaknya. Ayah yang menjadi pahlawan pertama bagi mereka. Agar tak ada lagi anak-anak yang begitu ditanya : dimana ayahmu? Mereka cuma bisa menjawab ‘tau’ ah gelap’.
 

Mengendalikan Marah Kepada Anak (Tips Parenting)

1| Hal yg mesti menjadi fokus orangtua adalah bagaimana melatih diri untuk bisa mengasuh anak tanpa marah
2| Tak marah bukan berarti membiarkan perilaku negatif anak. Orangtua harus tegas untuk meluruskan anak jika menyimpang
3| Rasulullah mengatakan “jangan marah” dan menjanjikan surga bagi yg bisa melakukannya tersebab perilaku marah tak pantas dibiasakan
4| Marah yg diselimuti ekspresi menyeramkan serta kasar, alih-alih membuat anak berubah, justru malah trauma yg dirasakan anak. Anak pun terluka
5| Anak pun belajar untuk meluapkan marah dari cara kita mengekspresikannya. Sehingga kemarahan itu adalah emosi negatif yang menular
6| Marah juga mematikan daya berpikir anak. Sebab, menstimulasi batang otak anak. Alhasil anak berperilaku dengan batang otak tanpa berpikir
7| Anak yg berperilaku dengan batang otak atau otak reptil, maka bertindak secara reflek saat tertekan : melawan atau kabur. Ini buah dari marah yang tak tepat
sunglasses emoticon Lantas bagaimana jika anak melakukan kesalahan? Apakah dibiarkan? Tentu tidak. Kita harus tegas, tapi tak perlu marah-marah
9| Tegas bermakna mengikat anak kepada aturan. Maka perlu aturan yang jelas dan tersampaikan kepada anak. Agar kita tidak perlu marah
10| Mulailah dengan ingatkan anak kepada aturan yg sudah dibuat secara tegas. Agar kita tak perlu marah yang jelas-jelas merugikan kita termasuk anak-anak
11| Kalau boleh jujur, kadang ortu mencampuradukkan masalah di luar saat menangani anak yang berperilaku salah. Marah pun tak terbendung
12| Padahal bisa jadi kesalahan anak tak seberapa, namun ‘sampah’ emosi yang kita bawa dari luar tertumpah di hadapan anak
13| Maka sadari diri sebelum marah, apakah kita yang bermasalah ataukah anak yg jadi penyebabnya?
14| Pengakuan jujur bahwa emosi kita sebenarnya sudah kotor sejak awal sebelum bertemu anak, menunjukkan sayang kita, tak ingin lukai anak
15| Maka menghindarlah dari anak untuk sementara atau minta pasangan kita ambil alih penanganan kepada anak
16| Redakan marah yang mau tertumpah dengan cara segera berwudhu, berpindah tempat dan menghirup udara yang segar
17| Pandangi foto anak kita saat bayi dan katakan : ‘Tegakah dirimu menyakiti bayi ini yang kehadirannya kamu nantikan hingga berbulan-bulan?
18| Jika sudah nyaman dan emosi positif tumbuh, segera datangi anak dan katakan perasaan kita. Contoh : ayah kecewa, bunda kesal, dan lain lain
19| Sebutkan perilaku anak yang membuat kita kecewa dan kesal agar tak melabelling anak sebagai pelaku yg selalu salah. Anak merasa dihargai
20| Ingatkan anak dengan lembut namun tegas akan aturan yg sudah dibuat. Tak perlu marah. Agar anak menyadari kesalahannya
21| Boleh berikan konsekuensi atas perilaku anak yang salah agar anak berpikir. Konsekuensi terbaik adalah menunda kesenangannya
22| Lihatlah bagaimana cara Allah memberikan konsekuensi kepada Nabi Adam atas pelanggaran yg dilakukannya utk tidak dekati pohon terlarang
23| Allah ingatkan Adam akan aturannya. Dan saat Adam melanggar maka Allah berikan konsekuensi dengan diambil kesenangannya yakni surga
24| Maka adam pun menyadari kesalahannya dgn ucapkan doa “Rabbana zholamna anfusana”. Ini adalah pengakuan akan salah
25| Kisah lengkap ada di Alquran (7:11-25). Hendaknya, begitulah cara kita mengelola marah kepada anak agar yang muncul adalah perbaikan jiwa
26| Marah hanya memuaskan syahwat liar kita. Tak peduli dampaknya. Namun tegas, yang kita inginkan perbaikan perilaku anak. Amat beda
27| Semoga kita bisa belajar kendalikan marah kita namun tetap tegas akan perilaku anak yg menyimpang. Mohon maaf jika kurang berkenan
==========================

Mencari Berkah Pasca Nikah

1| Ini bukan tentang barca versus madrid. Tapi bagaimana mencari barca (alias berkah) pasca married
2| Berkah itu penting. Jika tak ada dalam rumah tangga, suasana bisa genting. Masalah datang menambah pusing
3| Rasul menegur sahabat yang mendoakan pengantin : ‘bir rifa-i wal banin’. Semoga kalian rukun dan banyak anak. Ini bukan ajaran addin
4| Doa yang utama bagi pengantin adalah mendapat berkah. Sebab berkah mendatangkan sakinah. Setiap penghuni merasa betah di rumah
5| Doa yang hanya fokus kepada banyak anak dan kerukunan adalah doa jahiliyah. Sebab urusan nikah terkait dengan ibadah. Maka yang dicari adalah berkah
6| Berkah bermakna ziyadatul khair ‘bertambahnya kebaikan’. Jika kebaikan bertambah, maka keburukan terusir sudah. Lenyaplah masalah
7| Rumah tangga ibarat tanah lapang. Jika tak ditanam pepohonan, yang tumbuh rumput ilalang. Kebaikan hilang, keburukan datang
sunglasses emoticon Jika anak mulai berulah, pasangan suka marah-marah, orang lain ikut campur masalah, hati gelisah, semua bermula dari tak adanya berkah
9l Jangan buru-buru datang ke psikolog, jika nilai anak di sekolah jeblok. Jangan buru-buru ke konselor jika dengan pasangan tak saling tegor
10| Sebelum minta bantuan orang tuk tangani masalah rumah tangga kita, mari tengok apakah berkah telah tumbuh subur dalam keluarga kita
11| Sebab perkara rumah tangga bukan sekedar bahas aspek teknis, namun juga aspek non teknis. Saat nilai agama menjadi basis
12| Bagaimana memulainya? Jadikan taqwa sebagai visi utama. Keberkahan bermula dari ketakwaan yang terukir dalam sikap dan perbuatan
13| Bagaimana mungkin mengaku takwa jika dalam rumah tangga yang dibicarakan seputar kemana liburan, jadwal makan, dan rumah idaman
14| Padahal tema pembicaraan dalam keluarga menentukan visi rumah tangga. Jika ortu lebih banyak bicara harta, anak pun jauh dari agama
15| Apa yang sering dibicarakan tunjukkan visi asli kepemimpinan (ath thobari). Jika memiliki visi taqwa, lebih banyak bincangkan seputar agama
16| Maka periksa dialog antar anak. Jika masih seputar mainan atau uang yang banyak, tanda nilai taqwa belum sampai kepada mereka
17| Bermula dari sekedar tema pembicaraan, menentukan datangnya keberkahan. Maka bicarakan kepada anak tentang agama dengan cara menyenangkan
18| Jika taqwa telah rutin dibincangkan, kemudian jadikan bangun pagi sebagai kebiasaan. Hanya keluarga yang rutin bangun pagi yang diberkahi
19| Rasul mendoakan umatnya yang aktif bangun pagi agar dapat berkah. Sebab orang yg bangun kesiangan tanda pribadi yang bermasalah
20| Masalah keluarga bermula dengan menganggap bangun kesiangan sebagai hal biasa. Padahal ini adalah petaka rumah tangga
21| Sebagian besar anak yang candu narkoba dan terpapar pornografi memiliki ciri susah bangun pagi. Sudah terbiasa kesiangan sejak dini
22| Maka, jadikan bangun pagi sebagai kebiasaan di dalam keluarga. Agar keberkahan datang menyapa. Masalah perlahan sirna
23| Dan setelahnya mari perbanyak keberkahan lewat interaksi terhadap quran. Sebab quran sebagai bukti keberkahan dari Allah Ar Rahman
24| Rumah tangga tanpa quran ibarat kuburan. Nampak sepi dan menyeramkan. Malaikat datang merasa sungkan. Masuk rumah pun enggan
25| Jangan biasakan musik lebih terdengar daripada quran. Keberkahan kian terusik berganti hingar bingar kesia-siaan
26| Telinga anak yang terbiasa mendengarkan quran, kan lebih mudah terajak kebaikan. Saat di luar rumah tak terpengaruh teman
27| Dan harus pula jadi fokus orang tua tuk cari tempat tinggal yang diberkahiNya. Salah satunya dekat dengan masjid atau musholla
28| Salah memilih tempat tinggal awal dari pengasuhan yg gagal. Padahal anak dipengaruhi oleh lingkungan, maka cari tempat tinggal yang aman
29| Jika rumah lebih dekat dengan masjid maka anak terdidik menjadi ‘abid. Jika lebih dekat dengan pasar, ia terlatih puaskan syahwatnya yang liar
30| Saat pilih lokasi rumah, jangan terpesona investasi tanah. Tanyakan dimana masjid tempat ibadah. Ini awal keluarga berkah
31| Sebagaimana Ibrahim Ayah teladan memberi pengajaran. Lebih pilih rumah jauh di tanah tak bertuan asal dekat dengan masjid baiturrahman
32| Jika masalah datang berulang kali, bisa jadi saat berkeluarga salah milih lokasi. Keberkahan akhirnya pergi enggan tuk kembali
33| Selanjutnya, jangan abaikan kebiasaan bermain hujan. Dalam air hujan ada keberkahan. Ini janji Ar Rahman yg tertulis dalam quran (50:9)
34| Dalam hujan gerimis tercipta suasana romantis. Dalam hujan lebat, cinta makin tertambat. Ajak keluarga main hujan supaya datang keberkahan
35| Bagi yang hendak bercerai, cobalah dulu bermain hujan dengan pasangan. Hubungan yang retak tiba-tiba terganti cinta yang menghentak
36| Sebagai penutup, pintu keberkahan keluarga mengucur deras dalam aktivitas makan
bersama. Ini adalah ajaran rasul yang mulia
37| Bukan sekedar maknyuss nya makanan yang kau rasa. Tapi kebersamaan saat makan itu yang jadi tujuan utama. Berkah selalu dalam keluarga
38| Luangkan waktu dalam sepekan untuk makan bersama. Ini juga sebagai upaya tuk cairkan suasana. Saling berbagi cerita. Tercipta mesra
39| Tips berkah ini silahkan dicoba bagi yang sudah berumah tangga. Yang masih jomblo, ya imajinasikan aja. Siapa tau jodoh datang segera
40| Jadi sebelum minta bantuan pihak ketiga dalam masalah rumah tangga anda, ajak keluarga mencari berkah bersama. Viva Barca 😀 Sila share jika berguna 

MENCARI BERKAH PASCA NIKAH
by: Bendri Jaisyurrahman 

Ayah Kepala Sekolah [Bagian 02] Bahagiakan Pasanganmu

Untuk kali ini, izinkan saya bicara kepada para ayah dari hati ke hati. Soalnya kalau dari Jakarta ke bekasi lama sampainya hehe…Kira-kira apa yang jadi pertimbangan utama ayah dalam memilihkan sekolah bagi anaknya? Tentu yang pertama kali adalah keamanan dan kenyamanan sekolah sebagai salah satu pertimbangannya. Anak akan betah berlama-lama di dalamnya. Kalau perlu sampai nginap di sana. Fokus dalam belajar. Gak suka nongkrong di luar. Apalagi mencoba untuk kabur dan minggat lantas kemudian mencari tempat lain yang lebih nyaman bagi mereka.
Dalam konteks pengasuhan, sekolah pertama bagi anak adalah ibu. Ya. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak. Selain karena tak ada biaya formulir dan uang gedung, anak juga bebas dari tagihan SPP dan tuntutan PR smile emoticon. Ini adalah sekolah idaman. Setidaknya bagi saya yang dulu saat sekolah paling malas ngerjain PR hehe.. Namun di luar itu, peran ibu sebagai sekolah tak lain memberikan rasa nyaman bagi anak agar betah berlama-lama di dekatnya. Tidak suka keluyuran di luar. Menjadi tempat untuk curhat di saat anak resah. Mengadukan segala gundah. Dan terutama memberikan nilai pengajaran bagi anak agar tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Kesemua hal di atas akan dapat dipenuhi oleh ibu jika peran kepala sekolah yang dipikul oleh ayah berjalan dengan maksimal. Ayah sebagai kepala sekolah bertanggung jawab menyamankan sekolah. Dalam hal ini adalah ibu dari anak-anaknya. Sebab, sulit bagi ibu membuat anak betah ada di sisinya kalau sang ibu tak mendapatkan dukungan. Mudah stress. Hanyut dalam perasaannya sendiri. Terlebih jika hujan turun, ibu makin galau. Pengennya muter-muterin tiang listrik atau pohon bak artis india kemudian teriak histeris meratap sambil habisin mie goreng dua piring hehe… lebay ah. Intinya, Ibu yang tak nyaman biasanya gampang marah. Emosinya meledak-ledak kayak petasan di malam tahun baru. Alhasil, anak lebih betah nongkrong berlama-lama di mall dan warnet. Atau tempat hiburan lainnya. Malas untuk pulang bertemu ibunya. Sebab terbayang akan bertemu dengan sosok yang meskipun cantik, kulit putih, rambut panjang terurai namun ternyata punggungnya bolong dan ketawanya mengerikan. Ups ini mah kuntilanak.., Maaf, maaf. Maksudnya sosok yang menyeramkan dan angker bagi jiwa anak. Inilah gejala munculnya mother distrust di kalangan anak-anak saat ini akibat ibu yang dirasa tak lagi memberikan kenyamanan bagi mereka.
Semua hal tersebut, lagi-lagi karena peran ayah sebagai kepala sekolah yang hilang. Tanggungjawab menciptakan suasana nyaman sekolah seharusnya ada di tangan ayah. Ayah lah yang seharusnya berpikir untuk membuat anak betah bersama ibunya. Dalam hal ini, tugas ayah adalah memperhatikan kebutuhan batin sang ibu. Hakekatnya, ibu akan bisa memberikan rasa nyaman kalau kebutuhan batinnya terpenuhi. Ada ruang baginya untuk bicara mengeluarkan isi hati dan pikirannya. Sebab, menurut sebuah penelitian, wanita yang sehat jiwanya minimal mengeluarkan 20000 kata perhari. Ini benar lho. Makanya kalau mau aman, nikahilah penyiar radio atau MC hehe. Dua puluh ribu kata mah udah terlampaui mereka ucapkan sebagai tuntutan profesi.
Ibu yang jarang diajak bicara oleh ayah, maka bahasa tubuhnya tidak mengenakkan. Menyusui anak sambil resah. Tak mampu mendengarkan curhatan anak. Tak sabar saat bicara sebab emosi yang tak terkontrol. Akibatnya anak hanya dapat ‘sampah emosi’ dari ibunya. Anakpun akhirnya lebih memilih menghindar dan menjauh dari ibunya. Inilah petaka pertama dalam pengasuhan : ketika ibu tak lagi dirindukan oleh buah hatinya.
Maka, tugas wajib ayah sebagai kepala sekolah adalah memberikan waktu dan ruang setiap hari bagi ibu untuk bicara sebagai upaya menyehatkan jiwanya. Dengarkanlah keluh kesahnya. Kalaupun ibu mau marah-marah dan nangis silahkan ke ayah aja. Ibarat kata, biarkan ibu membuang sampah emosinya ke ayah agar ibu bisa memberi bunga cinta untuk anaknya.
Ibu yang sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sebagai sekolah terbaik bagi anak. Ia bisa tahan berjam-jam mendengarkan keluh kesah anak. Ia mudah memberikan maaf sekaligus senyuman saat anak melakukan kesalahan hingga anak pun selalu merindukan ada di dekatnya. Dan hal ini harus didukung oleh ayah yang memperhatikan kondisi batinnya. Selain juga kebutuhan fisiknya. Agar ibu sehat luar dan dalam. Maka, ayah yang hebat bermula dari suami yang dahsyat. Peka akan kebutuhan pasangan. Peduli setiap saat. Kesimpulannya, bahagiakan pasangan kita. Sebab, ia adalah sekolah pertama untuk anak-anak kita (bersambung)
Artikel seri sebelum ini adalah AYAH KEPALA SEKOLAH (bag. 1)

Islam Asyik Deh [Seri 05]

TANYA JAWAB with Bendri Jaisyurrahman 
TANYA : Gimana sih biar bisa gampang bangun buat solat tahajud, kalo udah bangun penginnya tidur lagi? (Raih Yulianti ~ Jakarta)
JAWAB :
Ukhti raih yulianti yang shalihah, pertanyaan kamu amatlah bagus. Itu tandanya kamu punya niat baik buat bisa bangun sholat tahajud. Nah, niat yang kuat ini bisa jadi jalan juga biar bisa bangun pas tahajud. Karena itu kuatkan niat kamu juga ya. Kalau udah, mulai atur pola tidur kamu. Jangan begadang jika tiada artinya. Begadang boleh saja kalau ada perlunya (lah? Jadi nyanyi). Sungguh ter..la..lu..hehe..
Jika sempat, tidur sesaat di siang hari. Agar saat malam kamu tidak terlalu mengantuk. Atau kalau gak sempat tidur siang, ya tidurlah lebih awal setelah sholat isya plus jangan kekenyangan makan. Habis itu kuatin niat buat bangun dan minta ke Allah “ya Allah nanti malam, aku ingin berbincang mesra denganmu lewat tahajud, bangunkan aku ya Allah. Usirlah setan-setan yang menggodaku untuk tetap tidur”. Nah, permohonan sungguh-sungguh kamu akan membantu proses bangunnya kamu dengan kondisi fresh.
Selain itu, hal yang mempermudah kita buat bangun di malam hari adalah jangan lakukan maksiat di siang hari. Sebab maksiat yang kita lakukan di siang hari akan mematikan hati hingga ia sulit diajak kompromi buat bangun di malam hari. Makanya siang hari perbanyak amal sholih yang bisa bantu kamu buat bangun pas tahajud. Misalnya traktir saya makan siang di restoran sederhana (idiiih…ngareep) grin emoticon Pokoknya banyakin amal sholeh deh…
Kalau masih susah juga, coba bantu pakai weker yang nyaring. Nah, wekernya kamu masukkin dalam kotak yang digembok terus gemboknya kamu buang ke halaman luar. Jadi pas bunyi weker nyala, kamu sempet-sempetnya nyari kunci gembok di halaman luar kan? Khawatir dimarahin warga se-RT. insyaAllah gak ngantuk lagi deh hehe
Selamat bertahajud ya. Doakan saya

Mari Gembirakan Ibu Hamil

1. Sudah menjadi resep dari zaman ke zaman bahwa generasi unggul bermula dari kepedulian terhadap bayi saat dalam kandungan
2. Ibu yang hamil dalam keadaan gembira melahirkan bayi dengan kualitas otak yang sempurna
3. Sebaliknya, ibu yang hamil dalam keadaan stress akan melahirkan bayi yg tidak beres
4. Tugas utama suami adalah menggembirakan istri di saat hamil. Disinilah peran ayah dimulai secara riil
5. Masyarakat pun harus turut serta. Sebab kelak akan muncul ilmuwan hebat dari rahim ibu yang hamil gembira. Manfaatnya utk kita semua
6. Jika masyarakat cuek bahkan zholim kepada ibu hamil, dampaknya di masa yang akan datang, generasi berkualitas pun menjadi nihil
7. Jika tak mampu membuat ibu hamil gembira, setidaknya jangan buat ia berduka dan nelangsa
8. Ibu hamil memang emosinya sangat sensi. Tapi bagi suami yg peduli malah terlihat makin seksi 🙂
9. Jika ibu hamil nampak emosi, hibur ia dengan apapun yg ia suka selama tak bertentangan dgn agama. Belikan galaxy S5 misalnya 🙂
10. Menggembirakan ibu hamil adalah bagian dari kontribusi kita menciptakan generasi istimewa. Kita pun kecipratan pahala
11. Jika ibu hamil mengesalkan hati, bersabarlah. Ini proses yg tak lama. Bisa jadi ini pintu surga bagi kita
12. Jika bermasalah dengan ibu hamil, datangi suaminya. Selesaikan dengan bijaksana. Ibu hamil sudah cukup berat masalahnya dgn beban dalam rahimnya
13. Hak ibu hamil apa saja? Alquran mencatat setidaknya ada 3 : makan yg enak, minum yg nikmat dan bersenang2 ( Maryam : 26)
14. Maka ngidam bagi hamil itu boleh selama wajar. Jangan ngidam nabok presiden SBY. Ini kurang ajar  🙂
15. Dahulukan kebutuhan ibu hamil dalam banyak hal. Persilahkan ia duduk nyaman saat di bis penumpang banyak berjejal
16. Persilahkan ibu hamil makan terlebih dahulu meskipun kita sama2 lapar. Jika perlu beri jatah makanan yg kita punya demi senangkan hatinya
17. Beri kejutan hadiah pada ibu hamil, dapat pahala berlipat ganda. Sebab menyenangkan hati orang lain itu berpahala terlebih bagi ibu hamil
18. Kultwit ini khusus saya persembahkan bagi istri saya yg lagi hamil anak keempat. Bantu saya tuk gembirakan hatinya yg sedang hamil berat
19. Jika kelak muncul dari rahim istri saya generasi hebat, maka siapapun yg menggembirakannya saya doakan dapat pahala berlipat
20. Jika ia sedang sedih, bagi yg kenal dengannya tolong gembirakan dan hibur ia di saat saya tak di sisinya
21. Jika ia butuh makanan atau minuman yang ia suka, silahkan belikan. Tagihannya ke saya aja. Mudah2an bisa dicicil berjangka 🙂
22. Jika ada masalah personal dengannya, bersabarlah. Marah-marahnya ke saya aja. Saya siap menampung emosi anda 🙂
23. Teruntuk @anita_widayanti bergembiralah. Ini saatmu bersenang-senang. Biarkan aku yg tanggung susahnya meski tak seberapa dengan yang kau rasa
24. Dan bagi siapapun yang sedang hamil, bersenang-senanglah. Buat rahimmu layaknya surga yang nyaman bagi buah hati tercinta
25. Mari berdoa dan berupaya sungguh-sungguh agar ibu hamil di sekitar kita selalu gembira. Jadikan Anda aktor penggeraknya. 
Silahkan share jika ada guna. Salam bahagia 
=========================
Memberikan informasi dan tips seputar anak dan ibunya.
=> Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil -> bit.ly/1cPYVmP
=> Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil -> bit.ly/PaketMasaHamil
=> Panduan Merawat Bayi, Perkembangan Bayi Dan Problematika Bayi -> bit.ly/klikbayi  

Islam Asyik Deh [Seri 04]

TANYA JAWAB with Bendri Jaisyurrahman
TANYA :
Apa yang membuat remaja lebih memilih pacaran daripada menikah muda? (Andika Bagus Yulianto ~ Jogjakarta)
JAWAB :
Akhi andika yang gak kangen band hehe, banyaknya remaja yang lebih memilih pacaran daripada nikah muda, bisa jadi karena syahwat menyala-nyala namun gak berani tanggung jawab di hadapan Allah. Beraninya ngerayu doang, namun nyali untuk berumah tangga gak ada. Segala kitab rayuan dihafal ampe berbusa-busa. “Bapak Kamu Kabareskrim ya? Soalnya kamu tiba-tiba menyergap isi hatiku saat aku berangkat sekolah” ‪#‎yiiihaaa‬. Si wanita pun klepek-klepek dibuatnya. Tapi pas diminta ngucapin 3 kata doang gak berani. Tiga kata yang dimaksud adalah “saya terima nikahnya”. Nah, 3 kata inilah yang dihindari banyak anak muda pengecut. Makanya, kalau berani, nikahin aja. Atau kalau belum berani, jangan pacaran. Kumpulin keberanian buat ngucapin 3 kata tadi.
Alhamdulillah saya sih udah berani. Bahkan kalau ada yang nantangin sekali lagi? Hmmm, ntar dulu deh. Berani cukup sekali aja. Kalau berkali-kali nekat namanya hehe..
So, apakah dirimu berani?

Ayah Kepala Sekolah [Bagian 01]

Jika kita bicara tentang masalah anak, nama ibu pasti dibawa-dibawa. Apalagi kalau anak udah bikin ulah. Mecahin kaca jendela tetangga, cabut dari sekolah, nongkrong ampe malam di luar rumah, nempelin permen karet di bangku guru, ngintipin orang mandi. Sampai yang paling ekstrim: jadi pecandu narkoba, maniak pornografi, hingga menghilangkan nyawa orang lewat aksi tawuran atau pemalakan.
Kita akan berteriak “Ibunya mana nih? Bisa gak sih ngurus anak?”. Sampai-sampai si ayah juga ikut nyalahin ibu sambil ngancam “Kalau gak bisa urus anak, apa perlu aku buka cabang kayak alfamart?”. Modus poligami nih. Cari-cari kesalahan istri biar bisa nikah lagi hehe.. Lagian pada dasarnya semua istri siap dimadu kok. Asal suaminya siap diracun 😀 .
Tapi inti pembicaraan kita bukan tentang poligami. Kita lagi bicarakan dilema ibu yang sering disalahkan jika anak bermasalah. Hal ini karena dogma yang berkembang di masyarakat menyatakan bahwa “ibu madrasah pertama seorang anak”. Ini benar. Tidak diragukan lagi. Pertanyaannya, peran ayah bagaimana? Padahal layaknya madrasah, tidak akan berjalan sukses kalau tidak ada kepala sekolahnya. Itulah kenapa pepatah di atas mestinya berbunyi begini “Ibu madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya”. Nah ini lebih adil. Masing-masing punya peran. Ayah jadi tahu tugasnya bahwa ia punya Madrasah yang akan menentukan kesuksesan anaknya di masa depan. Madrasah ini namanya ibu.
Kondisi saat ini, banyak madrasah yang tak punya kepala sekolah. Sebab ayah yang seharusnya menjalankan tugas ini tak paham perannya. Jadilah ibu mengurus anak seorang diri tanpa orientasi, arahan dan bimbingan dari kepala sekolah. Sehingga mengasuh anak sekedar menghabiskan waktu saja seraya berkeluh kesah “Mengasuh anak kok susah banget ya?”. Dan saya biasanya menjawab : Iya, mengasuh anak memang susah sebab hadiahnya adalah surga. Kalau mengasuh anak itu mudah, maka hadiahnya cuma voucher pulsa 😀
Yang saya bahas disini tentu keluarga yang status ayah dan ibunya masih bersama. Bukan yang single parent. Itu lain perkara. Nah, kembali ke pembahasan Ayah kepala sekolah, maka sudah semestinya ayah jalankan fungsi ini di dalam rumah. Sebagaimana umumnya kepala sekolah yang memang jarang berinteraksi dengan anak, namun tetap jalankan tugasnya selaku kepala sekolah. Minimal ada 4 tugas kepala sekolah yang menjadi tanggung jawab ayah demi terwujudnya kualitas anak yang unggul. Keempat tugas itu di antaranya : 
1. Membuat suasana aman dan nyaman sekolah 
2. Menentukan visi dan misi 
3. Melakukan evaluasi 
4. Menegakkan aturan
Keempat hal ini akan kita bahas satu persatu di tulisan berikutnya. Keempat tugas inilah yang sejatinya harus ditunaikan oleh ayah sebagai bentuk kepedulian terhadap anak. Anak sebagai siswa didik merasakan kehadiran kepala sekolah yang mengurus pertumbuhan mereka baik secara fisik, psikis maupun spiritual. Begitu juga ibu. Memiliki pemandu yang mengarahkan tercapainya tujuan pengasuhan. Tak merasa dibiarkan seorang diri mengurus anak.
Itulah kenapa, jika ayah hanya mengurusi masalah fisik rumah semisal genteng bocor, TV rusak, lampu mati, maka sejatinya ini bukan ayah kepala sekolah. Lebih tepatnya disebut ayah marbot atau penjaga sekolah. Maka, para ayah, mari tingkatkan derajat diri menjadi ayah kepala sekolah (bersambung)
Oleh: Bendri Jaisyurrahman

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng


Jadi Ikhwan jangan cengeng..

Dikasih amanah pura-pura batuk..


Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..


Afwan ane sakit..


Afwan PR ane numpuk..


Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..


Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..


Terus dakwah gimana? digebuk?




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..


udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..


Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..


Kesehariannya malah jadi genit..


Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..


Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..


Rencana awal cuma kirim Tausyiah..


< span style="background-color: white; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;">

Lama-lama nanya kabar ruhiyah..


sampe kabar orang rumah..


Terselip mikir rencana walimah?


Tapi nggak berani karena terlalu wah!


Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Abis nonton film Palestina semangat membara..


Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..


Semangat jadi penontonnya luar biasa..


Tapi nggak siap jadi pemainnya..


yang diartikan sama dengan hidup sengsara..


Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ngumpet-ngumpet buat pacaran..


Ketemuan di mol yang banyak taman..


Emang sih nggak pegangan tangan..


Cuma lirik-lirikan dan makan bakso berduaan..


Oh romantisnya, dunia pun heran..


Kalo ketemu Murabbi atau binaan..


Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?


Oh malunya sama Murabbi atau binaan?


Sama Allah? Nggak kepikiran..


Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Disuruh infaq cengar-cengir. .


Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..


Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..


Suruh tenang dan berdzikir..


Malah tangan yang ketar-ketir. .


Leher saudaranya mau dipelintir!




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..


Malah nyari Aminah..


Aminah dapet, terus Walimah..


Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..


Dakwah yang dulu kemanakah?


Dakwah kawin lari..lari sama Aminah..


Duh duh…Amanah Aminah..


Dakwah.. dakwah..


Kalah sama Aminah..< /div>




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Buka facebook liatin foto akhwat..


Dicari yang mengkilat..


Kalo udah dapet ya tinggal sikat..


Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat: “Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah..udah kuliah? Suka coklat?”


Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..


Akhwatnya terpikat..


Mau juga ditraktir secara cepat..


Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…


ya udah.. langsung TEMBAK CEPAT!


Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..


badan goyang-goyang kayak ulat..


Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..


Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..


Zina pun menjadi hal yang nikmat..


Udah pasti dapet laknat..


Duh.. maksiat.. maksiat…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ilmu nggak seberapa hebat..


Udah mengatai Ustadz..


Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..


Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..


Lho kok udah berani nuduh ustadz..


Semoga tuh otaknya dikasih sehat..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Status facebook tiap menit ganti..


Isinya tentang isi hati..


Buka-bukaan ngincer si wati..


Nunjukin diri kalau lagi patah hati..


Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..


Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..


Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..


Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..


Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh..


tau dari pengajian..


Kepala cenat-cenut kebingungan. .


Oh kasihan..


Mendingan cacingan..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..


Makin bingung nyari teladan..


Teladannya bukan lagi idaman..


Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..


Mau jadi putih nggak kuat nahan..


Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..


Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..


Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Diajakin dauroh alasannya segudang..


Semangat cuma pas diajak ke warung padang ..


Atau maen game bola sampe begadang..


Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..


Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..


Duh.. berdendang…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Bangga disebut ikhwan..hati j
adi wah..


Tapi jarang banget yang namanya tilawah..


Yang ada sering baca komik Naruto di depan sawah..


Hidup sekarang jadinya agak mewah..


Hidup mewah emang sah..


Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Dulunya di dakwah banyak amanah..


Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..


Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..


Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..


Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..


Anak baru dipandang dengan mata sebelah..


Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..


Dari situ bilang.. Dadaaahhh..


Saya dulu lebih berat dalam dakwah..


Lanjutin perjuangan saya yah…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..


Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..


Murabbi ikhlas dibikin melongo..


Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..


Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..


Ada pula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si Komo..


Oh noo…




Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…




*dari kisah dan tausiyah seorang sahabat*


—————————————————–

Mari Gembirakan Ibu Hamil

1. Sudah menjadi resep dari zaman ke zaman bahwa generasi unggul bermula dari kepedulian terhadap bayi saat dalam kandungan
2. Ibu yang hamil dalam keadaan gembira melahirkan bayi dengan kualitas otak yang sempurna
3. Sebaliknya, ibu yang hamil dalam keadaan stress akan melahirkan bayi yg tidak beres
4. Tugas utama suami adalah menggembirakan istri di saat hamil. Disinilah peran ayah dimulai secara riil
5. Masyarakat pun harus turut serta. Sebab kelak akan muncul ilmuwan hebat dari rahim ibu yang hamil gembira. Manfaatnya utk kita semua
6. Jika masyarakat cuek bahkan zholim kepada ibu hamil, dampaknya di masa yang akan datang, generasi berkualitas pun menjadi nihil
7. Jika tak mampu membuat ibu hamil gembira, setidaknya jangan buat ia berduka dan nelangsa
8. Ibu hamil memang emosinya sangat sensi. Tapi bagi suami yg peduli malah terlihat makin seksi 🙂
9. Jika ibu hamil nampak emosi, hibur ia dengan apapun yg ia suka selama tak bertentangan dgn agama. Belikan galaxy S5 misalnya 🙂
10. Menggembirakan ibu hamil adalah bagian dari kontribusi kita menciptakan generasi istimewa. Kita pun kecipratan pahala
11. Jika ibu hamil mengesalkan hati, bersabarlah. Ini proses yg tak lama. Bisa jadi ini pintu surga bagi kita
12. Jika bermasalah dengan ibu hamil, datangi suaminya. Selesaikan dengan bijaksana. Ibu hamil sudah cukup berat masalahnya dgn beban dalam rahimnya
13. Hak ibu hamil apa saja? Alquran mencatat setidaknya ada 3 : makan yg enak, minum yg nikmat dan bersenang2 ( Maryam : 26)
14. Maka ngidam bagi hamil itu boleh selama wajar. Jangan ngidam nabok presiden SBY. Ini kurang ajar  🙂
15. Dahulukan kebutuhan ibu hamil dalam banyak hal. Persilahkan ia duduk nyaman saat di bis penumpang banyak berjejal
16. Persilahkan ibu hamil makan terlebih dahulu meskipun kita sama2 lapar. Jika perlu beri jatah makanan yg kita punya demi senangkan hatinya
17. Beri kejutan hadiah pada ibu hamil, dapat pahala berlipat ganda. Sebab menyenangkan hati orang lain itu berpahala terlebih bagi ibu hamil
18. Kultwit ini khusus saya persembahkan bagi istri saya yg lagi hamil anak keempat. Bantu saya tuk gembirakan hatinya yg sedang hamil berat
19. Jika kelak muncul dari rahim istri saya generasi hebat, maka siapapun yg menggembirakannya saya doakan dapat pahala berlipat
20. Jika ia sedang sedih, bagi yg kenal dengannya tolong gembirakan dan hibur ia di saat saya tak di sisinya
21. Jika ia butuh makanan atau minuman yang ia suka, silahkan belikan. Tagihannya ke saya aja. Mudah2an bisa dicicil berjangka 🙂
22. Jika ada masalah personal dengannya, bersabarlah. Marah-marahnya ke saya aja. Saya siap menampung emosi anda 🙂
23. Teruntuk @anita_widayanti bergembiralah. Ini saatmu bersenang-senang. Biarkan aku yg tanggung susahnya meski tak seberapa dengan yang kau rasa
24. Dan bagi siapapun yang sedang hamil, bersenang-senanglah. Buat rahimmu layaknya surga yang nyaman bagi buah hati tercinta
25. Mari berdoa dan berupaya sungguh-sungguh agar ibu hamil di sekitar kita selalu gembira. Jadikan Anda aktor penggeraknya. 
Silahkan share jika ada guna. Salam bahagia 
——————————–