Cuplikan Untaian Nasihat Ibnu al-Jauzi Teruntuk Anak Tercintanya

Seandainya seorang dari kita mencermati lama masa hidupnya di dunia, taruhlah sepanjang enam puluh tahun. Kurang lebih tiga puluh tahun dari itu dihabiskan untuk tidur. Masa kanak-kanak dan remaja sekitar lima belas tahun. Jika sisanya dihitung, bagian terbesarnya habis digunakan untuk mengikuti dorongan syahwat, makan dan mencari penghidupan. Yang tersisa untuk akhirat pun masih tercampur riya dan kelalaian. Jadi, dengan apa Ananda akan membeli kehidupan abadi di akhirat?
 
Telah kau ketahui, Wahai Anakku! Bahwa aku telah menulis sebanyak seratus kitab. Di antaranya adalah Tafsir Kabir sebanyak dua puluh jilid. Kitab Tarikh sebanyak dua puluh jilid. Tahdzibul Musnad sebanyak dua puluh jilid. Selebihnya ada yang berjumlah lima, empat, tiga dan dua jilid. Ada pula yang kurang atau lebih dari jumlah tadi. Aku telah mencukupkanmu dengan karya-karya tulisku ini dari meminjam buku dan memfokuskan perhatianmu untuk menulis. Maka, berupayalah menghapal (kitab-kitab itu). Menghapal adalah modal utama. Menata-kelola usaha dengan baik akan menentukan keuntungan yang akan kau peroleh. Jujurlah dalam memohon bimbingan dari Allah Ta’ala.
 
Ketahuilah, Wahai Anakku! Semoga Allah senantiasa memberimu taufik, tidaklah manusia diistimewakan dari makhluk lain dengan akal melainkan agar ia berbuat sesuai dengan rasionya. Maka, hadirkan akalmu, gunakan pikiranmu, dan renungkan. Pelajarilah bahwa dirimu adalah makhluk yang dibebani tanggung jawab. Dirimu bertanggungjawab untuk menjalankan sejumlah kewajiban. Kedua malaikat selalu mencatat kata-kata yang kau ucapkan juga gerak-gerikmu dan sesungguhnya langkah menuju ajalmu dan masa hidupmu di dunia ini amat lah singkat. Sementara, dirimu akan tertahan di dalam kubur dalam masa yang cukup panjang. Dan azab yang sebabnya adalah mengikuti hawa nafsu tentu sangat menyengsarakan. Maka, di mana kelezatan yang kemarin engkau nikmati saat engkau telah pergi dan meninggalkan penyesalan? Di mana dorongan syahwat dalam jiwamu saat ini di kala kau menundukkan kepala dan tergelincir (ke dalam siksa)?!
 
Tidak ada yang berbahagia selain mereka yang sanggup mengekang hawa nafsu dan tidaklah sengsara melainkan mereka yang terlalu mementingkan urusan dunia. Ambillah pelajaran dari para penguasa dan ahli zuhud terdahulu. Di mana kelezatan yang mereka rasakan saat ini? Di mana keletihan yang dulu dirasakan oleh mereka? Nama baik orang-orang salih akan selalu kekal, sedang cacian dan umpatan akan terus lekat pada orang yang doyan bermaksiat, seakan orang yang kenyang tidak pernah kenyang dan yang lapar pun demikian.
Alee Massaid
Cuplikan Untaian Nasihat Ibnu al-Jauzi Teruntuk Anak Tercintanya
.

Here is a collection of places you can buy bitcoin online right now.

Air Mata Rasulullah Menetes Karena Kejadian Ini…

*Air mata Rasulullah Menetes karena kejadian ini…*
 
*MENCURI UANG ANAK SENDIRI*
 
*Seorang lelaki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya* .
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
 
*“Betulkah kau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”*
 
“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali utk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiar kan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan.”
 
*”Sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku”*
 
“Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku.”
 
“Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”
 
*Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya* .
 
“Baiklah,” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”
 
Anta wa maaluka li abika ( al hadits )… engkau dan seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu.
 
*Apakah orang tua Anda masih hidup?? Mungkin kesempatan Anda untuk berbakti kepada mereka tidak begitu lama lagi. Sangat dianjurkan Anda yang tinggal jauh dari orang tua, pulanglah. Temui dan pandang wajah mereka dengan penuh cinta yang tulus, karena boleh jadi wajah itu tidak akan lama lagi menghilang dari pandangan Anda untuk selama-lamanya..* .
 
*Semoga bermanfaat*
🍃🌸🍃😭😭😭
 .

Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu…

Jadilah seperti Ummu Sufyan. Wanita yang tidak dikenal, tapi melahirkan tokoh paling terkenal di masanya, yaitu Sufyan ats-Tsauri. Meski suami telah mendahului ke alam baka, tapi Ummu Sufyan tetap tegar membesarkan anaknya. Bukan untuk sekadar bisa mengeja dunia, tapi untuk menjadi seorang yang luar biasa.
 
Sufyan kecil sudah mengerti arti berbakti. Meski cintanya pada ilmu begitu tinggi, tapi dia tahu diri. Ibu yang bekerja hanya sebagai penenun dan menafkahi beberapa anak tidak mungkin dibebani lagi.
 
Tapi di tengah kebimbangannya itulah sang ibu tampil bicara, “Nak, tuntutlah ilmu. Dengan alat tenun ini, ibu akan mencukupi semua kebutuhanmu (sa akfika bi mighzaly).”
 
Ummu Sufyan memang luar biasa. Tidak hanya menyemangati anaknya dan bekerja. Perhatian dan nasihat-nasihat berharganya pun terus mengalir mengiringi perjalanan anaknya menimba ilmu.
 
Di masa-masa tertentu, sang ibu mengevaluasi belajar Sufyan seraya berkata, “Nak, jika engkau telah mempelajari 10 masalah, maka berhentilah sejenak. Rasakan olehmu, apakah pelajaranmu selama ini telah membuatmu semakin takut kepada Allah, memberimu ketenangan, dan menjadikanmu tawadhu? Jika tidak, berarti pelajaranmu itu tidak berguna, bahkan justru berbahaya.”
 
Alhasil, jadilah seorang Sufyan ats-Tsauri yang dikatakan oleh Abdullah bin Mubarak: “Aku tidak menemukan orang di seluruh penjuru bumi ini yang lebih alim dari Sufyan.”
 
Sufyan yang selalu dikejar-kejar oleh penguasa untuk diangkat sebagai pejabat tinggi negara. Tapi sekalinya dia menghadap Khalifah al-Mahdi, Sufyan malah berkata: “Wahai Amirul Mu’minin, jangan lagi memanggilku sampai aku sendiri yang mau datang. Dan jangan pernah memberiku sesuatu sampai aku sendiri yang minta padamu.”
 

Sanjungan Para Ulama Terhadapnya

Sufyan bagaikan lautan yang tidak diketahui kedalamannya, bagaikan air bah yang mengalir yang tidak mungkin terbendung.

Diantara pujian para ulama terhadap beliau adalah:

Waqi’ berkata : “ Sufyan adalah bagaikan lautan”.

Sedang Al-Auza’I juga mengatakan, “Tidak ada orang yang bisa membuat ummat merasa ridha dalam kebenaran kecuali Sufyan.”

Sufyan bin ‘Uyainah juga telah berkata, “Aku tidak melihat ada orang yang lebih utama dari Sufyan, sedang dia sendiri tidak merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling utama.”

Dari Yahya bin Said, bahwa orang-orang bertanya kepada kepadanya tentang Sufyan dan Syu’bah, siapakah diantara keduanya yang paling disenangi?

Yahya bin Said menjawab, “Persoalannya bukan karena senang, sedangkan jika karena rasa senang, maka Syu’bah lebih aku senangi dari Sufyan, karena keunggulannya. Sufyan bersandarkan kepada tulisan sedang Syu’bah tidak bersandar kepada tulisan. Namun Sufyan lebih kuat ingatannya dari Syu’bah, aku pernah melihat keduanya berselisih, maka pendapat Sufyan Ats-Tsauri yang digunakan.”

Dari Yahya bin Ma’in, dia berkata, “Tidak ada orang yang berselisih tentang sesuatu dengan Sufyan, kecuali pendapat Sufyanlah yang digunakan.”

Ahmad bin Abdullah Al-Ajli berkata, “Sebaik-baik sanad yang berasal dari Kufah adalah dari Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdullah.”

Ulama-ulama besar, seperti Syu’bah, Sufyan bin Uyainah, Abu ‘Ashim An-Nabil, Yahya bin Ma’in dan yang lain berkata, “Sufyan adalah Amirul Mukminin dalam hadits.”

Ibnu Al-Mubarak pernah berkata, “Aku telah menulis hadits dari 1100 guru, namun aku tidak tidak bisa menulis sebaik Ats-Tsauri.”

Al-Hafidz telah menuturkan sifat-sifat baik yang dimiliki Sufyan sebagai berikut, “Sufyan adalah pimpinan orang-orang zuhud, banyak melakukan ibadah dan takut kepada Allah. Ats-Tsauri juga pimpinan orang-orang yang mempunyai hafalan yang kuat, dia banyak mengetahui tentang hadits dan mempunyai pengetahuan tentang ilmu fikih yang mendalam. Ats-Tsauri juga seorang yang tidak gentar cercaan dalam membela agama Allah. Semoga Allah mengampuni semua kesalahannya, yaitu kesalahan-kesalahan yang bukan hasil ijtihad.”

Dan masih banyak lagi pujian-pujian para ulama mengenai beliau rahimahullah, dan cukuplah apa yang disebutkan menjadi bukti bahwa beliau adalah seorang ulama yang sangat dipercaya dan diakui keluasan ilmunya.

Beberapa Mutiara Perkataannya
 
Dari Abdullah bin Saqi, dia berkata, “Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, melihat kepada wajah orang yang berbuat zhalim adalah suatu kesalahan.”
 
Dari Yahya bin Yaman, dia berkata, “Sufyan menceritakan sebuah hadits kepada kami, ‘Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam telah berkata: mendekatlah kalian kepada Allah dengan membenci orang-orang yang berbuat maksiat dan dapatkanlah ridha-Nya dengan menjauhi mereka.”
 
Orang-orang bertanya, “Dengan siapa kami harus bergaul, wahai Sufyan?” Sufyan menjawab, “Dengan orang-orang yang mengingatkan kamu untuk berdzikir kepada Allah, dengan orang-orang yang membuat kamu gemar beramal untuk akhirat, dan dengan orang-orang yang akan menambah ilmumu ketika kamu berbicara kepadanya.”
 
Dari Abdulah bin Bisyr, dia berkata, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Sesungguhnya hadits itu mulia, barang siapa menginginkan dunia dengan hadits maka dia akan mendapatkannya, dan barangsiapa menginginkan akhirat dengan hadits maka dia juga akan mendapatkannya.”
 
Dari Hafsh bin Amr, dia berkata, “Sufyan menulis sepucuk surat kepada Ubbad bin Ubbad, dia berkata, ‘Amma ba’du, sesungguhnya kamu telah hidup pada zaman dimana para sahabat terlindungi dengan keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki, mereka mempunyai keberanian yang tidak kita miliki.
 
Lalu, bagaimana dengan kita yang mempunyai sedikit ilmu, mempunyai sedikit kesabaran, mempunyai sedikit perasaan tolong menolong dalam kebaikan dan manusia telah hancur serta dunia telah kotor?
 
Maka, hendaknya kamu mengambil suritauladan pada generasi pertama, yaitu generasi para sahabat. Hendaknya kamu jangan menjadi generasi yang bodoh, karena sekarang telah tiba zaman kebodohan.
 
Juga, hendaknya kamu menyendiri dan sedikit bergaul dengan orang-orang. Jika seseorang bertemu dengan orang lain maka seharusnya mereka saling mengambil manfaat, dan keadaan seperti ini telah hilang, maka akan lebih baik jika kamu meninggalkan mereka.”
 
Dalam surat tersebut Sufyan juga berkata, “Aku berpendapat, hendaknya kamu jangan mengundang para penguasa dan bergaul dengan mereka dalam suatu masalah. Hendaknya kamu jangan berbuat bohong, dan jika dikatakan kepadamu, ‘Mintalah pertolongan dari perbuatan yang zhalim atau kezhaliman,’ maka perkataan ini adalah kebohongan dari iblis.
 
Hendaknya kamu mengambil perkataan orang-orang yang benar, yaitu orang-orang yang mengatakan, “Takutlah fitnah dari orang yang taat beribadah namun dia seorang yang bodoh, dan fitnah dari orang yang mempunyai banyak ilmu namun dia seorang yang tidak mempunyai akhlak terpuji.”
 
Sesungguhnya fitnah yang ditimbulkan dari mereka berdua adalah sebesar-besar fitnah, tidak ada suatu perkara kecuali mereka berdua akan membuat fitnah dan mengambil kesempatan, janganlah kamu berdebat dengan mereka.”
 
Sufyan juga mengatakan, “Hendaknya kamu menjadi orang yang senang mengamalkan terhadap apa yang telah dia katakan dan menjadi bukti dari ucapannya, atau mendengar ucapannya sendiri. Jika kamu meninggalkannya maka kamu akan menjadi orang celaka.
 
Hendaknya kamu jangan mencintai kekuasaan, barangsiapa mencintai kekuasaan melebihi cintanya dengan emas dan perak, maka dia menjadi orang yang rendah. Seorang ulama tidak akan menghiraukan kekuasaan kecuali ulama yang telah menjadi makelar, dan jika kamu senang dengan kekuasaan maka akan hilang jati dirimu. Berbuatlah sesuai dengan niatmu, ketahuilah sesungguhnya ada orang yang diharapkan orang-orang disekitarnya agar cepat mati. Wassalam.”

Kenapa Dokter Ini Mau Dibayar Dengan Sampah?

Namanya Gamal Albinsaid. Lahir 8 September 1989, dokter muda ini betul-betul anti mainstream. Tak seperti banyak dokter yang menetapkan tarif tinggi, Gamal malah mau dibayar dengan sampah. Lho, nggak rugi?
Ada alasan kenapa Gamal berbuat demikian. Dia ingat, suatu hari, dengan kisah seorang bocah perempuan miskin. Sebut saja namanya Khairunnisa (Nisa). Nisa, saat itu terkena diare. Ayahnya, yang cuma pemulung, tak sanggup membawanya berobat ke dokter. Akhirnya, Nisa cuma diobati ala kadarnya.
Bukannya berangsur sembuh, Nisa malah tambah sakit. Semakin parah. Diarenya berujung dramatis: Nisa ditemukan meninggal. Mayatnya tergeletak di antara kardus-kardus bekas.
Gamal terenyuh dengan kisah Nisa dan bertekad menemukan jalan agar orang miskin bisa berobat. Bersama teman-temannya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, ia pun mendirikan Klinik Asuransi Sampah (KAS). Siapa pun orang miskin yang menjadi anggota KAS, akan mendapatkan asuransi kesehatan.
Tapi, dari mana biaya operasional KAS, jika anggotanya membayar dengan sampah?
Setiap bulannya, setiap anggota KAS mengumpulkan sampah organic dan atau anorganik. Seberapa banyak? Sampai sampah mereka senilai 10 ribu rupiah. Sampah yang mereka dapat diolah menjadi pupuk dan dijual Rp 7 ribu per kilogram. Uang penjualan inilah yang menjadi dana KAS beroperasi.
Ajaibnya, hanya dengan 10 ribu tersebut, setiap anggota bisa mendapatkan asuransi kesehatan primer, dan pelayanan kesehatan yang tidak terbatas pada penyakit ringan. KAS juga mengobati sakit kencing manis, darah tinggi, gangguan jiwa, infeksi, dan jantung.
Alhasil, kehadiran KAS memukau banyak orang. Gamal diganjar penghargaan Sustainable Living Young Entrepreneurs dari Kerajaan Inggris di tahun 2014. Dia menjadi juara pertama, mengalahkan 510 peserta dari 90 negara. Selain itu, Gamal pun mendapatkan hadiah senilai Rp 800 juta, dukungan dari Cambridge Programme for Sustainability Leadership (CPSL), dan Unilever. Ke depannya, Gamal pun bercita-cita ingin mendirikan sekolah yang dibayar dengan sampah.
Alhamdulillah ya, kita masih punya dokter dengan jiwa sosial seperti Gamal 🙂
KENAPA DOKTER INI MAU DIBAYAR DENGAN SAMPAH?
Penulis: Asa Mulchias