Penghibur Orangtua untuk Anaknya Mondok

Dari orang tua santri

Untuk para ustadz dan ustadzah, musyrif dan musyrifah….

::“` SEKEPING CATATAN HATI“` ::

Anak-anak kami,
Adalah bagian dari jiwa kami..

Melepas mereka tak ubahnya seperti mencabut hati kami sendiri.

Andai bisa, tentu kami ingin mereka selalu dalam jangkauan mata.
Namun kami sadari, tangan kami saja tak cukup kuat membimbing mereka..

Kami mencintai mereka,
Tapi, cinta kami seringkali buta,
Tak sanggup melihat aib dan kurang mereka..

Kami menyayangi mereka,
Tapi kasih sayang kami terkadang tak cukup menyelamatkan mereka dari api Neraka..

Menyadari ketidakberdayaan kami,
Dengan sepenuh kesadaran, kami lepaskan anak-anak kami jauh dari rumah, tempat mereka dibesarkan..

Ada sesak yang kami tahan di dada,
Ada air mata yang diam-diam kami tumpahkan,
(Ketika) melepas kepergian mereka..

Hanya harapan yang sanggup membuat kami berpura-pura tersenyum,
Harapan kiranya perpisahan ini menjadi jalan yang akan mengantar mereka menuju ketakwaan..

Anak-anak kami,
Datang ke Pondok ini dengan segenap kekurangan mereka..

Maafkan, jika mereka kurang santun dalam berperilaku,
Kurang sopan dalam bertutur kata,
Kurang sungguh-sungguh dalam belajar,
Kurang taat pada peraturan,
Dan sederet kekurangan lainnya..

Anak-anak kami,
Bukan sepotong kain yang kami kirim untuk dijahit menjadi baju dalam hitungan hari,
Bukan adonan tepung yang hanya butuh beberapa jam untuk mengolahnya menjadi roti..

Tapi, jiwa-jiwa yang punya ego dan perasaan,
Yang perlu proses panjang untuk membentuk akhlak dan kepribadian mereka..

Mungkin, sesekali mereka akan membangkang,
Dan dengan keterbatasan ilmunya, menjerumuskan diri ke dalam dosa..

Saat itulah, kami harapkan teguran penuh kelembutan dari ustadz/ah untuk anak-anak kami..

Atau, peringatan tegas, bahkan sedikit “kekerasan” dalam batas syariat sebagai pendidikan..

Betapapun kami menyayangi anak-anak kami,
Betapapun kami ingin mereka hidup nyaman tanpa beban,
Kami masih tega melihat mereka menanggung “kesusahan” hidup sebagai santri,
Demi mendidik mereka menjadi pribadi bertakwa..

Kami rela mereka menanggung beban dunia,
Tapi kami tak sanggup melihat anak-anak kami terjerumus dalam dosa dan tersiksa dalam panasnya Neraka..

Karenanya,
Dengan segala kerendahan,
Kami mengharapkan bantuan ustadz/ah dalam membimbing mereka..

Anak-anak kami,
Pergi jauh meninggalkan orangtua dan sanak saudara,
Kami harap di Pondok mereka menemukan gantinya..

Rengkuh mereka sebagai anak,
Atau adik yang layak disayangi setulus hati..

Jangan pandang mereka dengan ketidaksempurnaan mereka saat ini,
Tapi lihatlah mereka belasan atau puluhan tahun mendatang..

Anak-anak kami,
Dengan segala kekurangannya adalah aset muslimin,
Calon penerus perjuangan masa depan..

Kami tak mengharap kesempurnaan ustadz/ah dalam memahami anak-anak kami,
Sebab kami sendiri, yang mengenal mereka sejak masih dalam kandungan-pun, seringkali gagal mengenali karakter mereka..

Hanya kesabaran dan kesungguhan dalam usaha,
Yang kami yakin tak semudah membalik telapak tangan..

Meski sebenarnya kami merasa malu,
Sebab kami tak dapat menawarkan apapun sebagai imbalan..

Hanya secuil doa,
Kiranya setiap tetes keringat akan meluruhkan dosa-dosa..

Kiranya setiap jengkal langkah dan jerih payah meninggikan derajat Antum di taman-taman Surga..

Dan kiranya setiap sesak yang menghimpit karena ulah anak-anak kami melapangkan jalan Antum menuju ridha-Nya..

Kami, dengan sepenuh usaha akan belajar ikhlas melepas anak-anak kami..
Akan kami iringi kesabaran ustadz/ah dengan ketabahan..
Akan kami imbangi kegigihan Antum dengan doa dalam sujud-sujud panjang..
Akan kami teladani keikhlasan dan kesungguhan Antum, sebab kami sadar, kami-lah yang pertama bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak kami…

Bi-idznillah, In syaa Allah..

Hijrah Dalam Satu Malam !!!

Satu ketika, ada cerita seseorang kontraktor dengan segala persoalan hidupnya yang kompleks.
Hutang, mau pisah, rumah mau kesita hubungan keluarga berantakan, bisnis berantakan, pokoknya kompleks dah.
 
Kalo ini kita pecahkan 1 per 1 secara teknis, bisa berapa lama buat nuntaskan nya, karena setiap Case punya cerita yang panjang.
 
Kebayangkan kalo harus ditanya, kok bisa ngutang? Terus kok digugat cerai? Kenapa bisa rumah mau kesita? Terus kenapa berantem dengan keluarga? Bisa jadi sinetron buat nyelsaikan nya
 
Jika udah kayak gini pastilah kita ingin urusan urusannya cepat kelar.
 
Sibuk, cari solusi yang dapat malah lelah, ngebenerin hutang ngak beres2
Ngedamaikam rumah tangga , malah tambah runyam, makin kesini makin ruwet dah.
 
Sampai satu moment ni orang sadar bahwa semua terjadi karena dosa-dosa nya.
 
Sebagai mana ALLAH beritakan
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 
مَاۤ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَاۤ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ ؕ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 79).
 
Sampai disini, kita mesti paham benar, bahwa semua keburukan dalam hidup ya karena kita sedang diHUKUM, karena kita bersalah itu kuncinya
 
Yang namanya terdakwa ya mesti dihukum,
 
Yang buat kita ngak terima karena kita ngak paham Aturan nya.
 
Kita lebih ingat aturan jam kantor, aturan lalulintas, aturan di komplek.
 
Tapi kita lalai dari Dasar dari semua aturan kehidupan yang ALLAH berita kan di Al-Quran. Itulah sumber masalah nya
 
Terus yang udah terlanjur melanggar gimana, kayak cerita diatas tadi. Yang kompleks.. tadi.
 
TOBAT solusinya!!!
 
Namun karena ni orang mungkin udah HOPELESS, ia putuskan untuk mengakhiri hidupnya.. seperti kejadian di film-film dah
 
Namun ketika hendak mengakhiri hidupnya, ia coba buat berbenah malam itu.
 
Ia coba melakukan sesuatu yang sudah bertahun-tahun ngak pernah dikerjakan, ia ambil wudhu, ia shalat Maghrib lanjut isya dirumahnya sendiri
 
Selepas shalat ia coba mengeksekusi dirinya dengan gantung diri, namun terlihat Al-Quran tua dan ia tunda karena ingin coba ngaji dulu, Tanpa sadar ia ngaji dan lanjut dzikir hingga larut malam dan tertidur diatas sejadah
 
Terbangun saat adzan subuh, ketika hendak mengeksekusi dirinya ia jadi ingin kemesjid terakhir kalinya,
 
Sebelum berangkat kemesjid ia, liat ada barang perabot rumah dari pada ngak kepakai mending disedekahkan.
 
Akhirnya pas dimesjid , ia ketemu dengan tetangga dan pesan suruh ngambil barang dirumah katanya
 
Selepas subuh Pulang lah iya, dan bersiap mengeksekusi dirinya.
 
Saat detik-detik mau gantung diri, tiba-tiba ada yang gedor rumahnya.
 
Setelah dibuka, ternyata ada tamu dari luar kota teman lama.
 
Singkat cerita mi teman-teman lama baru nyampai pakai kereta, pagi2 datang untuk ngasi rejeki
 
Si kontraktor yang punya keahlian, diminta tolongin untuk apprisal nilai projects dan sebagai komisinya dikasi fee yang lumayan
 
Dalam perbincangan bisnis yang mendadak tadi. Jadi lupa perihal bunuh diri. Karena fee yang diberikan oleh sahabat yang datang tadi ternyata cukup buat bayar hutang,melunasi rumah dan menafkahi istri yang rencana nya menggugat cerai, dan Alhamdulillah ending nya ngak jadi.
 
—————————————————————————–
 
Cerita diatas menunjukkan betapa hebat nya Kun fayakun nya ALLAH,
 
Jadi salah satu shortcut buat nyelsaikan masalah yakni Hijrah mulai dengan TOBAT!!!
 
Bahkan pernah ada yang tanya saya. ” Masih ada kah, kesempatan buat saya dapat ampunan dari ALLAH? Mengingat begitu banyak maksiat yang telah saya buat”
 
Jika ada diantara, teman-teman yang punya cerita yang sama dan sampai dilevel sadar bahwa, ” Iya, saya berdosa”
 
Selamat, tandanya masalah anda bentar lagi ada jalan keluar nya.
 
Karena jarak antara masalah dan solusi itu sama jaraknya antara lutut dan sajadah.
 
Setiap dari kita pasti sebenarnya memiliki kesadaran sendiri. Menyadari kesadaran itu kuncinya,
 
Sebandel-bandelnya manusia, tetap ada iman dalam dirinya. Istilahnya sensangar sangarnya singa, ngak akan makan anaknya sendiri.
 
Sama dengan kita, sebandel-bandelnya kita kita sebenarnya sadar bahwa kita pingin jadi orang baik
 
Yang sedang dalam kubangan zina, dihati kecilnya sadar dan pasti ingin lepas, dari dunia malam ataupun hubungan tanpa akad yang halal.
 
Yang sedang dikubangan riba juga sadar dan lelah sebenarnya untuk bayar bunga tiap bulan
 
Yang dalam kubangan Khamr (minuman keras) ingin lepas dari kecanduan
 
Dan semuanya yang sedang dalam kubangan maksiat, sepersekian detik dalam keseharian nya , dihati kecilnya pasti ingin keluar
 
Itulah tanda IMAN!!! Karena pada dasarnya setiap diri kita ini orang Baik!!!
 
Kita semua ini, keturunan penghuni Surga.
 
Dan kakek nenek kita juga ngalamin yang sama, tergelincir gara-gara salah makan buah. Namun dalam kesadaran nya, Adam dan hawa Segera Bertobat dan move On
 
Berarti kita cukup, ngulangin ceritanya aja. Krn nenek moyang kita juga melakukan hal yang sama.
 
Buat teman-teman yang sedang diepisode susah, karena ini semua. Ngak perlu nyerah.. selama masih bisa bernafas tandanya masih ada kesempatan!!!
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ؕ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[QS. Az-Zumar (39): Ayat 53]
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 
وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ
“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,”
[QS. Asy-Syura(42): Ayat 25]
 
Kita mungkin ahli maksiat, dosa kita banyak, amal kita dikit, tapi percayalah bahwa Rahmat dan ampunan Allah jauh lebih Luas
 
Mumpung masih bisa bernafas hari ini
Mumpung masih melihat matahari hari ini
Mumpung jantung masih berdetak
 
Ini waktunya kita putuskan Hijrah!!!
Mulai dari pertobatan, lanjutkan dengan tindakan untuk curi perhatian ALLAH.
Seperti kisah kak Mirani Mauliza di buku Hijrah Ekstrim
 
STW, One day One page, Inspiring, hiduppin Sunnah dan jangan bosan jadi orang baik
 
 .

Lelaki Hebat Itu …

Kamu tahu? Laki-laki hebat itu tak cukup hanya dengan menaklukan hati seorang wanita. Kemudian berani datang kerumahnya, lalu meminangnya dan hidup bersamanya.
 
Laki-laki hebat itu, ia yang tetap bertahan untuk setia, meski ia telah menemukan sifat buruk dari pasangannya. Kemudian melengkapi kekurangan itu, dengan ikhlas demi mengharap Wajah Allah Azza Wa Jalla di akhirat kelak.
 
Lelaki hebat itu bukan ia yang sanggup membuat pasangannya bahagia karna harta yang diberi olehnya. Melainkan yang mampu memberikan pemahaman ilmu Agama.
 
Lelaki hebat itu bukan hanya dilihat dari matangnya pemikiran akan masa depan. Melainkan seberapa besar orientasinya akan perkara akhirat.
 lelaki hebat
Lelaki hebat itu bukan yang berhasil memberikan pasangannya kesempurnaan hidup di dunia. Melainkan kebahagiaan hakiki dengan mengenalkannya pada syariat Islam.
 
Lelaki hebat itu yang memilih tetap bersabar meski ujian datang bertubi tubi. Langkahnya takkan goyah meski badai terus menghantamnya. Ia terus mempertahankan kapal miliknya yang akan karam. Ia terus berjuang menyelamatkannya dengan sekuat tenaga yang dimilikinya.
Ia sadar, menemukanmu tak mudah. Ia paham, menjadikanmu penyempurna agamanya butuh perjuangan.
 
Maka sebab itu, ia bertahan dalam sabarnya karena ia tahu saat sabar menjadi pilihannya; ada kebersamaan dengan Allah yang akan selalu menjaganya.

Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu…

Jadilah seperti Ummu Sufyan. Wanita yang tidak dikenal, tapi melahirkan tokoh paling terkenal di masanya, yaitu Sufyan ats-Tsauri. Meski suami telah mendahului ke alam baka, tapi Ummu Sufyan tetap tegar membesarkan anaknya. Bukan untuk sekadar bisa mengeja dunia, tapi untuk menjadi seorang yang luar biasa.
 
Sufyan kecil sudah mengerti arti berbakti. Meski cintanya pada ilmu begitu tinggi, tapi dia tahu diri. Ibu yang bekerja hanya sebagai penenun dan menafkahi beberapa anak tidak mungkin dibebani lagi.
 
Tapi di tengah kebimbangannya itulah sang ibu tampil bicara, “Nak, tuntutlah ilmu. Dengan alat tenun ini, ibu akan mencukupi semua kebutuhanmu (sa akfika bi mighzaly).”
 
Ummu Sufyan memang luar biasa. Tidak hanya menyemangati anaknya dan bekerja. Perhatian dan nasihat-nasihat berharganya pun terus mengalir mengiringi perjalanan anaknya menimba ilmu.
 
Di masa-masa tertentu, sang ibu mengevaluasi belajar Sufyan seraya berkata, “Nak, jika engkau telah mempelajari 10 masalah, maka berhentilah sejenak. Rasakan olehmu, apakah pelajaranmu selama ini telah membuatmu semakin takut kepada Allah, memberimu ketenangan, dan menjadikanmu tawadhu? Jika tidak, berarti pelajaranmu itu tidak berguna, bahkan justru berbahaya.”
 
Alhasil, jadilah seorang Sufyan ats-Tsauri yang dikatakan oleh Abdullah bin Mubarak: “Aku tidak menemukan orang di seluruh penjuru bumi ini yang lebih alim dari Sufyan.”
 
Sufyan yang selalu dikejar-kejar oleh penguasa untuk diangkat sebagai pejabat tinggi negara. Tapi sekalinya dia menghadap Khalifah al-Mahdi, Sufyan malah berkata: “Wahai Amirul Mu’minin, jangan lagi memanggilku sampai aku sendiri yang mau datang. Dan jangan pernah memberiku sesuatu sampai aku sendiri yang minta padamu.”
 

Sanjungan Para Ulama Terhadapnya

Sufyan bagaikan lautan yang tidak diketahui kedalamannya, bagaikan air bah yang mengalir yang tidak mungkin terbendung.

Diantara pujian para ulama terhadap beliau adalah:

Waqi’ berkata : “ Sufyan adalah bagaikan lautan”.

Sedang Al-Auza’I juga mengatakan, “Tidak ada orang yang bisa membuat ummat merasa ridha dalam kebenaran kecuali Sufyan.”

Sufyan bin ‘Uyainah juga telah berkata, “Aku tidak melihat ada orang yang lebih utama dari Sufyan, sedang dia sendiri tidak merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling utama.”

Dari Yahya bin Said, bahwa orang-orang bertanya kepada kepadanya tentang Sufyan dan Syu’bah, siapakah diantara keduanya yang paling disenangi?

Yahya bin Said menjawab, “Persoalannya bukan karena senang, sedangkan jika karena rasa senang, maka Syu’bah lebih aku senangi dari Sufyan, karena keunggulannya. Sufyan bersandarkan kepada tulisan sedang Syu’bah tidak bersandar kepada tulisan. Namun Sufyan lebih kuat ingatannya dari Syu’bah, aku pernah melihat keduanya berselisih, maka pendapat Sufyan Ats-Tsauri yang digunakan.”

Dari Yahya bin Ma’in, dia berkata, “Tidak ada orang yang berselisih tentang sesuatu dengan Sufyan, kecuali pendapat Sufyanlah yang digunakan.”

Ahmad bin Abdullah Al-Ajli berkata, “Sebaik-baik sanad yang berasal dari Kufah adalah dari Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdullah.”

Ulama-ulama besar, seperti Syu’bah, Sufyan bin Uyainah, Abu ‘Ashim An-Nabil, Yahya bin Ma’in dan yang lain berkata, “Sufyan adalah Amirul Mukminin dalam hadits.”

Ibnu Al-Mubarak pernah berkata, “Aku telah menulis hadits dari 1100 guru, namun aku tidak tidak bisa menulis sebaik Ats-Tsauri.”

Al-Hafidz telah menuturkan sifat-sifat baik yang dimiliki Sufyan sebagai berikut, “Sufyan adalah pimpinan orang-orang zuhud, banyak melakukan ibadah dan takut kepada Allah. Ats-Tsauri juga pimpinan orang-orang yang mempunyai hafalan yang kuat, dia banyak mengetahui tentang hadits dan mempunyai pengetahuan tentang ilmu fikih yang mendalam. Ats-Tsauri juga seorang yang tidak gentar cercaan dalam membela agama Allah. Semoga Allah mengampuni semua kesalahannya, yaitu kesalahan-kesalahan yang bukan hasil ijtihad.”

Dan masih banyak lagi pujian-pujian para ulama mengenai beliau rahimahullah, dan cukuplah apa yang disebutkan menjadi bukti bahwa beliau adalah seorang ulama yang sangat dipercaya dan diakui keluasan ilmunya.

Beberapa Mutiara Perkataannya
 
Dari Abdullah bin Saqi, dia berkata, “Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, melihat kepada wajah orang yang berbuat zhalim adalah suatu kesalahan.”
 
Dari Yahya bin Yaman, dia berkata, “Sufyan menceritakan sebuah hadits kepada kami, ‘Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam telah berkata: mendekatlah kalian kepada Allah dengan membenci orang-orang yang berbuat maksiat dan dapatkanlah ridha-Nya dengan menjauhi mereka.”
 
Orang-orang bertanya, “Dengan siapa kami harus bergaul, wahai Sufyan?” Sufyan menjawab, “Dengan orang-orang yang mengingatkan kamu untuk berdzikir kepada Allah, dengan orang-orang yang membuat kamu gemar beramal untuk akhirat, dan dengan orang-orang yang akan menambah ilmumu ketika kamu berbicara kepadanya.”
 
Dari Abdulah bin Bisyr, dia berkata, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Sesungguhnya hadits itu mulia, barang siapa menginginkan dunia dengan hadits maka dia akan mendapatkannya, dan barangsiapa menginginkan akhirat dengan hadits maka dia juga akan mendapatkannya.”
 
Dari Hafsh bin Amr, dia berkata, “Sufyan menulis sepucuk surat kepada Ubbad bin Ubbad, dia berkata, ‘Amma ba’du, sesungguhnya kamu telah hidup pada zaman dimana para sahabat terlindungi dengan keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki, mereka mempunyai keberanian yang tidak kita miliki.
 
Lalu, bagaimana dengan kita yang mempunyai sedikit ilmu, mempunyai sedikit kesabaran, mempunyai sedikit perasaan tolong menolong dalam kebaikan dan manusia telah hancur serta dunia telah kotor?
 
Maka, hendaknya kamu mengambil suritauladan pada generasi pertama, yaitu generasi para sahabat. Hendaknya kamu jangan menjadi generasi yang bodoh, karena sekarang telah tiba zaman kebodohan.
 
Juga, hendaknya kamu menyendiri dan sedikit bergaul dengan orang-orang. Jika seseorang bertemu dengan orang lain maka seharusnya mereka saling mengambil manfaat, dan keadaan seperti ini telah hilang, maka akan lebih baik jika kamu meninggalkan mereka.”
 
Dalam surat tersebut Sufyan juga berkata, “Aku berpendapat, hendaknya kamu jangan mengundang para penguasa dan bergaul dengan mereka dalam suatu masalah. Hendaknya kamu jangan berbuat bohong, dan jika dikatakan kepadamu, ‘Mintalah pertolongan dari perbuatan yang zhalim atau kezhaliman,’ maka perkataan ini adalah kebohongan dari iblis.
 
Hendaknya kamu mengambil perkataan orang-orang yang benar, yaitu orang-orang yang mengatakan, “Takutlah fitnah dari orang yang taat beribadah namun dia seorang yang bodoh, dan fitnah dari orang yang mempunyai banyak ilmu namun dia seorang yang tidak mempunyai akhlak terpuji.”
 
Sesungguhnya fitnah yang ditimbulkan dari mereka berdua adalah sebesar-besar fitnah, tidak ada suatu perkara kecuali mereka berdua akan membuat fitnah dan mengambil kesempatan, janganlah kamu berdebat dengan mereka.”
 
Sufyan juga mengatakan, “Hendaknya kamu menjadi orang yang senang mengamalkan terhadap apa yang telah dia katakan dan menjadi bukti dari ucapannya, atau mendengar ucapannya sendiri. Jika kamu meninggalkannya maka kamu akan menjadi orang celaka.
 
Hendaknya kamu jangan mencintai kekuasaan, barangsiapa mencintai kekuasaan melebihi cintanya dengan emas dan perak, maka dia menjadi orang yang rendah. Seorang ulama tidak akan menghiraukan kekuasaan kecuali ulama yang telah menjadi makelar, dan jika kamu senang dengan kekuasaan maka akan hilang jati dirimu. Berbuatlah sesuai dengan niatmu, ketahuilah sesungguhnya ada orang yang diharapkan orang-orang disekitarnya agar cepat mati. Wassalam.”

Agar Dirimu Menjadi Ibu Tangguh

Ibu tangguh…
Pantang mengeluh!!
Ibu tangguh….
Bersungguh-sungguh!!

Agar Dirimu Menjadi IBU TANGGUH

I – Ingatlah bahwa kontrak amanah kita sebagai seorang ibu adalah kepada Allah, bukan kepada suami, atau kepada anak. Baik atau tidaknya sikap suami, lapang atau tidak lapangnya nafkah suami, dukung atau tidak dukungnya suami, bantu atau tidak bantunya suami, tidak akan mempengaruhi persembahan terbaik kita dalam menjalankan amanah kita sebagai seorang ibu. Begitu juga kepada anak, apapun kekurangan dan kelebihan yang dimiliki anak, tidak akan mempengaruhi kasih sayang dan persembahan terbaik pengasuhan kita kepada mereka.

B-Berbagilah segala keluh kesah dan perasaanmu kepada Allah. Hanya Allah yang paling tau hasil akhir dari segala cerita yang kita jalani. Hanya Allah pula yang paling tau jalan pencerahan termudah dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Hanya Allah pula yang mampu melipatkgandakan kemampuan, kekuatan, dan kesabaran kita dalam menjalani setiap permasalahan kehidupan. Hanya Allah pula yang mampu memberi sebaik-baik petunjuk bagi kita.

U- Utamakanlah pandangan Allah meski penduduk langit dan bumi dapat memiliki dari sudut pandang yang berbeda terhadap sesuatu yang kita yakini. Pastikan bahwa keyakinan yang kita miliki adalah bentuk penghambaan kita kepada Allah serta sejalan dengan nilai-nilai yang telah digariskan syariah.

T- Tentukan target-target hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan keadaan, bukan sekedar ego dan ambisi pribadi. Ketangguhan bukan berarti memaksakan diri terhadap apa-apa yang belum memungkinkan untuk kita capai saat itu. Ketangguhan adalah keistiqomahan kita mencapai target-target yang bertahap dalam sebuah proses panjang meraih tujuan akhir kehidupan yang terkadang memiliki perbedaan tingkat pencapaian dalam setiap tahapnya.

A- Alokasikan waktu untuk mempertebal kapasitas ketangguhan diri. Baik dari sisi kebutuhan tambahan ilmu, penyucian kembali jiwa, maupun penyegaran kembali raga. Ketangguhan sangat ditentukan oleh kebijaksanaan mengelola dan menambah asupan energi yang kita perlukan. Bagaimana energi tersebut dapat kita atur sedemikian hingga dapat mengantar kita sampai titik akhir tujuan.

N- Nasihat menasihati dalam hal kesabaran dan kebenaran adalah sesuatu yang senantiasa kita butuhkan untuk terus mempertahankan ketangguhan diri. Karena kualitas iman naik turun, semangat diri terkadang menguat dan melemah. Maka nasihat yang terus menerus meski dengan tema yang berulang adalah sebuah kebutuhan bagi mereka yang ingin memiliki ketangguhan diri.

G- Gangguan, hambatan, dan tantangan, adalah bentuk kasih sayang Allah untuk membuat kita melipatgandakan kemampuan diri, mendobrak kapasitas diri yang selama ini belum kita sadari dan meraih derajat yang lebih tinggi. Maka nikmatilah kasih sayang Allah ini, sambil terus berusaha membuktikan kepada Allah bahwa kita adalah hambaNya yang layak untuk dipilih mendapat kebaikan dan perbaikan.

G- Galau, gelisah, ragu, khawatir dan cemas berlebihan, serta perasaan ingin menyerah adalah sekian cara setan untuk menggagalkan manusia meraih cita-cita kebaikan. Segeralah menuju Allah dengan banyak mengingat-Nya agar hati kita kembali tenang. Ingatlah cita-cita akhir yang telah kita pancangkan dan sadarilah bahwa istirahat sebenar-benarnya hanyalah di Surga

U- Unggul sendiri seringkali membuat kita mudah runtuh. Karena kerapuhan-kerapuhan dari orang-orang sekitar kita akan menularkan kerapuhan kepada kita. Maka selain meningkatkan ketangguhan diri, kita perlu membantu meningkatkan ketangguhan orang-orang disekitar kita. Ketangguhan bersama akan membangun ikatan yang saling menguatkan dan semakin memperkuat.

H- Hargailah diri kita dan setiap pencapaian yang kita raih sekecil apapun itu. Bagaimana kita berharap orang lain akan menghargai diri kita jika kita tidak menghargai diri kita. Sadarilah bahwa kita adalah manusia biasa yang bisa lelah dan salah. Bangkit dan teruslah maju walau selangkah demi selangkah. Karena berhenti berbuat kebaikan dan melakukan perbaikan adalah sebuah kehinaan.

Ibu tangguh….
Pantang mengeluh!!!
Ibu tangguh….
Bersungguh-sungguh!!!

Batujajar Jawa Barat
Dari seorang ibu yang berusaha untuk tetap tangguh dan mempertangguh diri
Kiki Barkiah