Ujian Hidup

~~~~~» Ujian Hidup «~~~~~

Pasti Allah menguji orang yang beriman kepada-Nya

Ujian dirancang bukan untuk menghancurkan
Bahkan sebaliknya untuk membersihkan dan menguatkan

Karena tak ada kebahagiaan, kecuali hati yang bersih dari kemusyrikan , kemunafikan, serta kokoh keyakinan kepada-Nya plus istiqamah patuh pada Nya

Akan terasa pahit
Bila berburuk sangka pada-Nya
Tak ridha dengan ketentuan-Nya
Bagai menggenggam erat kawat berduri yang tak mau melepaskannya

Berbaik sangka lah
Jalani ujian demi ujian tanpa keluh kesah.
Karena semua ini sudah dirancang amat sempurna, sangat baik dan amat manfaat bagi dunia akhirat kita.

Oleh Dia Yang Amat Menyayangi kita dan amat menginginkan kita menjadi ahli surga-Nya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS Al-Anbiyaa’ : 35)
—————
Ujian Hidup
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Awas Bangkrut

Awas Bangkrut … !!!

Kita sering fokus kepada apa yg kita sukai, tapi sering lalai dengan apa yg membahayakan diri kita sendiri

Dan tiada yang paling membahayakan, yang membuat hidup kita selalu resah, susah serta menderita bukan hanya didunia bahkan sampai di akhirat kelak. Selain keburukan diri kita sendiri.

Sehebat apapun amal akan hancur bila tak sungguh-sungguh menjauhi perbuatan buruk.

Simak sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. :
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa), menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Muslim).

Waspadalah…!!!
Keburukan diri kita adalah sumber petaka dunia akhirat kita sendiri.

naudzubillah.
—————
Awas Bangkrut
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Belajar Ikhlas

Belajar IKHLAS

Jangan niat agar dianggap sbg orang baik
Jangan utk membangun citra & nama baik diri
Jangan niat agar orang jadi hutang budi
Jangan niat agar membalas jasa baik
Jangan niat agar orang jadi pendukung
Jangan niat agar orang jadi simpati dan jatuh cinta
semua itu tak ada artinya
Hanya menghapus amal2 kita

Cukuplah sebagai syukur kpd Alloh yg memberi kesempatan dan kemampuan bisa beramal soleh

Cukuplah agar Alloh ridho kpd kita
Niscaya Alloh akan memberi yg terbaik, ketenangan, kenikmatan dalam beramal, serta istiqomah.. Aamiin

Ayoo..bantu sebarkan ya.
ajak keluarga, teman2nya berkunjung di grup ini.

“Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya” HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005.
————-
Belajar Ikhlas
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Ampunan Yang Maha Pengampun

_________** Ampunan Yang Maha Pengampun **_________
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Allah ta’ala berfirman (hadits qudsi)
“Wahai anak Adam!, setiap kalian berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, akan Aku ampuni seluruh dosa-dosa yang telah kalian lakukan dan aku tidak peduli (sebesar dan sebanyak apa pun dosa kalian).
Wahai anak Adam!, jikalau dosa kalian sampai setinggi awan dilangit kemudian kalian (istighfar) meminta ampun kepada-Ku, niscaya aku akan mengampuni.
Wahai anak Adam!, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir sepenuh bumi dan engkau menemuiku (mati) dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, maka pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi”
(Hadits hasan shahih dikeluarkan oleh at-Tirmidzi)
Sahabatku, Betapa agungnya ampunan-Nya bagi orang yang benar-benar bertobat.
Maka jangan biarkan ada kemusyrikan di hati sehalus apapun. Niscaya semua dosa-dosa akan diampuni. Benar-benar diampuni sebanyak, dan sebusuk apapun. Subhanallah.
————–
Ampunan Yang Maha Pengampun
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Tak Perlu Kaya Asal Cukup

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja
Tak penting jadi orang kaya, yang penting bila perlu cukup.
Perlu untuk makan… Cukup
Perlu untuk biaya sekolah… Cukup
Perlu untuk ongkos/ beli kendaraan… Cukup
Perlu untuk lunasi rumah… Cukup
Perlu untuk berhaji.. Cukup
Perlu untuk senantiasa sedekah/wakaf/amal jariyah…. Cukup
Dll dsb…
Jadi apa perlunya dengan kata KAYA
Bila semua beres dengan CUKUP.
Juga tak perlu serba banyak, yang penting cukup,
Apa artinya sepatu banyak bila tak ada yg cukup,
Tak perlu banyak tidur yang penting cukup tidur,
Tak perlu banyak makan, yang penting cukup makan,
Dan hidup senantiasa dicukupi oleh Alloh syarat utamanya tawakkal adalah keyakinan yang mantap, bulat utuh terhadap semua janji dan jaminan-Nya, sehingga tak ada di hati bersandar/ berharap/ bergantung kepada siapapun selain hanya kepada Nya
“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan dicukupi” ( ath-thalaq: 3)
Dan ciri ahli tawakkal adalah hati senantiasa tulus, ibadahnya sangat bagus, hidupnya selalu lurus, ikhtiarnya serius serta tobat terus menerus.
—————-
Tak Perlu Kaya Asal Cukup
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Kegalauan Hati

Bila hati GALAU

Bila hati terasa resah gelisah dan gundah gulana,

Silakan periksa
Siapa/ apa yg mendominasi hati ini ?

Semakin kuat harap atau takut kepada makhluk, atau semakin suka/ cinta kepada makhluk/ benda
Sehingga mendominasi hati dan pikiran, maka itulah penyebabnya.

Tak selayaknya. Makhluk dan benda yang tak daya dan upaya jadi sandaran ataupun ditakuti, karena segala Kekuasaan dan Ketentuan hanya milik Allah semata.

Segera kembalikan kepada Yang Maha Kuasa atas segalanya.

Semakin cepat dikembalikan, semakin dipasrahkan, semakin yakin akan segala kesempurnaan takdirnya,

Niscaya hati akan jadi lega, nyaman, mantap mengarungi episode apapun
Allah Maha Tau isi hati kita

Bila hati ini dipenuhi oleh selain-Nya, Dia tak akan suka,
Bila hati ini dipenuhi oleh-Nya
Segala urusan kita menjadi tanggungan-Nya.

Niscaya akan mendapatkan sebaik-baik takdir yang memuaskan dunia akhirat kita.
———————-
Kegalauan Hati
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Penyakit Merasa Bos

“Penyakit nge-Bos”
Hati-hati yang hidupnya serba dilayani, serba tinggal perintah, bagai ‘raja’.
Akan mudah merusak mental dan cara hidup normal/ wajar
Akan cenderung menggampangkan urusan,
karena terbiasa suruh sana sini.
Akibatnya sering tak memahami masalah secara utuh/ detail, tak telaten.
Hanya teknis saja yang terpikir. Kurang pakai hati.
Sulit empati terhadap keadaan orang lain dan bisa bersikap yang kurang manusiawi.
Pribadi yang sulit jadi dewasa, tak bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan bijak, bahkan bisa sebaliknya serta amat menjengkelkan dan menyusahkan orang-orang sekitarnya.
Mari kita tempa diri menjadi manusia biasa-biasa saja, normal, wajar, yang ‘membumi’ tak merasa lebih dari yang lain, yang bisa mandiri..,tak senang jadi beban, senang membantu, Telaten, pakai hati dan tulus karena Alloh semata.
Niscaya hati akan merasa nyaman, bisa mnyelesaikan masalah dengan baik, bijaksana dan terhormat.
Aamiin.
__________________
Penyakit Merasa Bos
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Ulul Albab

Ulul Albab adalah orang berilmu yang mampu membaca ayat – ayat Allah di alam ini, sebagaimana dalam riwayat berikut ini.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Wahai ‘Aisyah saya pada malam ini beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Jawab Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Sesungguhnya saya senang jika Rasulullah berada di sampingku. Saya senang melayani kemauan dan kehendaknya” Tetapi baiklah! Saya tidak keberatan.
Maka bangunlah Rasulullah saw dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudu, tidak jauh dari tempatnya itu lalu shalat.
Di waktu salat beliau menangis sampai-sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Alquran yang dibacanya. Setelah salat beliau duduk memuji-muji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu. Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah.
Setelah Bilal datang untuk azan subuh dan melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ia bertanya:
“Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang”.
Nabi menjawab: “Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Dan bagaimana saya tidak menangis? Pada malam ini Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan ayat kepadaku.
Selanjutnya beliau berkata:
“Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan. artinya”.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat ayat – ayat bagi ulil albab, (Qs 3: 190)
“yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (dan berdo’a), Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.(Ali Imran[3] 191)
—————-

Bila kita Diburuksangkai Seseorang


1 jangan jangan kita yang berburuk sangka, harus benar benar fakta jangan hanya perasaan saja

2. Bila memang nyata ada yang berburuk sangka, jadikan bahan evaluasi dir, jangan sibuk membela diri sehingga tak bisa melihat kesalahan diri Jauh lebih bahaya tak bisa melihat kesalahan diri dari pada prasangka buruk orang lain 

3. Bila memang prasangka buruk itu tak pada tempatnya, maka tenang saja karena kita tak bisa memaksakan orang lain untuk berbaik sangka kepada kita, adalah hak mereka terhadap perasaannya sendiri

4. Yang terpenting adalah kita memberikan penjelasan Sejujurnya dan sewajarnya, dan memperbaiki diri serta terus melakukan yang terbaik ituu pun bukan agar dia jadi baik kepada kita, melainkan sebagai amal saleh yang diperintahkan Alloh

5. Yang paling berbahaya sebetulnya bukan buruk sangka orang lain tapi keburukan diri kita sendiri yang tak kita akui dan tak kita perbaiki
———–
Bila kita Diburuksangkai Seseorang
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Manakah Yang Lebih Menakjubkan ???

Kisah menakjubkan yang disampaikan oleh seorang da’i. Sang da’i berkata : “Pelaku kisah ini bercerita kepadaku”:
“Suatu hari aku bersafar dari Thoif menuju Riyadh bersama istri dan anak-anakku. Akan tetapi di tengah jalan mobilku rusak. Tatkala itu cuaca panas. Maka akupun berhenti di dekat salah satu pom bensin (*tempat peristirahatan yang juga lengkap dengan warung serta bengkel). Maka aku mengecek mobilku dengan memanggil seorang montir yang ada di bengkel disekitar pom bensin tersebut. Sang montir mengabarkan bahwa mobilku rusak berat, mesin penggeraknya rusak, hanya bisa diperbaiki di Thoif atau di Riyadh.
Maka akupun berdiri di bawah terik matahari, sementara istri dan anak-anakku tetap berada di dalam mobil. Aku tidak tahu apa yang harus aku kerjakan…, anak-anakku bagaimana…?, istriku?, mobilku?, aku bingung apa yang harus aku lakukan. Orang-orang melewatiku dan melihat kondisiku akan tetapi tidak seorangpun yang menyapaku, semuanya lewat dengan cuek. Hingga akhirnya tidak berapa lama kemudian ada seseorang yang lewat dan berkata, “Semoga Allah menolongmu…, semoga Allah memberi kemudahan padamu”. Ini adalah orang yang terbaik yang lewat, ia mendoakanku. Tak lama kemudian ada seseorang yang keluar dari pom bensin lalu berhenti di mobilku yang rusak lalu menyapaku,
“Assalaamu’alaikum”, Aku berkata, “Wa’alaikum salam”. Ia berkata, “Ada apa dengan mobilmu, semoga baik-baik saja?”. Aku berkata, “Mobilku rusak”. Rupanya orang ini punya keahlian tentang mesin mobil. Maka ia berkata, “Coba aku cek dulu ada apa dengan mobilmu…”. Setelah mengecek lalu ia berkata, “Ini rusak berat, tidak bisa diperbaiki”.
Aku berkata, “Lantas solusinya bagaimana?”. Ia lalu menyampaikan sebuah ide yang selama hidupku tidak pernah aku mendengar ide seperti ini, padahal ia tidak mengenalku dan aku tidak mengenalnya.
Ia berkata, “Akhi.., engkau membawa keluarga sedangkan aku hanya sendirian…, engkau masukkan saja istri dan anak-anakmu ke mobilku terus bawalah mobilku, lanjutkan perjalananmu ke Riyadh, dan bertawakkallah kepada Allah. Adapun aku gampang…, aku akan nungguin mobilmu, aku minum kopi di warung, dan aku makan siang…. Perjalananmu masih sekitar 400 km. Kalau kamu sudah sampai di Riyadh maka antarkan keluargamu di rumahmu, lalu kirim aja mobil pengangkut dari Riyadh untuk menjemput aku dan mobilmu. Aku akan menunggui mobilmu sampai datang mobil penjemput  !!”.
Aku berkata, “Wahai saudaraku…, engkau tidak mengenalku…bagaimana engkau memberikan mobilmu kepadaku !!”.
Ia berkata, “Perkaranya biasa aja…kan mobilmu juga sama aku, mobilku sama kamu”
Aku sungguh heran dengan sikap orang ini. Ia lantas segera mengeluarkan barang-barangku dari mobilku dan memasukannya ke mobilnya, lantas ia berkata…”Silahkan jalan, bertawkkallah kepada Allah”.
Maka akupun melanjutkan perjalananku hingga aku tiba di Riyadh di waktu maghrib, lalu akupun menyewa mobil pengangkut untuk menjemputnya dan mobilku. Dan ternyata mobil pengangkut tersebut baru sampai pada keesokan paginya. Hingga akhirnya ia baru sampai di Riyadh di waktu dzuhur. Begitu sampai Riyadh aku segera menemuinya untuk mengembalikan mobilnya. Aku berkata kepadanya, “Apa yang kau kehendaki..?, mungkin ada yang kau butuhkan…??, aku ingin membalas kebaikanmu”
Ia berkata, “Alhamdulillah…aku tidak melakukan apa-apa buatmu…mobilku sekarang kembali dan mobilmu juga sudah sampai ke Riyadh”
Aku berkata, “Kalau begitu, aku minta nomor teleponmu”, iapun memberikan nomor teleponnya dan kamipun berkenalan sebentar.
Setelah itu berjalanlah hari…berlalulah minggu…lewatlah bulan.. hingga suatu hari akupun berkumpul dengan sahabat-sahabtku membicarakan tentang perbuatan-perbuatan baik. Lalu aku ceritakan kepada mereka kisahku ini, tentang pertol
ongan dari seseorang yang aku tidak pernah mengenalnya dan ia tidak pernah mengenalku. Sungguh aku tidak menyangka ada kebaikan lagi di dunia ini hingga akhirnya aku bertemu dengan orang ini. Ia telah berbuat baik kepadaku.
Akupun teringat bahwasanya sudah lama aku tidak meneleponnya, maka akupun mencari nomor teleponnya, lalu akupun meneleponnya. Akan tetapi tenyata yang mengangkat telepon adalah istrinya. Maka aku berkata, “Dimanakah si fulan?”, ternyata istrinya menjawab dengan nada yang ketus, “Apalagi yang kalian inginkan…ia sudah dipenjara !!!”. Akupun terperanjat, aku bertanya, “Kenapa dipenjara?”. Istrinya dengan nada ketus berkata, “Kamu dan orang-orang yang sepertimu selalu saja datang dan menagih-nagih hutang hingga akhirnya suamiku dipenjara !!!”, Aku bertanya lagi, “Di penjara mana?”, maka istrinya mengabarkan bahwasanya ia dipenjara di sebuah penjara di Riyadh.
Maka keesokan harinya aku hendak berniat membalas kebaikannya. Maka akupun membawa uang sejumlah 100 ribu real (*sekitar 250 juta rupiah) lalu aku pergi menunju penjara tersebut. Aku menemui kepala penjara, lantas aku bertanya kepadanya, “Apakah si fulan dipenjara di sini?”, ia berkata, “Benar”. Aku berkata, “Masalahnya apa?”, ia berkata, “Karena masalah hutang”. Akupun mengeluarkan uangku 100 ribu real, lalu aku berkata, “Ini uang 100 ribu real, keluarkanlah ia dari penjara, dan jangan beritahu dari siapa. Sampaikan saja bahwasanya ada seorang dermawan yang memberikan, lunasi hutang-hutangnya dan keluarkanlah ia dari penjara”.
Kepala penjara tersebut lalu memanggil orang ini dan mengabarkan kepadanya bahwa ada orang yang ingin membebaskannya dengan menyumbangkan 100 ribu real. Kepala penjara berkata kepadanya, “Ambillah uang ini, semoga bermanfaat bagimu”. Akan tetapi ternyata  ia berkata, “Jazaahullahu khoiron, akan tetapi 100 ribu real ini tidak bermanfaat bagiku. Hutangku 3 juta real (*sekitar 7,5 milyar)”.
Rupanya orang ini telah masuk dalam perdagangan dan mengalami kerugian hingga akhirnya terlilit hutang sejumlah 3 juta real yang menyebabkan ia dipenjara karena tidak mampu untuk melunasinya. Lantas ia berkata kepada kepala penjara, “Ketahuilah uang 100 ribu real ini tidak bermanfaat bagiku, akan tetapi gunakan uang ini untuk membebaskan orang-orang yang dipenjara bersamaku yang kelilit utang 7 ribu real, atau 10 ribu real atau 20 ribu real“. Akhirnya dengan uang ini ia bisa membebaskan lebih dari 7 orang dari teman-temannya yang dipenjara.
Kepala penjara berkata, “Aku jadi bingung…manakah yang lebih menakjubkan…apakah perbuatan sang dermawan yang telah menyumbangkan 100 ribu realnya tanpa ingin diketahui…?, ataukah perbuatan orang yang dipenjara ini yang tidak memiliki uang sepeserpun dan dalam kondisi dipenjara lantas memberikan uang 100 ribu real untuk membebaskan teman-teman penjaranya??!!”
Setelah 2 atau 3 minggu kemudian maka aku kembali menelpon orang itu, dan ternyata yang mengangkat telepon kembali adalah istrinya. Lalu mengabarkan kepadaku bahwasanya suaminya masih saja dipenjara. Maka akupun kaget, lalu kututup teleponku dan segera aku berangkat menemui kepala penjara. Lalu aku berkata, “Akhi…3 minggu lalu aku kemari dan aku memberikan kalian 100 ribu real untuk membebaskan si fulan, lantas kenapa kalian belum membebaskannya?”. Kepala penjara berkata, “Wahai akhi…hutangnya 3 juta real, hanya 100 ribu real tentu tidak bisa membebaskannya. Akan tetapi wahai akhi…aku tidak tahu..mana yang lebih aneh dan menakjubkan…apakah perbuatanmu ataukah perbuatannya”.
Lantas kepala penjarapun menceritakan kepadaku apa yang telah terjadi. Maka akupun terperangah….aku berkata, “Sungguh orang ini luar biasa…!!!”. Lalu aku berkata kepada kepala penjara, “Kalau begitu berikan kepadaku bukti-bukti hutangnya 3 juta real”. Kebetulan aku adalah orang yang dilapangkan rizki dan juga aku punya banyak kenalan, maka akupun mencari bantuan dengan menemui orang-orang kaya hingga akhirnya setelah 3 bulan kemudian akupun bisa mengumpulkan 3 juta real, lalu akupun membayarnya kepada kepala penjara untuk membebaskannya”.
(Demikian ceritanya…diterjemahkan secara bebas oleh Firanda Andirja)
Diterjemahkan dari
———————