Bunda, Kakak Udah Hafal al-Qur-an

.::Bunda, Kakak Udah Hafal al-Qur-an

Dalam sebuah acara buka puasa, di tahun-tahun yang lewat, seorang anak membacakan surat-surat yang dihafalnya, termasuk hadits dan do’a-do’a nabawi di hadapan para tamu. Mereka kagum dengan anak kecil tersebut.
Sang ayah mengakui bahwa anaknya tersebut diajarkan oleh ibunya. Sang anak sering mendengar hafalan Al-Qur-an, hadits maupun do’a-do’a yang dibacakan sang Bunda.
Ini adalah salah satu bukti betapa mudahnya mereka, anak-anak, menghafal dari bacaan orang lain. Ini disebabkan kekuatan pendengaran mereka yang lebih tajam dari penglihatan.
Terdapat beberapa riwayat tentang ini diantaranya dari sahabat Samurah bin Jundub dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
Samurah bin Jundub bertutur, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Di zaman Nabi, aku adalah seorang anak kecil. Namun, aku turut pula menghafalkan hadits dari beliau, sementara orang-orang yang ada di sekelilingku semuanya lebih tua dariku.”
Ibnu ‘Abbas bertutur:
“Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah radhiyallahu ‘anha. Terdengarlah suara mu’adzdzin mengumandangkan adzan. Nabi pun keluar untuk melaksanakan shalat, dan ketika itu beliau berdo’a:
اللهم اجعل في قلبي نورا واجعل في لساني نورا واجعل في سمعي نورا واجعل في بصري نورا واجعل خلفي نورا ومن أمامي نورا واجعل من فوقي نورا ومن تحتي نورا اللهم أعظم لي نورا
“Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, jadikanlah cahaya dalam penglihatanku, jadikanlah cahaya di belakangku, jadikanlah cahaya di depanku, jadikanlah cahaya di atasku, jadikanlah cahaya di bawahku dan besarkanlah cayaha untukku, ya Allah.”[2]
Kedua riwayat di atas memberikan penguatan kepada Bunda bahwa anak-anak begitu cepat dan mudah menghafal dari pendengaran mereka.
Lihatlah Samurah bin Jundub kecil yang menghafal hadits dari lisan sang Nabi. Lihatlah Ibnu ‘Abbas kecil yang menghafal do’a berjalan menuju masjid dari lisan sang Nabi.
Dengarlah ungkapan Hasan bin ‘ali bin Abi Thalib yang bertutur:
“Kuhafal (sebuah kalimat) dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam:
دع ما يريبك إلى ما لا يريبك
‘Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju sesuatu yang tak membuatmu ragu.”[3]
Kembali ke anak kecil tadi, tak hanya Al-qur’an, ia juga terlihat menghafal hadits dan do’a nabawi. Maka begitulah kiranya salah satu bentuk pengajaran sang Bunda kepada buah hati mereka yaitu mengajarkan hadits dan do’a, minimal memperdengarnya.
Begitu tersentuh hati sang anak ketika melihat sang Bunda sedang berdo’a dan menangis sambil bersujud, atau ketika sang Bunda memperlihatkan antusiasnya terhadap hadits nabi, atau ketika sang Bunda mengulang-ngulang hafalan hadits yang dia hafal sebelum nikah dahulu.
Lebih dari itu, marilah beralih ke bahasa arab. Ketika pasangan suami istri yang sedang melanjutkan studi mereka ke Erofa, ini menjadikan sang anak mampu berbahasa inggris, minimal memahaminya atau memudahkan sang anak untuk mempelajari bahasa inggris. Ini dikarenakan, salah satunya, kedua orang tua merutinkan diri untuk menggunakan bahasa inggris di rumah kontrakan mereka di negara tempat melanjutkan studi.
Sekarang, bagaimana sekiranya jika pasangan suami istri di rumah mengganti bahasa inggris dengan menggunakan bahasa arab sehingga anak-anak terbiasa dengan bahasa ini dan juga lahjah-nya? Tentu ini akan memberikan pengaruh yang luar biasa.
يا أمي أين قلمي؟ أريد أن أكتب لك شيء
“Ya ummie. Aina qalamie? Uridu an aktuba syai-an laki?”
(Bu, mana pulpen adik? adik pengen nulis sesuatu untuk ibu)
أمي أين أبي؟ ما رأيته اليوم
“Ummie, Aina abie? Ma ra-aituhu al-yaum”
(ummii, abi mana? Kakak ngga liat abi hari ini).
أمي إن تبسمك جميل أجمل من القمر
“ummie, inna tabassumaki jamiil ajmalu min alqamar”
(mama.. senyum mama begitu cantik, lebih cantik dari rembulan)
Begitu senang dan ceria hati sang Bunda ketika ngobrol bersama si kecil seperti kalimat di atas. Apalagi kelak, di masa-masa mendatang pada episode kehidupan selanjutnya, mereka akan bertutur di hadapan Bunda mereka atau via telephon:
أمي قد حفظت القرآن كله
“Ummiiiiiiie. Qad hafidztu Al-qur’ana kullahu”
(Bundaaaaa, aku telah menghafal Al-Qur-an semuanya)
أمي أنا أستطيع أن أتكلم معهم باللغة العربية جيدا
“umiiiie. Ana astathi’u an atakallama ma’ahum billughati al-‘arabiyyah jayyidan.”
(Mamaaaa, aku udah bisa ngomong bersama mereka dengan baik pakai bahasa arab)
أمي قد حفظت كثيرا من أحاديث قدوةنا رسول الله صلى الله عليه وسلم
“Ummiiiieee. Qad hafidztu katsiran min ahaaditsi qudwatinaa Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(Ibu, adik udah hafal banyak hadits-hadits Rasulillah, teladan kita, shallallahu ‘alaihi wasallam)
Lantas, senyum dan air mata Bunda yang mengalir menandakan terbitnya kebahagiaan di hatinya
***
Subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
________
End Notes:
[1] Syarah Ushul I’tiqad Ahlussunnah, Juz 7 hal. 1240.
[2] HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya (1/229) dengan dua sanad, salah satunya shahih.
[3] HR Tirmidzi dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi berkata “Hadits ini berstatus hasan shahih”
_____
Disarikan dari naskah buku kami yang berjudul Hingga Engkau Mekar Jadi Mawar

Ayah Kepala Sekolah [Bagian 02] Bahagiakan Pasanganmu

Untuk kali ini, izinkan saya bicara kepada para ayah dari hati ke hati. Soalnya kalau dari Jakarta ke bekasi lama sampainya hehe…Kira-kira apa yang jadi pertimbangan utama ayah dalam memilihkan sekolah bagi anaknya? Tentu yang pertama kali adalah keamanan dan kenyamanan sekolah sebagai salah satu pertimbangannya. Anak akan betah berlama-lama di dalamnya. Kalau perlu sampai nginap di sana. Fokus dalam belajar. Gak suka nongkrong di luar. Apalagi mencoba untuk kabur dan minggat lantas kemudian mencari tempat lain yang lebih nyaman bagi mereka.
Dalam konteks pengasuhan, sekolah pertama bagi anak adalah ibu. Ya. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak. Selain karena tak ada biaya formulir dan uang gedung, anak juga bebas dari tagihan SPP dan tuntutan PR smile emoticon. Ini adalah sekolah idaman. Setidaknya bagi saya yang dulu saat sekolah paling malas ngerjain PR hehe.. Namun di luar itu, peran ibu sebagai sekolah tak lain memberikan rasa nyaman bagi anak agar betah berlama-lama di dekatnya. Tidak suka keluyuran di luar. Menjadi tempat untuk curhat di saat anak resah. Mengadukan segala gundah. Dan terutama memberikan nilai pengajaran bagi anak agar tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Kesemua hal di atas akan dapat dipenuhi oleh ibu jika peran kepala sekolah yang dipikul oleh ayah berjalan dengan maksimal. Ayah sebagai kepala sekolah bertanggung jawab menyamankan sekolah. Dalam hal ini adalah ibu dari anak-anaknya. Sebab, sulit bagi ibu membuat anak betah ada di sisinya kalau sang ibu tak mendapatkan dukungan. Mudah stress. Hanyut dalam perasaannya sendiri. Terlebih jika hujan turun, ibu makin galau. Pengennya muter-muterin tiang listrik atau pohon bak artis india kemudian teriak histeris meratap sambil habisin mie goreng dua piring hehe… lebay ah. Intinya, Ibu yang tak nyaman biasanya gampang marah. Emosinya meledak-ledak kayak petasan di malam tahun baru. Alhasil, anak lebih betah nongkrong berlama-lama di mall dan warnet. Atau tempat hiburan lainnya. Malas untuk pulang bertemu ibunya. Sebab terbayang akan bertemu dengan sosok yang meskipun cantik, kulit putih, rambut panjang terurai namun ternyata punggungnya bolong dan ketawanya mengerikan. Ups ini mah kuntilanak.., Maaf, maaf. Maksudnya sosok yang menyeramkan dan angker bagi jiwa anak. Inilah gejala munculnya mother distrust di kalangan anak-anak saat ini akibat ibu yang dirasa tak lagi memberikan kenyamanan bagi mereka.
Semua hal tersebut, lagi-lagi karena peran ayah sebagai kepala sekolah yang hilang. Tanggungjawab menciptakan suasana nyaman sekolah seharusnya ada di tangan ayah. Ayah lah yang seharusnya berpikir untuk membuat anak betah bersama ibunya. Dalam hal ini, tugas ayah adalah memperhatikan kebutuhan batin sang ibu. Hakekatnya, ibu akan bisa memberikan rasa nyaman kalau kebutuhan batinnya terpenuhi. Ada ruang baginya untuk bicara mengeluarkan isi hati dan pikirannya. Sebab, menurut sebuah penelitian, wanita yang sehat jiwanya minimal mengeluarkan 20000 kata perhari. Ini benar lho. Makanya kalau mau aman, nikahilah penyiar radio atau MC hehe. Dua puluh ribu kata mah udah terlampaui mereka ucapkan sebagai tuntutan profesi.
Ibu yang jarang diajak bicara oleh ayah, maka bahasa tubuhnya tidak mengenakkan. Menyusui anak sambil resah. Tak mampu mendengarkan curhatan anak. Tak sabar saat bicara sebab emosi yang tak terkontrol. Akibatnya anak hanya dapat ‘sampah emosi’ dari ibunya. Anakpun akhirnya lebih memilih menghindar dan menjauh dari ibunya. Inilah petaka pertama dalam pengasuhan : ketika ibu tak lagi dirindukan oleh buah hatinya.
Maka, tugas wajib ayah sebagai kepala sekolah adalah memberikan waktu dan ruang setiap hari bagi ibu untuk bicara sebagai upaya menyehatkan jiwanya. Dengarkanlah keluh kesahnya. Kalaupun ibu mau marah-marah dan nangis silahkan ke ayah aja. Ibarat kata, biarkan ibu membuang sampah emosinya ke ayah agar ibu bisa memberi bunga cinta untuk anaknya.
Ibu yang sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sebagai sekolah terbaik bagi anak. Ia bisa tahan berjam-jam mendengarkan keluh kesah anak. Ia mudah memberikan maaf sekaligus senyuman saat anak melakukan kesalahan hingga anak pun selalu merindukan ada di dekatnya. Dan hal ini harus didukung oleh ayah yang memperhatikan kondisi batinnya. Selain juga kebutuhan fisiknya. Agar ibu sehat luar dan dalam. Maka, ayah yang hebat bermula dari suami yang dahsyat. Peka akan kebutuhan pasangan. Peduli setiap saat. Kesimpulannya, bahagiakan pasangan kita. Sebab, ia adalah sekolah pertama untuk anak-anak kita (bersambung)
Artikel seri sebelum ini adalah AYAH KEPALA SEKOLAH (bag. 1)

Islam Asyik Deh [Seri 05]

TANYA JAWAB with Bendri Jaisyurrahman 
TANYA : Gimana sih biar bisa gampang bangun buat solat tahajud, kalo udah bangun penginnya tidur lagi? (Raih Yulianti ~ Jakarta)
JAWAB :
Ukhti raih yulianti yang shalihah, pertanyaan kamu amatlah bagus. Itu tandanya kamu punya niat baik buat bisa bangun sholat tahajud. Nah, niat yang kuat ini bisa jadi jalan juga biar bisa bangun pas tahajud. Karena itu kuatkan niat kamu juga ya. Kalau udah, mulai atur pola tidur kamu. Jangan begadang jika tiada artinya. Begadang boleh saja kalau ada perlunya (lah? Jadi nyanyi). Sungguh ter..la..lu..hehe..
Jika sempat, tidur sesaat di siang hari. Agar saat malam kamu tidak terlalu mengantuk. Atau kalau gak sempat tidur siang, ya tidurlah lebih awal setelah sholat isya plus jangan kekenyangan makan. Habis itu kuatin niat buat bangun dan minta ke Allah “ya Allah nanti malam, aku ingin berbincang mesra denganmu lewat tahajud, bangunkan aku ya Allah. Usirlah setan-setan yang menggodaku untuk tetap tidur”. Nah, permohonan sungguh-sungguh kamu akan membantu proses bangunnya kamu dengan kondisi fresh.
Selain itu, hal yang mempermudah kita buat bangun di malam hari adalah jangan lakukan maksiat di siang hari. Sebab maksiat yang kita lakukan di siang hari akan mematikan hati hingga ia sulit diajak kompromi buat bangun di malam hari. Makanya siang hari perbanyak amal sholih yang bisa bantu kamu buat bangun pas tahajud. Misalnya traktir saya makan siang di restoran sederhana (idiiih…ngareep) grin emoticon Pokoknya banyakin amal sholeh deh…
Kalau masih susah juga, coba bantu pakai weker yang nyaring. Nah, wekernya kamu masukkin dalam kotak yang digembok terus gemboknya kamu buang ke halaman luar. Jadi pas bunyi weker nyala, kamu sempet-sempetnya nyari kunci gembok di halaman luar kan? Khawatir dimarahin warga se-RT. insyaAllah gak ngantuk lagi deh hehe
Selamat bertahajud ya. Doakan saya

Mari Gembirakan Ibu Hamil

1. Sudah menjadi resep dari zaman ke zaman bahwa generasi unggul bermula dari kepedulian terhadap bayi saat dalam kandungan
2. Ibu yang hamil dalam keadaan gembira melahirkan bayi dengan kualitas otak yang sempurna
3. Sebaliknya, ibu yang hamil dalam keadaan stress akan melahirkan bayi yg tidak beres
4. Tugas utama suami adalah menggembirakan istri di saat hamil. Disinilah peran ayah dimulai secara riil
5. Masyarakat pun harus turut serta. Sebab kelak akan muncul ilmuwan hebat dari rahim ibu yang hamil gembira. Manfaatnya utk kita semua
6. Jika masyarakat cuek bahkan zholim kepada ibu hamil, dampaknya di masa yang akan datang, generasi berkualitas pun menjadi nihil
7. Jika tak mampu membuat ibu hamil gembira, setidaknya jangan buat ia berduka dan nelangsa
8. Ibu hamil memang emosinya sangat sensi. Tapi bagi suami yg peduli malah terlihat makin seksi 🙂
9. Jika ibu hamil nampak emosi, hibur ia dengan apapun yg ia suka selama tak bertentangan dgn agama. Belikan galaxy S5 misalnya 🙂
10. Menggembirakan ibu hamil adalah bagian dari kontribusi kita menciptakan generasi istimewa. Kita pun kecipratan pahala
11. Jika ibu hamil mengesalkan hati, bersabarlah. Ini proses yg tak lama. Bisa jadi ini pintu surga bagi kita
12. Jika bermasalah dengan ibu hamil, datangi suaminya. Selesaikan dengan bijaksana. Ibu hamil sudah cukup berat masalahnya dgn beban dalam rahimnya
13. Hak ibu hamil apa saja? Alquran mencatat setidaknya ada 3 : makan yg enak, minum yg nikmat dan bersenang2 ( Maryam : 26)
14. Maka ngidam bagi hamil itu boleh selama wajar. Jangan ngidam nabok presiden SBY. Ini kurang ajar  🙂
15. Dahulukan kebutuhan ibu hamil dalam banyak hal. Persilahkan ia duduk nyaman saat di bis penumpang banyak berjejal
16. Persilahkan ibu hamil makan terlebih dahulu meskipun kita sama2 lapar. Jika perlu beri jatah makanan yg kita punya demi senangkan hatinya
17. Beri kejutan hadiah pada ibu hamil, dapat pahala berlipat ganda. Sebab menyenangkan hati orang lain itu berpahala terlebih bagi ibu hamil
18. Kultwit ini khusus saya persembahkan bagi istri saya yg lagi hamil anak keempat. Bantu saya tuk gembirakan hatinya yg sedang hamil berat
19. Jika kelak muncul dari rahim istri saya generasi hebat, maka siapapun yg menggembirakannya saya doakan dapat pahala berlipat
20. Jika ia sedang sedih, bagi yg kenal dengannya tolong gembirakan dan hibur ia di saat saya tak di sisinya
21. Jika ia butuh makanan atau minuman yang ia suka, silahkan belikan. Tagihannya ke saya aja. Mudah2an bisa dicicil berjangka 🙂
22. Jika ada masalah personal dengannya, bersabarlah. Marah-marahnya ke saya aja. Saya siap menampung emosi anda 🙂
23. Teruntuk @anita_widayanti bergembiralah. Ini saatmu bersenang-senang. Biarkan aku yg tanggung susahnya meski tak seberapa dengan yang kau rasa
24. Dan bagi siapapun yang sedang hamil, bersenang-senanglah. Buat rahimmu layaknya surga yang nyaman bagi buah hati tercinta
25. Mari berdoa dan berupaya sungguh-sungguh agar ibu hamil di sekitar kita selalu gembira. Jadikan Anda aktor penggeraknya. 
Silahkan share jika ada guna. Salam bahagia 
=========================
Memberikan informasi dan tips seputar anak dan ibunya.
=> Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil -> bit.ly/1cPYVmP
=> Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil -> bit.ly/PaketMasaHamil
=> Panduan Merawat Bayi, Perkembangan Bayi Dan Problematika Bayi -> bit.ly/klikbayi  

Islam Asyik Deh [Seri 04]

TANYA JAWAB with Bendri Jaisyurrahman
TANYA :
Apa yang membuat remaja lebih memilih pacaran daripada menikah muda? (Andika Bagus Yulianto ~ Jogjakarta)
JAWAB :
Akhi andika yang gak kangen band hehe, banyaknya remaja yang lebih memilih pacaran daripada nikah muda, bisa jadi karena syahwat menyala-nyala namun gak berani tanggung jawab di hadapan Allah. Beraninya ngerayu doang, namun nyali untuk berumah tangga gak ada. Segala kitab rayuan dihafal ampe berbusa-busa. “Bapak Kamu Kabareskrim ya? Soalnya kamu tiba-tiba menyergap isi hatiku saat aku berangkat sekolah” ‪#‎yiiihaaa‬. Si wanita pun klepek-klepek dibuatnya. Tapi pas diminta ngucapin 3 kata doang gak berani. Tiga kata yang dimaksud adalah “saya terima nikahnya”. Nah, 3 kata inilah yang dihindari banyak anak muda pengecut. Makanya, kalau berani, nikahin aja. Atau kalau belum berani, jangan pacaran. Kumpulin keberanian buat ngucapin 3 kata tadi.
Alhamdulillah saya sih udah berani. Bahkan kalau ada yang nantangin sekali lagi? Hmmm, ntar dulu deh. Berani cukup sekali aja. Kalau berkali-kali nekat namanya hehe..
So, apakah dirimu berani?