Ayah Kepala Sekolah [Bagian 01]

Jika kita bicara tentang masalah anak, nama ibu pasti dibawa-dibawa. Apalagi kalau anak udah bikin ulah. Mecahin kaca jendela tetangga, cabut dari sekolah, nongkrong ampe malam di luar rumah, nempelin permen karet di bangku guru, ngintipin orang mandi. Sampai yang paling ekstrim: jadi pecandu narkoba, maniak pornografi, hingga menghilangkan nyawa orang lewat aksi tawuran atau pemalakan.
Kita akan berteriak “Ibunya mana nih? Bisa gak sih ngurus anak?”. Sampai-sampai si ayah juga ikut nyalahin ibu sambil ngancam “Kalau gak bisa urus anak, apa perlu aku buka cabang kayak alfamart?”. Modus poligami nih. Cari-cari kesalahan istri biar bisa nikah lagi hehe.. Lagian pada dasarnya semua istri siap dimadu kok. Asal suaminya siap diracun 😀 .
Tapi inti pembicaraan kita bukan tentang poligami. Kita lagi bicarakan dilema ibu yang sering disalahkan jika anak bermasalah. Hal ini karena dogma yang berkembang di masyarakat menyatakan bahwa “ibu madrasah pertama seorang anak”. Ini benar. Tidak diragukan lagi. Pertanyaannya, peran ayah bagaimana? Padahal layaknya madrasah, tidak akan berjalan sukses kalau tidak ada kepala sekolahnya. Itulah kenapa pepatah di atas mestinya berbunyi begini “Ibu madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya”. Nah ini lebih adil. Masing-masing punya peran. Ayah jadi tahu tugasnya bahwa ia punya Madrasah yang akan menentukan kesuksesan anaknya di masa depan. Madrasah ini namanya ibu.
Kondisi saat ini, banyak madrasah yang tak punya kepala sekolah. Sebab ayah yang seharusnya menjalankan tugas ini tak paham perannya. Jadilah ibu mengurus anak seorang diri tanpa orientasi, arahan dan bimbingan dari kepala sekolah. Sehingga mengasuh anak sekedar menghabiskan waktu saja seraya berkeluh kesah “Mengasuh anak kok susah banget ya?”. Dan saya biasanya menjawab : Iya, mengasuh anak memang susah sebab hadiahnya adalah surga. Kalau mengasuh anak itu mudah, maka hadiahnya cuma voucher pulsa 😀
Yang saya bahas disini tentu keluarga yang status ayah dan ibunya masih bersama. Bukan yang single parent. Itu lain perkara. Nah, kembali ke pembahasan Ayah kepala sekolah, maka sudah semestinya ayah jalankan fungsi ini di dalam rumah. Sebagaimana umumnya kepala sekolah yang memang jarang berinteraksi dengan anak, namun tetap jalankan tugasnya selaku kepala sekolah. Minimal ada 4 tugas kepala sekolah yang menjadi tanggung jawab ayah demi terwujudnya kualitas anak yang unggul. Keempat tugas itu di antaranya : 
1. Membuat suasana aman dan nyaman sekolah 
2. Menentukan visi dan misi 
3. Melakukan evaluasi 
4. Menegakkan aturan
Keempat hal ini akan kita bahas satu persatu di tulisan berikutnya. Keempat tugas inilah yang sejatinya harus ditunaikan oleh ayah sebagai bentuk kepedulian terhadap anak. Anak sebagai siswa didik merasakan kehadiran kepala sekolah yang mengurus pertumbuhan mereka baik secara fisik, psikis maupun spiritual. Begitu juga ibu. Memiliki pemandu yang mengarahkan tercapainya tujuan pengasuhan. Tak merasa dibiarkan seorang diri mengurus anak.
Itulah kenapa, jika ayah hanya mengurusi masalah fisik rumah semisal genteng bocor, TV rusak, lampu mati, maka sejatinya ini bukan ayah kepala sekolah. Lebih tepatnya disebut ayah marbot atau penjaga sekolah. Maka, para ayah, mari tingkatkan derajat diri menjadi ayah kepala sekolah (bersambung)
Oleh: Bendri Jaisyurrahman

Pertengkaran Suami Istri

Mengapa di dalam kehidupan berumah tangga selalu terjadi perselisihan, pertengkaran, kesalahpahaman,dan kadang2 berujung perceraian..?!
Jawabannya adalah, karena syaithan selalu mengusahakannya.. Iya, mengusahakan perpisahan antara suami istri.. Mengusahakan agar mereka berdua selalu bertengkar dan tidak harmonis..
Rasulullah memberitakan, bahwa syaithan selalu bergumam, “Aku tak akan meninggalkan pasangan suami istri ini sebelum aku berhasil memisahkan mereka berdua.”
(Shahih Riwayat Muslim)
Faedah :
Jika kita udah tahu perihal ini, maka yang dibutuhkan dalam menjalani hidup berumah tangga adalah kesabaran dan doa mohon pertolongan kepada Allah.. Apapun sebabnya, pertengkaran antara suami istri semuanya berasal dari bisikan syaithan..
Beberapa pasangan tidak menuruti bisikan itu, dan kebanyakan dari mereka menuruti.. Tapi juga harus dipahami dengan bagus, bahwa keharmonisan keluarga karena pembiaran atas anggota keluarga yang tidak mengindahkan syariat-syariat Allah, tidak adanya amar ma’ruf dan nahi munkar, juga merupakan bisikan syaithan..
Dan perkara ini lebih besar. Karena hak-hak Allah lebih pantas untuk ditunaikan daripada hak-hak bani adam..
Ayo yang masih suka bertengkar dengan istri atau suaminya.. 
Tengok kembali permasalahannya.. Biasanya hanya masalah sepele.. Permasalahan yang tidak seharusnya menjadi kemarahan yang dahsyat..
Rasulullaah menasehatkan, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling baik sikapnya terhadap istrinya..
Dan ini harus diupayakan oleh para suami.. Karena mereka lebih berakal.. Lebih bagus pemahamannya daripada seorang wanita..
Mudah-mudahan Allah senantiasa menumbuhkan kerinduan seorang suami kepada istrinya, dan menumbuhkan kasih sayang istri kepada suaminya..
Surga menanti bagi suami dan istri yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan..
Kompetisi keshalihan..
Like => Buah Hatiku

Surat Untuk Presiden Negeri Kami Tercinta Indonesia

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 
Semoga salam rahmat dan berkah Allah selalu menyertai ayahanda Jokowi tercinta…aamiin. SubhanAllah ayahanda terpilih dan mengemban amanah Allah sebagai presiden negeri tercinta ini. Sungguh jabatan yg ayah emban hakekatnya amanah Allah yg ayah akan pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Ingat ayah, ayah adalah hamba Allah, seorang Muslim yang punya tugas utama mengabdikan kepada Allah sebagai “Kholifah fil ardhi” ( QS Adz Dzariyat 56). 
Sadarilah ayahanda, kita semua tidak lama hidup di dunia ini, jabatan yg ayah emban juga tidak lama. Sungguh kita akan hidup selama lamanya di akhirat. Dunia ini memang sebentar tetapi menentukan keadaan kita selama lamanya, memang sebentar tetapi resikonya terlalu besar. Ayahanda, jangan sia siakan kesempatan hidup ini, ingat segala keputusan ayahanda berimplikasi pada kedudukan ayahanda di akhirat kelak. Bacalah Kalam Allah surah An Nisa ayat 85, “Barang siapa memutuskan keputusan yg benar lalu banyak yg mengikutnya maka sebanyak itulah pahala yg ia peroleh, dan barang siapa memutuskan yg buruk lalu banyak yg mengikutnya maka sebanyak itulah dosa yg ia pikul…”. 
Sungguh jika ayahanda jujur amanah maka ayah meraih kedudukan mulia lebih mulia dari para syuhada dan satu derazat dibawah kedudukan para nabi (QS An Nisa 69), dan di akhirat kelak menjadi hamba utama yg meraih perlindungan Allah, “Imam yg ‘adil akan dinaungi oleh Allah (pada hari kiamat) di bawah naungan-Nya” (HR Bukhoii Muslim) tetapi kalau ayah hianat, berdusta. Mohon ayah baca dg hati yg dalam peringatan Rasulullah ini, ”Pemimpin mana saja yg menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR Ahmad), ”Barangsiapa yg diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga” (HR Bukhari Muslim]. Dalam lafadh yg lain disebutkan : ”Ia mati dimana ketika matinya itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah haramkan baginya surga”, “Barangsiapa yg melakukan perbuatan jahat atau melindungi pelaku kejahatan, maka baginya laknat dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya amal wajib maupun amal sunnah (yg ia kerjakan)” (HR Bokhori Muslim). 
Ayahanda sekarang presiden negeri ini, mayaoritas penduduk negeri menunggu bukti janji ayahanda. Kini ayahanda bukan petugas partai lagi, bukan pelaksana koalisi, bukan pembela kepentingan kelompok siapapun bukan pembawa pesan siapapun. Ayah presiden, ayah harus punya kemandirian sikap,tegas, berani, jujur, jangan takut kepada siapapun. Takutlah hanya kepada Allah yg masih mengizinkan ayahanda bernafas. Mayaoritas penduduk negeri ini susah, sogok menyogok dan korupsi membudaya, ma’siyat dimana mana, inilah tugas utama ayahanda, ayahanada harus kuat dg dukungan aparat yang kuat juga, menteri yg jujur, tentara yg kuat, polisi yg bersih, KPK yg berani. 
Ayahanda waktu terus berjalan, tumpukan kekecwaan, marah dan susah sudah bercampur yg bisa tumpah. Segeralah ayah bersikap sebagai presiden negeri yg takut kepada Allah, berani, jujur, amanah dan mandiri memutuskan untuk kepentingan kemamkmuran kesejahteraan rakyat ini. “Takutlah ayah kepada Allah dan Hari PembalasNya, ajaklah kami rakyat bangsa ini takut kepada Allah, hidup bahagia dalam hidayah Syariat dan Sunnah NabiNya yg ayah dan nanda cintai bersama. “Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah turunkan keberkahan dari langit dan bumi, tetapi kalau menggunakan ni’matNya untuk berbuat zholim, maka kami azab mereka karena kejahatan mereka” (QS Al ‘raf 96). .
Allahumma ya ALLAH kami rindu pemimpin yg berwibawa, yg sangat takut kepadaMU dan mengajak kami takut kepadaMU…pemimpin yg mengajak kami hidup dalam SyariatMU dan bahagia dalam Sunnah NabiMU. Allahumm ya ALLAH selamat kami, negeri kami dari murkaMU…aamiin. Dari rintihan hati seorang anak bangsa yg mencintai umat dan negeri ini.
sumber => http://on.fb.me/1tfOwtU

Remaja Muslim

bila pola pikirnya bukan berdasar dalil Islam | jangan heran bila dia mentolerir perkara haram
namanya pendidikan itu pembentukan karakter | bila yang haram sudah ditolerir bagaimana jadi benar?
adanya fakta orang yang berzina solusinya bukan diberi kondom | solusinya harusnya hapus perzinaan dan cegah dengan pembinaan
adanya fakta muda-mudi pacaran solusinya bukan diajar pacaran sehat | seharusnya sejak dini diberitahu itu perkara haram dan amal maksiat
inilah cermin pendidikan yang hanya mengejar ilmu dan pengetahuan | bukan karakter yang berbasis Islam, bukan membentuk pribadi taat
sudah terbukti pacaran itu pintu zina paling besar namun tetap abaikan | sama saja meremehkan dosa besar, memberi jalan bagi kemaksiatan
hancurnya pendidikan tatkala Al-Qur’an dan As-Sunnah cuma jadi bacaan | sementara budaya kufur ditolerir, dan dianggap suatu kewajaran
harusnya kemdikbud merumus materi pengajaran gunakan fakta dan data | fakta dan data berbicara lebih banyak daripada anggapan dan katanya
kemdikbud harus tahu bahwa pertanggungan tugas mereka hanya 5 tahunan | tapi pertanggungan mereka pada Allah? itu harus diingat baik-baik
dan setiap jiwa akan ditanya tentang amanah yang mereka pegang | dan hukum-hukum Allah yang mereka ketahui namun mereka abaikan
saat yang haram dilabeli wajar, sementara yang wajib dianggap ekstrim | maka saat itu kebenaran menjadi relatif, teladan menjadi sirna
bila terus begini, generasi kedepan sudah bisa ditebak adanya | Muslim namun caranya berpikir tak beda dengan yang bukan Muslim
makin beratlah tugas ini tatkala kemaksiatan diajarkan forrmal | sementara pemuka-pemuka yang harusnya berjuang malah bebal
semoga Allah melindungi anak-anak kita dari kemaksiatan terorganisir | semiga Allah memberikan kita kebaikan dimanapun dan kapanpun adanya
—————————-

Al Quran

hati yang keras tak tersentuh saat mendaras Al-Qur’an | hati yang keras tampak dalam perbuatan dan lisan
hati yang lembut bertambah takut saat membaca Al-Qur’an | hati yang lembut bagi istri dan anak jelas membahagiakan
akal yang selamat bertambah taat saat menelaah Al-Qur’an | akal yang selamat selalu akan hadirkan pencerahan
akal yang mulia beroleh karunia dengan Al-Qur’an | akal yang mulia tenang dalam berbuat santun dalam lisan
tiada sia-sia kata-kata yang dimuati Al-Qur’an | tiada dusta bila berdasar sabda Nabi junjungan
semua perkataan manusia pada hakikatnya adalah mudharat | jauh dari kebenaran selama tidak menetapi syariat
perbanyak pelajari Al-Qur’an dan Hadits setiap masa | karena lisan hanya mengeluarkan yang tersimpan dalam kepala
dengan Al-Qur’an dan Hadits, bicaranya manfaat diamnya taat | jauh dari Al-Qur’an dan Hadits, bicaranya mudharat diamnya khianat
————————–

Sebuah Toleransi

Renungkan sabda Nabi Muhammad
“Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR Abu Dawud, Ahmad)
Berkenaan hadits ini, Ibnu Taimiyah menulis
“Minimal, hadits ini menetapkan adanya keharaman meniru-niru ahlu-kitab (nasrani-yahudi), meskipun pada dzahirnya (dapat) menjadikan kafir orang yang meniru-niru kepada mereka…”
Apa maksudnya bertasyabbuh? ialah meniru-niru dan menyerupai baik dalam niat keyakinan ataupun dalam amal perbuatan yang tampak
Menurut Al-Munaawiy dalam kitab Faidlul-Qadiir, meniru-niru ini termasuk keyakinan dan kehendak, mapun ibadah atau kebiasaan
Dalam praktik modern, meniru-niru ini bisa jadi memakai benda khas, atau kebiasaan khas, seperti kalung salib, V-Days, tahun baru, atau dalam bulan-bulan ini, berpakaian ala sinterklas, mengucap selamat natal, dan semisalnya, ini semisal toleransi kebablasan
Padahal toleransi cukup hanya biarkan penganutnya laksanakan ajarannya, bukan malah ikut dan larut dalam keyakinan dan ibadah mereka
Lalu bagaimana bila bekerja diharuskan memakai atribut khusus natal? | dalam kondisi apapun, tidak ada tawar menawar akidah 🙂
“yang penting kan hatinya tetap iman, walau luarnya pake topi sinterklas” | meniru-niru bukan hanya urusan hati tapi juga urusan amal
“demi cari makan buat anak dan istri” | justru itu, memberi makan anak istri harus dengan cara yang baik 🙂
“non-Muslim juga pake peci dan ucap salam pas lebaran” | mereka nggak punya syariat, kita punya, tuntunannya dari nabi lengkap
“tapi itu kan cuma pakaian, bukan aqidah” | makanya, cuma pakaian kan, kenapa harus dipaksa-paksain ke Muslim untuk pakai?
“tapi itu kan cuma pakaian?!” | kalau pakaian sehari-hari sih ok, ini pakaian sudah khas, khas perayaan natal, maka jelas hukumnya
masih nekad juga dan anggap enteng meniru-niru ini (tasyabbuh)? | coba simak hadits berikut ini
“Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.”
Para sahabat lantas bertanya, “Apakah yang anda maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?”
(HR Bukhari)
Yang namanya godaan itu ya dari kecil, nggak langsung gede, penyimpangan itu dari yang kecil yang jadi membesar tanpa sadar
Toleransi itu sederhana, “bagimu agamamu, bagiku agamaku” 🙂
————————

Pacaran? Udah Putusin Aja

yang pasih pacaran, #UdahPutusinAja
dengan pacaran kita bisa tau dia jahat atau nggak | tapi kita nggak bisa lihat dia baik atau nggak
untuk tau dia serius atau nggak, baik atau nggaknya | harus datangi walimu, biar di fit and proper tes dulu 
yang serius, itu datengin ayahnya, nentuin tanggal nikah, jantan | yang nggak tanggung jawab, kapan-kapan bisa lari, ya pacaran
lha pacaran aja udah jahat, apalagi udah nikah | bakal sadis tuh, yang begitu diharep-harep
berani temui walimu demi kamu, usaha dapetin kamu jalan halal | dapet nggaknya urusan belakang, yang jelas dia punya nyali
laki-laki yang nggak mau maksiat karena Allah, mudah kalo jadi suami | tinggal bacain dalil, dia tambah sayang sama kamu
tau pacaran maksiat, mati-matian bawa kamu ke jalan dosa | apa yang bakal dia bawa selepas nikah? ya maksiat juga
tujuan utama nikah itu mau ibadah, ya nggak sih? | lah ini kamu belum nikah udah kenyang maksiat pacaran 
kamu kasih segala-gala, eh pas putus? | cuma untuk dibilangin dia “itu mantan gue, bekas gue”, aihh.. barang seken kali..
kalo kamu yakin ketaatan itu awal jalan kebaikan, #UdahPutusinAja | kalau kamu yakin maksiat nggak bakal bahagia, #UdahPutusinAja 
——————————–

Fenomena Selfie

selfie itu kebanyakan berujung pada TAKABBUR, RIYA, sedikitnya UJUB
buat cewek apalagi cowok, lebih baik hindari yang namanya foto selfie, nggak ada manfaatnya banyak mudharatnya
bila kita berfoto selfie lalu takjub dengan hasil foto itu, bahkan mencari-cari pose terbaik dengan foto itu, lalu mengagumi hasilnya, mengagumi diri sendiri, maka khawatir itu termasuk UJUB
bila kita berfoto selfie lalu mengunggah di media sosial, lalu berharap ianya di-komen, di-like, di-view atau apalah, bahkan kita merasa senang ketika mendapatkan apresiasi, lalu ber-selfie ria dengan alasan ingin mengunggahnya sehingga jadi semisal seleb, maka kita masuk dalam perangkap RIYA
bila kita berfoto selfie, lalu dengannya kita membanding-bandingkan dengan orang lainnya, merasa lebih baik dari yang lain karenanya, merasa lebih hebat karenanya, jatuhlah kita pada hal yang paling buruk yaitu TAKABBUR
ketiganya mematikan hati, membakar habis amal, dan membuatnya layu bahkan sebelum ia mekar
memang ini bahasan niat, dan tiada yang mengetahuinya kecuali hati sendiri dan Allah, dan kami pun tiada ingin menelisik maksud dalam hati, hanya sekedar bernasihat pada diri sendiri dan juga menggugurkan kewajiban
teringat masa lalu, kami masih merasakan masa dimana memfoto diri sendiri adalah aib, sesuatu yang aneh, tidak biasa, dan cenderung gila, narsis di masa kami bukan sesuatu kebiasaan
zaman sekarang malah terbalik, cewek-cewek Muslimah tanpa ada malu memasang fotonya di media sosial, satu foto 9 frame, dengan pose wajah yang -innalillahi- segala macem, saat malu sudah ditinggal, dimana lagi kemuliaan wanita?
alhamdulillah, sebelum Muslim apalagi sesudahnya, tak pernah sekalipun kami ber-selfie ria, kecuali tatkala harus membuat video di Roma, dan tidak ada yang bisa mengambil gambar sendiri, selain batu yang menjadi penolong, hehe..
alhamdulillah, nggak pernah selfie, karena selalu ada yang mau fotoin dan ada yang bisa diajak foto >> @ummualila, andai dulu @ummualila demen selfie-an, tentu saya nggak ajak untuk dua-duaan hehe..
jadi hati-hati yang doyan selfie, bisa-bisa selfie terus seumur-umur
saudaramu yang nulis ini karena sayang kamu,
@felixsiauw
————————-

Sahabat

dalam kesenangan engkau menemukan banyak teman | namun sahabat hanya muncul ketika engkau dalam kesulitan
sahabat tak mendatangi karena harta, bukan karena perniagaan | dia dan engkau hanya ada satu pengikat, asma Allah
Nabi menceritakan kisah Muslim yang bersahabat dan mencintai karena Allah | dalam hadits riwayat Muslim, di hari kiamat kelak
Allah bertanya di kerumunan manusia di padang mahsyar | “dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku?”
“pada hari ini Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku” (HR Muslim) | masyaAllah
mudah-mudahan kita termasuk yang mencintai sahabat kita karena Allah | mudah-mudahan karena keagungan Allah, kita dinaungi di hari nanti..
akhukum,
@felixsiauw
———————————

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng


Jadi Ikhwan jangan cengeng..

Dikasih amanah pura-pura batuk..


Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..


Afwan ane sakit..


Afwan PR ane numpuk..


Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..


Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..


Terus dakwah gimana? digebuk?




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..


udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..


Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..


Kesehariannya malah jadi genit..


Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..


Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..


Rencana awal cuma kirim Tausyiah..


< span style="background-color: white; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;">

Lama-lama nanya kabar ruhiyah..


sampe kabar orang rumah..


Terselip mikir rencana walimah?


Tapi nggak berani karena terlalu wah!


Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Abis nonton film Palestina semangat membara..


Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..


Semangat jadi penontonnya luar biasa..


Tapi nggak siap jadi pemainnya..


yang diartikan sama dengan hidup sengsara..


Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ngumpet-ngumpet buat pacaran..


Ketemuan di mol yang banyak taman..


Emang sih nggak pegangan tangan..


Cuma lirik-lirikan dan makan bakso berduaan..


Oh romantisnya, dunia pun heran..


Kalo ketemu Murabbi atau binaan..


Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?


Oh malunya sama Murabbi atau binaan?


Sama Allah? Nggak kepikiran..


Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Disuruh infaq cengar-cengir. .


Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..


Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..


Suruh tenang dan berdzikir..


Malah tangan yang ketar-ketir. .


Leher saudaranya mau dipelintir!




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..


Malah nyari Aminah..


Aminah dapet, terus Walimah..


Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..


Dakwah yang dulu kemanakah?


Dakwah kawin lari..lari sama Aminah..


Duh duh…Amanah Aminah..


Dakwah.. dakwah..


Kalah sama Aminah..< /div>




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Buka facebook liatin foto akhwat..


Dicari yang mengkilat..


Kalo udah dapet ya tinggal sikat..


Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat: “Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah..udah kuliah? Suka coklat?”


Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..


Akhwatnya terpikat..


Mau juga ditraktir secara cepat..


Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…


ya udah.. langsung TEMBAK CEPAT!


Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..


badan goyang-goyang kayak ulat..


Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..


Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..


Zina pun menjadi hal yang nikmat..


Udah pasti dapet laknat..


Duh.. maksiat.. maksiat…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ilmu nggak seberapa hebat..


Udah mengatai Ustadz..


Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..


Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..


Lho kok udah berani nuduh ustadz..


Semoga tuh otaknya dikasih sehat..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Status facebook tiap menit ganti..


Isinya tentang isi hati..


Buka-bukaan ngincer si wati..


Nunjukin diri kalau lagi patah hati..


Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..


Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..


Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..


Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..


Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh..


tau dari pengajian..


Kepala cenat-cenut kebingungan. .


Oh kasihan..


Mendingan cacingan..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..


Makin bingung nyari teladan..


Teladannya bukan lagi idaman..


Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..


Mau jadi putih nggak kuat nahan..


Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..


Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..


Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Diajakin dauroh alasannya segudang..


Semangat cuma pas diajak ke warung padang ..


Atau maen game bola sampe begadang..


Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..


Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..


Duh.. berdendang…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Bangga disebut ikhwan..hati j
adi wah..


Tapi jarang banget yang namanya tilawah..


Yang ada sering baca komik Naruto di depan sawah..


Hidup sekarang jadinya agak mewah..


Hidup mewah emang sah..


Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Dulunya di dakwah banyak amanah..


Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..


Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..


Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..


Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..


Anak baru dipandang dengan mata sebelah..


Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..


Dari situ bilang.. Dadaaahhh..


Saya dulu lebih berat dalam dakwah..


Lanjutin perjuangan saya yah…




Jadi Ikhwan jangan cengeng..


Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..


Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..


Murabbi ikhlas dibikin melongo..


Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..


Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..


Ada pula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si Komo..


Oh noo…




Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…




*dari kisah dan tausiyah seorang sahabat*


—————————————————–