Seri Rumah Tangga Surga (Bagian 7)

0
330

Sakinah Sepanjang Hayah

1. “Apalah artinya tinggal di hotel bintang lima jika tak ada`keluarga yg menemani di dalamnya”

2. Ini bukan ratapan jomblo akut yang sedang galau menanti jodoh, melainkan ungkapan cinta dari seseorang yg merindukan kumpul bersama keluarganya

3. Siapapun yg telah membangun rumah tangga layaknya surga akan selalu merindukan untuk pulang meski rumahnya amat sederhana

4. Sebab, yang namanya surga itu adalah sebaik-baiknya tempat tinggal dan seindah-indahnya tempat untuk istirahat (QS. 25 : 24)

5. Demikian juga dengan rumah tangga surga. Akan selalu membuat penghuninya betah berada di dalamnya

6. Betah bermula dari suasana sakinah. Yakni rasa nyaman dan tentram berada di dalam rumah.

7. Sakinah bermuara kata dengan kata sakanun. Yang bermakna tempat tinggal (QS. 16 : 80).

8. Itulah kenapa suasana sakinah ibarat magnet yang akan membuat penghuninya betah berada di tempat tinggal

9. Bukan karena rumahnya mewah tersebab dipasang AC setiap 3 langkah, namun adanya suasana sakinah yang membuat betah

10. Jika seseorang merasa jam di kantor lambat bergerak dan selalu ingin segera pulang, itu tanda masih sakinah

11. Jika saat keluar kota biaya paling bengkak adalah pulsa, itu tanda masih sakinah. Tersebab selalu ingin terhubung dengan keluarga di rumah

12. Bahkan, jika ada kawan di kantor yg selalu datang terlambat, berprasangka baiklah. Mungkin karena kuatnya suasana sakinah yg membuat ia menunda-nunda berangkat keluar rumah

13. Waspadalah, jika kita sudah mulai betah lembur di kantor. Atau senang nongkrong di luar rumah. Ini mungkin bermula dari suasana sakinah yg lenyap sudah

14. Maka rumah tangga surga lagi-lagi identik dengan bertaburnya suasana sakinah. Setiap penghuni senantiasa merasa betah

15. Dasar dari sakinah adalah rasa tenang, nyaman dan tidak tergesa-gesa. Semua dilakukan tidak terburu-buru

16. Hal ini sesuai dgn hadits : jika panggilan sholat dikumandangkan, maka jangan tergesa-gesa menuju sholat. Hendaklah bersikap sakinah (HR. Bukhari)

17. Sakinah disini bermakna tenang dan tidak terburu-buru. Sebab terburu-buru adalah perilaku syetan.

18. Hilangnya sakinah bermula dari aktivitas yang semuanya dilakukan terburu-buru dan tidak tenang saat bersama keluarga

19. Masak terburu-buru. Ngobrol dengan keluarga terburu-buru. Mandi terburu-buru. Makan pun terburu-buru. Ini sudah tidak sakinah

20. Maka, evaluasilah keluarga kita. Apakah banyak aktivitas yang dilakukan dengan terburu-buru? Seolah-olah tak ada lagi waktu

21. Belajarlah bersikap tenang saat bicara dengan pasangan dan anak. Jangan sambil bergerak mondar-mandir

22. Kebiasaan bicara seperti ini membuat rasa tidak nyaman dan tidak diperhatikan. Lisan saling terucap tapi hati tak berpelukan sebab terburu-buru

23. Karena itu agar tak terburu-buru penting bagi kita untuk memiliki manajemen waktu yg baik dalam rumah tangga kita.

24. Ketidaksakinahan bermula dari manajemen waktu yg amburadul dalam rumah tangga. Karena itu pandai-pandailah mengelola waktu agar tak terburu-buru

25. So, dari sekarang nikmati saat berada di rumah dengan sikap tenang. Hal ini adalah upaya mengundang sakinah datang

26. Jika hal ini sering dilakukan, maka rumah tangga surga bukan sekedar impian. Sebab kita tahu rumus untuk bisa mengimplementasikan

27. Silahkan share jika berkenan. Salam bahagia

————————
Baca Seri Rumah Tangga Surga (Bagian 6)
Oleh: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here