Renungan Pasutri 06 – Semoga Allah Mencukupi Kebahagianmu Dengan Satu

0
379

Tarbiyatul AuladRenungan Pasutri 06

Tanpa angin…. tanpa hujan, tiba tiba saya membuka pembicaraan selepas menjawab curhat ibu-ibu via inbox

Saya: Pak, kalo bapak merasa tidak cukup “satu” jangan melanggar syariah ya pak, di islam kan jelas aturannya.

Suami: “apa sih mi…… (Sambil senyum tertawa kecil), pasti abis ada yang curhat ya di facebook”

Saya: “iya pak, astagfirullah, macem-macem problematika rumah tangga teh, banyak yang curhat kasus selingkuh. Ari selingkung sekali bilangnya khilaf, tapi terus weeee….dua tiga empat kali, atuh masa nu kitu khilaf? Makanya pak jaga pandangan kata Rasul juga, di depan, belakang, kanan, kiri perempuan kan syaitan, makanya disuruh segera menemui istri kalo sedang digoda syaitan”

Suami: iyaaaaa……
Dengan santai suami menjawab

Saya: “eeeeeeeeh kita teh jangan merasa seolah-olah yang kayak gitu teh akan jauh dari kehidupan kita pak, jangan merasa kita teh suci karena syeitan mah gak pernah langsung menggoda manusia dengan seribu langkah pak”

Suami: “iya ya mi ya…. syetan mah ngegoda kita selangkah demi selangkah”

Saya: “makanya pak kudu saling ngingetin urang teh…. Kita teh gak tau kehidupan kita besok seperti apa, masih istiqomah atau nggak, makanya pak kita saling bimbing, saling ngingetin kalo ada yang salah. Mungkin ummi mah percaya sama bapak, tapi gak percaya sama yang diluar sana, makanya harus terus saling menguatkan”

Sedih, terheran-heran, kaget, dan sekian banyak perasaan campur aduk lainnya yang saya rasakan ketika membaca curhatan ibu-ibu yang memiliki permasalahan rumah tangga karena kasus perselingkuhan. Kalau saya saja merasa seperti mimpi mendengar kisah-kisah mereka, apalagi mereka sendiri yang merasakannya. Saya yakin tidak ada satupun pasangan yang menikah karena berniat ibadah karena Allah akan membayangkan pada saat mereka melaksanakan ijab qabul bahwa pernikahannya akan dihiasi dengan kesakithatian karena perselingkuhan bahkan harus berakhir karenanya. Tapi mengapa perselingkuhan ternyata bisa terjadi pada pasangan-pasangan yang pada awalnya baik-baik, bahkan mengawali pernikahan mereka dengan niat dan cara yang baik?

Ya! Karena syeitan tidak pernah menggoda manusia langsung dalam seribu langkah. Sedikit demi sedikit menghembuskan peluang-peluang kesempatan dalam melaksanakan kemaksiatan. Maka diri ini hanya dapat berlindung kepada Allah SWT agar Allah senantiasa menjaga dan merawat cinta kami dalam ketaatan kepada Allah. Takut…. Takut….. Takut berjalan sendiri jika tanpa perlindungan Allah ditengah dunia yang yang penuh kerusakan moral bahkan kebiadaban. Takut….takut….takut….jika tanpa kasih sayang Allah kami gagal mempertahankan keistiqomahan dalam ketakwaan sampai menemui ajal. Maka diri ini hanya ingin berlindung kepada Allah, agar Allah senantiasa menjaga kami dalam katakwaan dan mengijinkan kami berkeluarga kembali dalam jannah-Nya.

Selain meminta penjagaan kepada Allah Sang Penjaga, maka diri ini ingin terus berjuang lebih baik lagi menjadi sebaik-baiknya perhiasan didunia bagi suami tercinta. Memberikan pelayanan dan bakti yang lebih baik lagi. Mempererat komunikasi yang menguatkan cinta. Ya Allah ijinkanlah kami para istri, menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia bagi suami kami. Jadikanlah lisan kami lisan yang memberi ketentraman bagi suami. Jadikanlah kami para istri yang sedap dipandang dan kehadirannya selalu dirindukan. Jadikanlah kami para istri yang dukungannya terhadap suami selalu menguatkan. Jadikanlah kami para istri yang menjadi obat kelelahan dan penghilang kepenatan saat para suami kami lelah pulang mencari nafkah. Jadikanlah kami para istri yang dengan kasih sayang dan kelembutannya memberikan energi bagi para suami dalam berjuang. Jadikanlah kami para istri yang bersyukur dalam menerima apapun yang suami berikan. Jadikanlah kami para istri yang senantiasa sabar dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami dalam keadaan suka, duka, susah, dan senang. Jadikanlah kami para istri yang amanah dalam mengelola harta suami. Jadikanlah kami para istri yang amanah dalam mengurus dan mendidik anak-anak. Jadikanlah kami para istri yang piawai mengurus rumah tangga agar suami bahagia ketika pulang ke rumah melepas lelah. Jadikanlah rumah kami rumah yang dirindukan suami pulang. Ya Allah berkahilah rumah tangga kami dengan menjaga kesetiaan kami agar kami bisa bahagia hidup berkeluarga di dunia dan kelak di surga. Aamiin

Semoga dirumahmu kau miliki sebaik-baik perhiasan di dunia, dan semoga Allah mencukupi kebahagiaanmu dengan satu.

Batujajar Jawa Barat
Dari seorang istri yang berusaha lebih baik lagi, dan menitipkan diri dan suaminya pada Sebaik-Baik Penjaga
Kiki Barkiah

Baca juga – Renungan Pasutri 05

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here