Renungan Pasutri 02

0
368

Renungan Pasutri 02

Tarbiyatul AuladRenungan Pasutri 02

Pernah ada masa dimana suami mendapatkan tambahan rezeki dengan menjual keahlian dan kapasitas intelektualnya dalam bidang IT secara freelence. Mendapat pekerjaan dari proyek yang diberikan, kemudian dibayar setelah selesai. Namun tidak pernah tau bagaimana proyek itu didapat, sementara kami hanya dibayar berdasarkan pekerjaan yang dilakukan. Ibarat seorang koki, suami hanya diminta memasak masakan enak sesuai dengan pesanan, menyelesaikannya dengan tepat waktu, lalu dibayar setelah selesai memasak. Tidak tau bagaimana cara konsumen memesan dan berapa harga jualnya.

Suatu hari suami pulang kerja dan bercerita.
bapak: “ummi bapak tadi diminta (sang pemberi pekerjaan) menemui seseorang, diminta menjelaskan tentang detail proyek yang akan dikerjakan. katanya tendernya sudah dapat tapi sepertinya antara proposal yang diajukan ada perbedaan dengan spesifikasi yang mereka minta, padahal nilai kontrak sudah fix. Karena bapak yang tau deteil pekerjaannya bapak jadi diminta turun. Masalahnya mereka (yang memberi pekerjaan) bilang, mereka sudah menyuap sebesar **** untuk memenangkan proyek itu”

ummi: “Ya Allah pak, ternyata besar uang suapannya saja berkali-kali lipat dari pembayaran yang mereka bayar sama hasil keringat bapak ya. Ummi gak masalah sama besar nilai yang dibayarkan dari keringat yang bapak kerjakan asalkan itu halal. Tapi selama ini kan kita gak pernah tau seluk beluk nya seperti apa, kita dibayar sebagai profesional yang mengerjakan pekerjaan. Tapi kalo jadi turun dan kenyataannya jadi tau seperti ini, ummi berdoa sama Allah untuk dikasih rezeki dari jalan lain aja, gak usah bawa pulang harta yang gak berkah ke dalam perut anak-anak kita ya pak. mudah-mudahan proyeknya gak jadi”

Syukur alhamdulillah, setelah itu suami tidak lagi mendengar cerita tentang kelanjutan pyoyek tersebut. Alhamdulillah atas kasih sayang Allah, Allah perlihatkan hal itu agar kami dapat terus menjaga kehalalan dan keberkahan harta yang masuk ke dalam perut anak-anak kami.

Bisa saja pesona wanita bermain untuk urusan harta, sehingga para suami yang tak mengigit erat nilai takwa dapat tergoyah dan melupakan kebersihan harta. Namun suamiku…… Insya Allah kami lebih mampu menahan lapar atau menahan keinginan berbelanja, karena kami kelak tak mampu menahan panasnya api neraka. Wahai suamiku, insya Allah istrimu lebih mampu menahan rasa untuk memuaskan diri dalam membeli barang dengan potongan harga, tapi diri ini tak mampu menahan diri untuk berjuang mengurus dan mendidik anak tanpa pengabulan doa-doa. Bagaimana doa yang terucap bisa diterima jika kami makan harta yang bukan menjadi hak sesungguhnya? Wahai suamiku, insya Allah kami lebih mampu bersabar berada dalam rumah kecil yang sederhana, karena kami lebih tidak sanggup menerima kenyataan bahwa tidak ada rumah untuk kita kelak di surga. Wahai suamiku, insya Allah kami lebih mampu bersabar untuk tidak berekreasi di arena wisata, karena kami lebih tidak sanggup menerima jika kelak kita semua tidak bercengkrama di surga. Wahai suamiku, insya Allah istrimu lebih sanggup menahan diri untuk tidak membeli beragam kosmetik perawatan yang mempercantik rupa, karena diri ini tidak sanggup menerima jika kelak tak menjadi bidadarimu di surga. Wahai suamiku, insya Allah istrimu lebih sanggup menahan diri untuk berbelanja demi keperluan penampilan yang bergaya, karena diri ini lebih merindukan memakai gaun indah di surga bersamamu dalam singgasana. Wahai suamiku, insya Allah kami lebih sanggup menahan kesempitan dalam harta, karena kami lebih tidak sanggup menghadapi musibah dalam hal agama. Bagaimana anak-anak akan menjadi ahli quran yang berakhlak mulia jika engkau membawa harta yang haram atau yang tak jelas kehalalannya? wahai suamiku… bawa saja untuk kami yang halal dan berkah, karena yang berkah akan memberi kecukupan, yang berkah akan memberi ketentraman.

Batujajar, Jawa Barat
Dari seorang istri yang terus berdoa agar Allah senantiasa menjaga suaminya agar selalu menjaga kehalalan dan keberkahan harta.
Kiki Barkiah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here