Membangun dan Meningkatkan Kesabaran Dalam Mengasuh dan Mendidik Anak

0
768

Tarbiyatul Aulad – Berikut beberapa prinsip yang perlu dipahami untuk membangun dan meningkatkan kesabaran dalam mengasuh dan mendidikan anak. Prinsip tersebut terangkum dalam singkatan ANAKMU LADANG SURGAMU:

A— Anak adalah anugrah dari Allah serta warisan berharga yang akan menjadi simpanan kita. Tidak semua orang memiliki anugrah ini, maka perlakukanlah mereka diatas dasar cinta dalam keadaan dan perasaan apapun agar kelak mereka dapat menjadi simpanan terbaik kita
N— Nanti kelak apa yang ditanam akan kita petik hasilnya, maka pastikan selalu menanam kebaikan kepada mereka dalam keadaan dan perasaan apapun.
A— Allah tidak akan memberikan amanah dan cobaan diluar kesanggupan hambaNya, maka dalam keadaan dan perasaan apapun, yakinlah bahwa kita bisa melakukannya meski terkadang harus melipatgandakan kekuatan.
K— Komunikasikan setiap kesulitan dan permasalahan dalam pengasuhan anak kepada Allah, agar Allah memberi kemudahan dan petunjuk dalam penyelesaiannya
M— Mereka terlahir dalam fitrah kebaikan, jika kita menjaga kesucian dan tidak merusak fitrahnya dengan selalu mengajarkan kebaikan, insya Allah mereka akan selalu dalam kebaikan dan baik-baik saja
U— Untuk memilih sikap, manusia diilhamkan dua jalan oleh Allah, jalan fujur dan jalan taqwa, maka sangatlah wajar jika sesekali kita melihat sikap negatif anak kita meski kita merasa tidak mengajarkannya. Tetaplah istiqomah mengajarkan kebaikan dan meluruskan perilaku yang buruk tanpa peduli kapan nasihat kita akan benar-benar bekerja dan berbuah perilaku baik mereka

—–0—-

L— Lihatlah lebih dalam, apa motif dan alasan seorang anak melakukan sesuatu, sehingga kita lebih bijak dalam merespon perilakunya. Sesuatu yang mungkin terlihat salah dalam pandangan kita, bisa jadi merupakan sebuah pengalaman belajar yang mengesankan bagi mereka.
A— Atasi permasalahan anak sampai pada akarnya, karena biasanya sikap yang muncul ke permukaan belum tentu menggambarkan permasalahan yang sesungguhnya. Namun mengatasi permasalahan anak sampai pada akar masalah, insya Allah akan turut menyelesaikan permasalahan yang muncul ke permukaan
D— Dalam setiap tahapan usia, anak memiliki kapasitas intelektual dan emosional tersendiri. Memahami tahapan perkembangan kemampuan anak akan membantu kita menaruh ekspektasi yang lebih tepat.
A— Anak tidak terlahir seperti kertas kosong, anak terlahir sebagai karunia dengan potensi yang unik beserta tempramen bawaannya masing-masing. Memahami keunikan potensi anak serta tempramen bawaannya akan membantu kita lebih tepat dalam merespon dan membangun lingkungan bagi tumbuh kembangnya
N— Negasi dalam berperilaku terhadap apa yang diperintahkan atau dianjurkan oleh orang tua adalah sebuah kewajaran bagi seorang anak di awal-awal tahun usianya. Tetaplah konsisten dan istiqomah menegakkan aturan yang diberlakukan secara bertahap sesuai tahapan usia dan kemapuan anak serta terus menjelaskan sebab dan akibat sebuah aturan ditegakkan. Bila negasi terhadap perintah cenderung masih sering dilakukan saat anak-anak berusia lebih besar, maka perlu adanya perbaikan pola komunikasi dan hubungan yang dibangun antara anak dan orang tua.
G— Gangguan eksternal, ketidaknyamanan, perasaan tidak aman, perubahan suasana, serta tidak terpenuhinya kebutuhan dasar seorang anak seperti makan dan tidur, biasanya memicu munculnya perilaku negatif. Memenuhi kebutuhan dasar serta menjalankan rutinitas standar biasanya akan mengurangi munculnya perilaku negatif. Saat perilaku negatif muncul, coba perhatikan hal-hal sederhana di sekitar mereka yang mungkin menjadi penyebab munculnya perilaku negatif.

—–0—–
S— Sampaikan nasihat dalam suasana yang tenang dan penuh kasih sayang sehingga anak dalam keadaan siap mencerna dan menerimanya. Cari waktu dan momentum yang paling pas dalam menyampaikan nasihat
U— Upayakan agar dapat menghadapi anak-anak dalam keadaan melelepas semua beban permasalahan di tempat lain. Pilah masalah yang kita hadapi serta selesaikan secara terpisah sesuai skala prioritas. Jangan melampiaskan emosi negatif akibat adanya permasalahan lain yang sedang kita hadapi ke anak-anak.
R— Rekreasilah dan lakukan hal-hal yang dapat menambah dan memperbaiki semangat kita dalam menghadapi anak-anak. Perasaan bahagia dan kesehatan mental orang tua merupakan modal penting dalam menciptakan kesehatan pola asuh anak
G— Gunakan gaya komunikasi, pilihan kalimat dan nada komunikasi yang disesuaikan dengan usia, tempramen dan karakter anak serta kasus permasalahan yang dihadapi. Gaya komunikasi, pilihan kalimat bahkan nada komunikasi akan menentukan keberhasilan dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.
A— Agendakan secara rutin untuk berkomunikasi dengan pasangan terhadap perkembangan dan permasalahan seputar pengasuhan anak. Satukan visi misi, tingkatkan kapasitas ilmu bersama, serta bekerjasama secara harmoni dengan pasangan dan orang-orang disekitar anak-anak kita. Perjuangan kita dalam mencapai visi akan sangat berat jika tidak sejalan dengan orang-orang disekitar anak-anak kita
M— Mudahlah dalam memberi maaf terhadap kesalahan yang bersifat tidak disengaja atau terlupa, karena Allah pun memaafkan dosa manusia yang dilakukan dalam keadaan lupa, tidak disengaja dan terpaksa. Hal terpenting dalam menyikapi sebuah kesalahan anak adalah anak mengerti dimana letak kesalahannya serta mendapat hikmah dari kejadian yang dialaminya.
U— Ucapkan doa terbaikmu untuk anak-anak saat engkau merasa telah mencapai puncak keasabaran dan sangat ingin marah, agar kata-kata yang engkau keluarkan menjadi doa kebaikan yang diijabah oleh Allah SWT

Batujajar, Jawa Barat
Dari seorang ibu yang Alhamdulillah masih Allah karuniakan kesabaran ditengah keadaan dan perasaaan yang dialaminya
Kiki Barkiah

Pengasuhan Anak
Baca juga Renungan Pasutri 11 – Sebelum Engkau Membagi Cinta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here