Cuplikan Untaian Nasihat Ibnu al-Jauzi Teruntuk Anak Tercintanya

0
231
Seandainya seorang dari kita mencermati lama masa hidupnya di dunia, taruhlah sepanjang enam puluh tahun. Kurang lebih tiga puluh tahun dari itu dihabiskan untuk tidur. Masa kanak-kanak dan remaja sekitar lima belas tahun. Jika sisanya dihitung, bagian terbesarnya habis digunakan untuk mengikuti dorongan syahwat, makan dan mencari penghidupan. Yang tersisa untuk akhirat pun masih tercampur riya dan kelalaian. Jadi, dengan apa Ananda akan membeli kehidupan abadi di akhirat?
 
Telah kau ketahui, Wahai Anakku! Bahwa aku telah menulis sebanyak seratus kitab. Di antaranya adalah Tafsir Kabir sebanyak dua puluh jilid. Kitab Tarikh sebanyak dua puluh jilid. Tahdzibul Musnad sebanyak dua puluh jilid. Selebihnya ada yang berjumlah lima, empat, tiga dan dua jilid. Ada pula yang kurang atau lebih dari jumlah tadi. Aku telah mencukupkanmu dengan karya-karya tulisku ini dari meminjam buku dan memfokuskan perhatianmu untuk menulis. Maka, berupayalah menghapal (kitab-kitab itu). Menghapal adalah modal utama. Menata-kelola usaha dengan baik akan menentukan keuntungan yang akan kau peroleh. Jujurlah dalam memohon bimbingan dari Allah Ta’ala.
 
Ketahuilah, Wahai Anakku! Semoga Allah senantiasa memberimu taufik, tidaklah manusia diistimewakan dari makhluk lain dengan akal melainkan agar ia berbuat sesuai dengan rasionya. Maka, hadirkan akalmu, gunakan pikiranmu, dan renungkan. Pelajarilah bahwa dirimu adalah makhluk yang dibebani tanggung jawab. Dirimu bertanggungjawab untuk menjalankan sejumlah kewajiban. Kedua malaikat selalu mencatat kata-kata yang kau ucapkan juga gerak-gerikmu dan sesungguhnya langkah menuju ajalmu dan masa hidupmu di dunia ini amat lah singkat. Sementara, dirimu akan tertahan di dalam kubur dalam masa yang cukup panjang. Dan azab yang sebabnya adalah mengikuti hawa nafsu tentu sangat menyengsarakan. Maka, di mana kelezatan yang kemarin engkau nikmati saat engkau telah pergi dan meninggalkan penyesalan? Di mana dorongan syahwat dalam jiwamu saat ini di kala kau menundukkan kepala dan tergelincir (ke dalam siksa)?!
 
Tidak ada yang berbahagia selain mereka yang sanggup mengekang hawa nafsu dan tidaklah sengsara melainkan mereka yang terlalu mementingkan urusan dunia. Ambillah pelajaran dari para penguasa dan ahli zuhud terdahulu. Di mana kelezatan yang mereka rasakan saat ini? Di mana keletihan yang dulu dirasakan oleh mereka? Nama baik orang-orang salih akan selalu kekal, sedang cacian dan umpatan akan terus lekat pada orang yang doyan bermaksiat, seakan orang yang kenyang tidak pernah kenyang dan yang lapar pun demikian.
Alee Massaid
Cuplikan Untaian Nasihat Ibnu al-Jauzi Teruntuk Anak Tercintanya
.

Here is a collection of places you can buy bitcoin online right now.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here