CKSPA Episode 56 – Kala Ada Yang Datang Mengadu

0
510
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 56
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 56
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 56

TarbiyatulAulad.com | CKSPA – Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 56

Kala Ada Yang Datang Mengadu

  • SOP Perdamaian Keluarga 

Makin banyak anak makin banyak yang bertengkar, benarkah? Tentu…… Terlebih saat usia mereka masih dini, saat dimana mereka belum mampu berfikir dengan penuh logika apalagi menimbang dengan penuh kebijaksaan. Tapi bukan berarti kita tidak bisa mengasah pola pikir mereka sejak dini. Bukan berarti kita tidak dapat mengasah kebijaksanaan mereka sejak dini. Kebijaksanaan seseorang itu tidak ditentukan oleh seberapa tinggi batang usia seorang manusia. Kebijaksaan sangat dipengaruhi oleh seberapa sering ia berlatih mengatasi permasalahan, mengambil pelajaran dan memperbaiki kesalahannya.

Memiliki banyak anak telah melatih kami untuk terus memperbaiki cara mengelola konflik diantara mereka. Bahkan dalam perjalanannya kini kami memiliki “SOP Perdamaian Keluarga”, sebuah pola komunikasi yang kami gunakan saat anak-anak bertengkar sementara kami tidak mengetahui duduk perkara yang sebenarnya kecuali karena ada diantara mereka yang mengadu.

Kala ada yang datang mengadu….

Sambil menangis, kesal atau bahkan marah Si A mengadu tentang perlakuan si B “ummi… B Bla…bla…bla”
Dengan tenang saya merespon “Bilang sama B dipanggil ummi”
Biasanya anak-anak patuh untuk langsung datang menghadap begitu dipanggil pertama kali, tapi ada kalanya syeitan menggoda mereka untuk sedikit menguji kesabaran saya, dan mereka pun enggan memenuhi panggilan tersebut.

“panggilan kepada B, diminta hadir menghadap ibu Kiki Barkiah” dengan tenang dan bernada kokoh kalimat itu yang biasa saya keluarkan untuk panggilan yang diabaikan. Jika B tidak juga kunjung datang manghadap, saya biasanya berkata”oke, let’s talk later, but you still have a problem!” Terkadang anak-anak memiliki penolakan untuk menyelesaikan masalah mereka saat itu juga. Oleh karena itu saya memberikan ruang dan waktu baginya untuk berfikir dan menenangkan diri.

” i am very busy right now, but i need to talk with you, let’s talk later, and you still have a problem” Kalimat ini yang biasanya saya sampaikan saat saya harus menunda diskusi penyelesaian masalah bila tengah berada dalam pekerjaan yang sulit ditinggalkan. Melatih mereka menyelesaikan konflik membutuhkan alokasi waktu tersendiri yang tidak bisa dilakukan sambil melakukan pekerjaan lain.

kalimat “ok! Let’s talk later, but you still have a problem” atau kalimat “your problem is not done yet!” biasanya saya sampaikan saat mereka belum mau bekerjasama menyelesaikan persoalan, anak-anak sangat mengerti bahwa saat itu mereka sedang berada dalam sebuah masalah yang berarti akan menunda mereka mendapatkan ijin-ijin tertentu. Misal, ketika tiba saat mereka mendapat hak untuk menonton atau bermain games, saya biasanya menyampaikan “ok! but you have to finish your problem with your brother/sister” sehingga biasanya saat mereka sudah tenang, meereka bersedia bekerjasama menjelaskan duduk persoalan diantara mereka dan menyelesaikannya.

Saat anak-anak siap bekerjasama untuk berdiskusi
Ummi: “do you have a problem with A?”
Lalu saya membiarkan B mengemukakan pendapatnya, biasanya disinilah mulai terjadi saling menyalahkan. Biasanya masing-masing memiliki pandangan sesuai dengan versimereka masing-masing.
Saat B menunjukkan kesalahan A, dengan tenang saya bertanya kepada A “is that right?” Biasanya A pun masih sibuk membela diri. Saat diskusi tidak mampu menemukan titik temu saya biasanya berkata “it’s ok if you are not ready to talk with me now. let’s talk later but your problem is not done yet!” biasanya anak-anak merasa keberatan jika saya menunda penyelesaian masalah karena menunda penyelesaian masalah berarti menunda turunnya hak-hak kesenanangan mereka. Dari situ mulailah satu persatu mereka berbicara lebih jujur terhadap permasalahan yang sebenernya.

“so in your opinion, what is your own mistake?” biasanya saya bertanya tentang kesalahan mereka masing-masing dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyebutkan kesalahan mereka. “So what you should do now?” biasanya mereka sendiri yang menjawab cara menyelesaikan masalahnya, misal dengan meminta maaf. “So what the lesson that you get from this case?” biasanya saya minta mereka sendiri yang mengurai hikmahnya, apa yamg seharusnya mereka lakukan saat menghadapi kasus yang sama. Setiap anak menjawab masing-masing setiap pertanyaan ini. Hanya mereka yang menjawab semua pertanyaan ini yang dinyatakan selesai keluar dari masalah. Lalu biasanya secara berurutan mereka meminta maaf sesuai urutan kejadian kesalahan. ” Ok guys your problem done!”

Kami sangat mengerti bahwa perkelahian diantara anak-anak usia kecil bukanlah menunjukan kenakalan mereka. Mereka hanya belum mampu mengurai dan menyelesaikan masalah secara bijaksana. Disinilah kesempatan besar bagi kami untuk mengajarkan kebijaksanaaan. Membiarkan mereka menilai kesalahan mereka sendiri serta solusi yang ingin mereka ambil. Tidak ada kamus yang besar harus mengalah kecuali dengan memberikan sebuah pertanyaan “Siapa yang mau memudahkan urusan kita kali ini?” “Siapa yang mau dapat pahala dari Allah dengan memudahkan urusan ini?” lalu biasanya diantara mereka ada yang berlomba-lomba untuk memudahkan urusan. Pelukan, ciuman, pujian kami berikan bagi siapa saja yang ingin mengalah dan memudahkan urusan, entah itu kakak atau adik, entah itu yang muda atau yang tua. Jika dalam sebuah kasus kami sangat berharap kakak lebih mengerti dan mau mengalah biasanya tanpa mengeluarkan perintah bahwa yang besar harus mengalah, saya menyampaikan “Ummi sangat berharap yang lebih besar lebih bisa mengerti, lebih bisa kerjasama. Siapa lagi yang bisa lebih ummi harapkan untuk kerjasama kalo gak sama yang lebih besar?” biasanya anak-anak yang usianya lebih besar akhirnya mau mengalah.

Begitulah kira-kira suasana persidangan di rumah kami yang terkadang bisa menghabiskan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk sebuah kesempatan menggali hikmah. Bahkan terkadang ditengah kesibukan, persidangan harus kami tunda di waktu malam menjelang tidur. Atau bahkan terpaksa harus memberhentikan mobil di pinggir jalan jika permasalahan betul-betul harus diselesaikan saat itu juga. Kami sadar bahwa kehidupan hanyalah rangkaian masalah dan penyelesaian masalah. Untuk itu kami ingin sekali mengasah kebijaksanaan mereka sejak usia dini, mulai dari perkelahian-perkelahian diantara mereka

Ditulis di San Jose California, Korea, dan Singapura, diselesaikan di Batujajar Jawa Barat
Dari seorang ibu yang terus belajar dan mengajarkan tentang kebijaksanaan mengelola masalah
Kiki Barkiah

Penulis: Kiki Barkiah

Baca juga CKSPA Episode 55 – Ketika Shiddiq Bertanya “How About Girls and Boys Sleep Over?”

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here