CKSPA Episode 53 – Dari Konsep Menikah Ala Shiddiq sampai Obrolan LGBT

0
547
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 53
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 53
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 53

TarbiyatulAulad.com | CKSPA – Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 53

Dari Konsep Menikah Ala Shiddiq sampai Obrolan LGBT

Entah bagaimana mereka mengawali candaan di dalam kamar, tiba-tiba saya yang tengah memasak mencuri-curi dengar. Saat itu Shiddiq sedang bercerita hayalan panjang lebar tentang kisah seseorang yang menikah kemudian istrinya meninggal kemudian menikah lagi kemudian meninggal lagi. Namun lucunya konseppernikahan ala Shiddiq dalam hayalannya itu menyebutkan beberapa benda seperti kucing, kambing, laptop, dll. Kakak- kakak tertawa terbahak-bahak, mereka berkomentar bahwa mana mungkin manusia bisa menikah dengan hewan atau barang karena menikah itu harus sesama satu spesies. Di sela-sela candaan itu saya mendengar Shiddiq berkata “and then he married with a boy, and the boy died too bla..bla..” Terdengar kakaknya berkomentar “How could men merried with men?”, sambil saling tertawa semuanya. Ah….. !!! Alhamdulillah ini kesempatan emas bagi saya membuka pembicaraan tentang wacana fenomena LGBT kepada anak-anak, pikir saya.

Di malam hari usai berbuka puasa saya pun membuka pembicaraan
“Btw ummi denger cerita idiq tadi siang soal menikah terus mati terus menikah lagi, kok menikahnya sama laptop, kucing, kambing sih?” Saudara-saudaranya pun kembali tertawa “Shiddiq menikah itu cuma bisa dengan spesies satu jenis, manusia dengan manusia, kucing dengan kucing, kodok denga kodok” kata saya sedikit mengajarkan materi sains. Lalu Shiddiq berkomentar “So Ocean can married with ocean!!” Semua keluargapun tertawa “no married is just for living thing, ocean is non living thing” kata Aa Ali.

Saya pun menyampaikan bahwa menikah itu hanya bisa dilakukan oleh makhluk dengan spesies yang sama tetapi antara laki-laki dan perempuan, jantan dan betina. Pernikahan antara sesama jenis tidak bisa dan tidak boleh dilakukan.

“eh tapi ada lho kaum yang suka menikah dengan sesama jenis, kaumnya nabi luth, siapa yang mau mendengar kisah nabi luth?” Ummi pun becerita singkat tentang kisah kaum nabi luth.

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”(TQS. Al-A’raf [7]: 80-81).

Shiddiq: “Why they want to do that ummi?”
Ummi: “Ya karena mereka lebih memilih untuk ngikutin ajakan syeitan”
Saya menjawab dengan sangat abstrak karena bingung. Alhamdulillah guru asisten saya ikut membantu menjelaskan.
Ali: “syeitan always wanted to invite us to do the opposite of what Allah said, for example when the prophet saw commanded us to eat with our right hand, syeitan eat with the left hand. When people called by their father’s name (example,Ali bin Abi Thalib), in the world of the jinn they called by their maother’s name. That’s why in the sihr they use the mother’s name”

Shiddiq pun mengangguk-angguk

Ummi:”nah Shiddiq, kaum seperti kaum nabi luth yang di azab oleh Allah ini, sampai sekarang pun masih ada. Bahkan di Amerika banyaaaaaaaak sekali.”
Shiddiq dan Shafiyah: “really???”
Bapak: ” iya diq, mungkin kamu nanti liat di jalan ada bapak-bapak berdua jalan sama anaknya”
Ummi: “mungkin juga nanti idiq nemuin temen idiq yang orang tuanya dua-dua ibunya atau dua-duanga bapaknya, mereka itu orang yang gak mau nurutin perintah Allah dalam Al-quran padahal hal itu dilarang”
Shafiyah:”but, how they could have children if they are the same?”
Ali:”They addopt the children! They can’t have their own children”
Ummi:”nah yang kayak begitu gak boleh dalam islam”
Pembicaraan dengan Shafiyah dan Shiddiq hanya difokuskan sampai mereka tahu keberadaan fenomena tersebut dan bahwa itu dilarang dalam islam. Sementara pembicaraan saya terhadap Ali masih berlanjut.

Ummi:” Aa sekarang orang-orang itu banyak ngajarin hal seperti itu sama anak-anak agar mereka merasa bahwa hal seperti itu menjadi biasa aja. Sekarang banyak lho komik-komik yang beredar di anak-anak Indonesia yang nyontohin kayak gitu.”
Ali:”really??”
Ummi:”makanya aa gak bisa sembarangan baca apa yang lagi temen-temen aa baca, begitu juga nanti kalo kita lagi pulang ke Indonesia. Aa harus tanya dulu sama ummi dan bapak, biar kita bisa pelajari reviewnya apakah buku itu baik atau nggak, bermanfaat atau nggak, kalo gak, ummi dan bapak akan carikan buku lain yang bermafaat dan aa juga suka. Aa juga perlu lebih hati-hati kalo bertemen walau sama sesama jenis karena kita kan gak tau apa mereka punya pemikiran seperti kaum luth atau tidak. Kita kan gak tau buku apa yang mereka baca, film apa yang mereka tonton. Pokoknya kalo aa merasa ada perlakuan temen laki-laki aa yang dirasa gak wajar, ya aa harus hati-hati. Jaga aurat dan pandangan kamu gak cuma ke temen perempuan, tapi juga ke temen laki-laki”

Pembicaraan pun masih berlanjut di keesokan harinya. Setelah selesai salat subuh di masjid, saat adik-adiknya kembali tidur setelah sahur, saya meminta Ali menonton bersama wawancara syeikh Yasir Qodhi dalam the deen show tentang islam dan homosexual. Intinya syeikh yasir qodhi menerangkan beberapa point berikut ini:
1. Setiap manusia itu punya hasrat, seperti halnya beliau dan lelaki pada umumnya yang sangat tertarik jika melihat wanita cantik, namun apakah itu berarti bahwa kita berhak untuk mengikuti keinginan kita? Misal kita melihat barang, kita ingin sekali mencurinya, apakah dorongan itu berarti membolehkan kita mengikuti hawa nafsu kita? Perumpamaan ini yang beliau utarakan bagi mereka yang merasa bahwa hasrat menyukai lawan jenis merupakan fitrah bawaan, buka berarti kita harus mengikuti dan menyalurkannya. Ada perintah Allah yang membatasinya sehingga manusia harus berupaya melawan hasrat tersebut.
2. Menyukai sesama jenis tidak berarti membatalkan keislaman, seperti halnya seorang muslim yang meminum Alkohol tidak membatalkan keislaman. Namun terhadap orang seperti ini harus kita pahamkan bahwa mereka melanggar syariat islam.

Dalam ceramahnya syeikh Yasir Qodhi juga mengisahkan tentang seorang jamaah muslim yang berkonsultasi dengan beliau. Jamaah tersebut memiliki kecenderungan terhadapsesama jenis melebihi kecenderungannya terhadap lawan jenis. Namun karena ia mengerti tentang larangan Allah, ia berusaha untuk melawan keinginan tersebut ke.udian ia menikah dengan perempyan, dan masih baik sampai sekarang

Setelah mendengar ceramah, saya membuka kembali pembicaraan bersama Ali.
Ummi: “gimana tanggapan aa tentang ceramah tadi? ”
Ali:”if everyone becomes a thief, does not mean we should be thieves also”
Ummi:”betul sekali Ali, dunia ini sudah mengerikan nak, kebenaran itu tidak lagi tergatung pada apa yang memang benar tertulis dalam al-quran atau sunnah. Jaman sekarang kalo semua orang mengangap itu benar, walaupun itu salah, orang akan menganggap yang salah itu menjadi benar. Dan menganggap orang-orang yang mempertahankan kebenaran sebagai orang yang aneh bahkan salah. Nah dulu dalam sejarahnya, di dunia kedokteran menyatakan bahwa perilaku homosexual ini merupakan suatu penyimpangan. Nah kemudian di era tahun 70an kalo gak salah, tiba-tiba hal ini tidak lagi terdapat dalam literatur kedokteran sebagai suatu penyakit, jadi hal ini dianggap wajar menjadi bagian dari jenis-jenis kepribadian manusia. Bahkan ianehnya jaman sekarang, bagi mereka yang menentang keberadaan homosexual justru dianggap aneh, dianggap tidak menghargai kesetaraan hak asasi manusia, dianggap mendiskriminasikan kelompok”

Pembicaraan dengan tema ini masih berlanjut pajang mendominasi suasana homeschooling bersama Ali hari itu. Ia menonton film harun yahya tentang becana kaum sodom, kemudian sesekali mendiskusikannya dengan saya. Seharian kami berdiskusi tentang bagaimana bergesernya nilai-nilai kebenaran yang dianut masyarakat khususnya remaja. Saya pun mengingatkan Ali untuk tetap percaya diri mempertahakan keyakinan yang ia anut meski ia akan sedikit merasa berbeda pada beberapa hal dengan teman-teman lainnya.

Di malam hari Ali menutup pembicaraan kami dengan sebuah pertayaan. “Ummi, Nouman Ali Khan said that nowadays people make opinions and then they look for Quran verses to support their thought. We should read and study the Qur’an and then we could have a view from Quran!”

Ya Allah, semoga lisan ini tidak salah dalam menyampaikan kepada mereka.

Saya lebih memilih untuk memulai pembicaraan ini lebih dulu kepada anak-anak sebelum pandangan lain memberikan pandangannya kepada anak-anak. Saya lebih memilih untuk mengenalkan fenomena yang ada di masyarakat di balik jendela kemurnian fitrah mereka yang kami jaga di dalam rumah, sebelum mereka terjun langsung merasakan realita. Saya harus memilih, walau mungkin tidak tepat waktu atau caranya, tapi paling tidak yang saya sampaikan pada mereka adalah sebuah kebenaran. Sementara diluar sana banyak orang yang dengan percaya diri menyampaikan pemikiran kosong dan tanpa dasar di dunia publik.

Ya Allah, saya memang bukanlah saintis yang mampu berdebat membicarakan tentang kromosom Xq28, berdebat tentang apakah homosexual natural atau nurture. Saya juga sedang tidak memiliki banyak energi menjadi aktivis ham yang mampu menarik urat berdebat panjang dengan mereka yang memperjuangakan kesetaraan. Saya hanyalah hamba Allah yang berusaha untuk taat terhadap perintah Allah. Saya hanyalah seorang ibu yang ingin menjaga fitrah anak-anaknya dan ingin mengajak para orang tua lainnya untuk berpegangan erat dengan pasangan kita dan memeluk erat anak-anak kita dalam emnjaga fitrah mereka ditengah jaman yang wong edan ini. Saya hanyalah seorang ibu yang berusaha mendidik anak perempuan untuk menjaga fitrahnya sebagai perempuan, dan mendidik anak laki-laki untuk menjaga fitrahnya sebagai laki-laki.

Ya Allah jagalah kami dan keturunan kami dari siksa api neraka. Ya Allah jagalah kami dan keturunan kami dari fitnah dunia dan fitnah dajjal di akhir zaman ini.

San Jose, California
Dari seorang hamba yang berharap penjagaan Rabbnya
Kiki Barkiah


Penulis: Kiki Barkiah

Baca juga CKSPA Episode 52 – Satpam Gadget yang Cerewet

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here