CKSPA Episode 28 – Romantisme Tanpa Kadaluarsa

0
393
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak 28
Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak 28

TarbiyatulAulad.com | CKSPA – Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak Episode 28

Romantisme Tanpa Kadaluarsa

Maaf postingan kali ini dikeluarkan atas request salah seorang pembaca, untuk disampaikan pada suaminya.

Ini perbincangan seorang kawan kepada suaminya

X: “mas, tuh liat tuh! si kiki aja sama adit, anaknya udah banyak masih romatis kayak penganten baru”
Y: “kamu lah….. yang mulai duluan”
Wkwkwkwkwkkwwkkwkwk

Saya lupa redaksi percisnya pembicaraan mereka berdua, tapi saat teman saya menceritakan kembali saya tertawa, malu, sekaligus heran. Saya tertawa karena suaminya menutupi perasaan malunya dengan meminta sang istri untuk memulai duluan. Saya juga malu karena tanpa disadari sang kawan memperhatikan bagaimana saya dan suami bersikap di depan umum yang terkadang secara natural terlihat hangat. Namun saya juga heran kalau ternyata banyak pasangan yang sudah tidak romantis lagi setelah usia pernikahan yang cukup lama.

Mengapa harus malu untuk bersikap hangat dengan pasangan yang telah Allah halalkan? Sementara diluar sana begitu banyak pasangan tanpa ikatan pernikahan tidak merasa malu mengekspresikan kasih sayang mereka. Mengapa romantisme hanya berlaku saat awal usia pernikahan? Sementara kehidupan dari masa ke masa semakin menantang, semakin dituntut merapatkan barisan untuk saling memperkuat dalam memberi dukungan. Mengapa romantisme harus kadaluarsa? Padahal romantisme mampu memberi suplemen semangat dalam jiwa yang memberi energi ketangguhan melewati hari-hari yang penuh aral melintang.

Apa yang menghalangi kita untuk mengekspresikan cinta? Cinta yang berpadu dalam sebuah janji suci yang diucap di hari istimewa, padahal terkadang hanya membutuhkan beberapa detik saja dalam mengekspresikannya. Namun yang sederhana dan singkat itu ternyata mampu mengurai kepenatan, melepas kelelahan, serta mengalirkan zat istimewa dalam tubuh yang bersifat anti depresan. Saat jiwa merasa bahagia, baik ayah maupun bunda, akan kembali siap menghadapi tantangan amanah yang diembannya.

Kehangatan hubungan antara ayah dan bunda, juga mampu memberi rasa aman dan perasaan bahagia dalam hati anak-anak. Karena jiwa orang tua yang sehat akan mampu membentuk lingkungan pengasuhan yang penuh cinta. Jauh sebelum kita menilai “masalah” dalam diri anak-anak kita, perlu kiranya kita meninjau diri kita dalam berhubungan dengan mereka. Sikap kita pada mereka berbanding lurus dengan kesehatan jiwa kita, dan kesehatan jiwa kita berbanding lurus dengan keharmonisan hubungan dengan pasangan kita. Ekspresi cinta antara ayah dan bunda juga sekaligus mengajarkan anak-anak tentang bagaimana mereka seharusnya menempatkan hasrat kemanusiaannya yang sesuai dengan tuntutan agama. Sekaligus mengajarkan mereka tentang bagaimana bersikap terhadap pasangan hidup mereka kelak.

Lucunya dalam keluarga kami, kalau balita kami sedang melihat ekspresi kehangatan yang wajar diantara ayah ibunya, mereka sibuk memisahkan kami karena merasa ayah atau ibunya direbut darinya. Lalu kami atau anak yang besar akan menjawab “gak papa… kan ummi dan bapak sudah menikah!”wkwkwkwkkwkwkwkwkw

Wahai para suami…. sesungguhnya anda hanya membutuhkan beberapa detik saja untuk bertanya kabar istri dan keluarga, serta beberapa menit untuk sejenak mendengar perasaannya. Sesungguhnya tidak ada biaya yang perlu anda keluarkan untuk memuji masakannya walau terkadang rasanya tak begitu istimewa. Sesungguhnya anda hanya membutuhkan satu dua kata panggilan sayang, seperti layaknya dahulu anda melepas masa lajang, sekedar untuk membuat mereka merasa riang. Sesungguhnya tidak banyak energi yang perlu anda keluarkan untuk sekedar mengungkapkan ekspresi kasih sayang yang sewajarnya kepada mereka yang telah Allah halalkan. Jika para suami merasa lelah mendengar keluh kesah, lalu kepada siapa lagi perasaan mereka harus dicurah? Jika fitnah dan godaan yang menguji keimanan begitu bertebar diluar sana, lalu kepada siapa lagi kita harus kembali pulang?

San Jose, California
Disamping anak bermain aku menulis, agar pasutri indonesia selalu bahagia dan romantis tanpa batas kadaluarsa
Kiki Barkiah


Penulis: Kiki Barkiah

Baca juga CKSPA Episode 27 – Kepada Siapa Pekerjaan Ini diberikan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here