CKSMA B-12 Kemana Pun Kelak Mengembara, Kita Pernah Punya Cerita Yang Sama

0
281
Pagi itu saya menelpon Ali, bahwa sepulang mengisi seminar di Bekasi saya akan menengoknya ke pesantren. Terharu rasanya sebagai ibu, karena ketika kami tiba, ternyata ia telah membeli beberapa permen lolipop susu dan beberapa jajanan pasar di warung pesantren untuk adik-adiknya. Spontan saja sang adik bahagia menerima tanda cinta berupa permen dari kakaknya. Anak-anak memang sangat dekat dengan saudaranya. Bahkan saat 2 minggu sebelumnya kami hanya dapat bertemu Ali dengan durasi singkat, Fatih (1.5y) menangis tantrum di dalam mobil dan berteriak “Aa……Aa……”
 
Siang itu, Ali bercerita tentang asiknya aktifitas di pesantren. Tentang jurit malam, menyembelih kambing, memanah, tifan, memancing atau berenang. Lama sekali ia bercerita pengalamannya bersama teman-teman di pesantren saat pergi berenang ke sebuah waterboom. Kini giliran adiknya yang bercerita. Bahwa 2 minggu yang lalu Shiddiq dan Shafiyah tasmih quran di depan panggung pada sebuah acara ulang tahun di sebuah waterboom, di daerah Majalaya.
 
Ali: “iiiiiiih kalian ke waterboom. Aaaaaaa…… aa gak ikut”
Kata Ali dengan kecewa, padahal sebelumnya sudah hampir satu jam kami menyimak cerita tentang waterboom yang dikunjunginya”
Shiddiq: “you go to the waterboom too. But your story is better than us”
Kata Shiddiq dengan ekspresi cemburu dengan cerita Ali.
 
Mendadak air mata saya ingin menetes. Ternyata, anak-anak bukan hanya membutuhkan pergi ke sebuah tempat yang menyenangkan. Namun mereka juga perlu memiliki cerita yang sama, bahagia yang sama, suka duka yang sama. Pembicaraan mereka membuat saya sangat bersyukur bahwa ternyata ikatan persaudaraan di antara mereka begitu dekat. Memang kelak setiap anak kan tumbuh dewasa. Kelak mereka kan memiliki jalan cerita yang berbeda. Namun mengumpulkan mereka dalam pengasuhan di masa kecil adalah modal dalam membangun ikatan cinta.
 
Kumpulkanlah mereka dalam pengasuhan yang sama, dalam pengasuhan yang menjaga fitrah jiwa. Sehingga kelak jika diantara mereka ada yang tengah berbuat kekhilafan, ikatan ini kan menarik mereka untuk berpegangan erat kembali untuk menapaki jalan kebenaran. Kumpulkan mereka dalam pengasuhan yang sama, dalam pengasuhan yang menanamkan ketauhidan kepada Allah SWT. Sehingga kelak jika diantara mereka ada yang tengah berbuat lalai dan menjauh dari Allah, ikatan ini kan menarik mereka untuk kembali berbaris dalam kumpulan orang-orang yang menghambakan diri kepada Allah semata. Kumpulkan mereka dalam pengasuhan yang sama, dalam pengasuhan yang menyemai benih-benih kebaikan. Sehingga kelak jika diantara mereka ada yang tengah enggan berbuat kebaikan, ikatan ini kan menjerat mereka agar menahan diri dari perbuatan maksiat dan kesia-siaan belaka. Kumpulkan mereka dalam pengasuhan yang sama. Dalam pengasuhan yang mengasah diri dan melatih kemandirian. Sehingga kelak jika diantara mereka ada yang tengah kesusahan dan menyusahkan, ikatan ini kan mendorong mereka untuk mendukung satu sama lain agar setiap mereka dapat hidup diatas kemandirian perjuangannya masing-masing. Kumpulkan mereka dalam pengasuhan yang sama. Dalam sebuah pengasuhan yang menanamkan mimpi-mimpi besar membangun peradaban manusia. Sehingga kelak jika diantara mereka ada yang tengah enggan menebar kebermanfaatan, ikatan ini kan merangkul kembali mereka untuk bersemangat mengoptimalkan potensi dalam menjalankan setiap peran kekhalifahan sesuai takdir hidup mereka. Kumpulkan mereka dalan pengasuhan yang sama. Dalam pengasuhan yang bernafaskan nilai-nilai islam. Sehingga kelak jika diantara mereka ada yang tengah menapaki jalan kefujuran, ikatan cinta ini kan menyelematkan mereka untuk kembali bersama-sama menapaki jalan ketakwaan.
 
Setiap anak memiliki cerita hidup yang berbeda, bahkan kelak sebagian dari mereka mungkin kan pergi mengembara. Kemanapun kelak mereka mengembara, mereka pernah punya cerita yang sama. Cerita apapun yang mereka ukir di masa dewasa, semoga kelak akhirnya berkumpul kembali di surga. Jangan pisahkan seorang anak dengan orang tuanya, tidak juga dengan saudara-saudaranya. Kecuali ketika bekal hidup telah terkumpul cukup untuk mengembara, biarlah mereka meraih jalan surganya. Biarlah semua bersemangat menapaki keunikan kisah hidupnya, namun tetaplah kita semua bercita-cita bahwa kelak kita semua harus kembali berkumpul di surga.
 
Batujajar JawaBarat
Dari serang ibu yang sedang mempersiapkan bekal kehidupan semua anak-anaknya, sebelum kelak mereka mengembara
Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here