Bisikan Mesramu Mencerahkan Hariku

0
212

Cahaya fajar melenyapkan kegelapan malam. Suara azan Bilal menghilangkan kesunyian Madinah. Saat itu Rasulullah tengah terlelap. Mengistirahatkan raga di waktu menjelang fajar setelah menjalankan Qiyamullail cukup lama.

Kala Bilal mengumandangkan adzan, Rasulullah bangun, dan hal pertama yang beliau lakukan adalah mengambil siwak dan bersiwak. Setelah itu membaca:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya jua kita semua dibangkitkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Setelah itu beliau bangun. Jika perlu mandi, beliau mandi. Jika perlu berwudhu maka beliau berwudhu.  Setelah itu beliau shalat sunnah dua rakaat  fajar.

Seusai shalat, jika istri beliau sudah bangun, beliau menuturkan kata-kata yang menyenangkan dan membahagiakan. Seperti apa kiranya seorang istri yang mencintai, yang memulai cahaya-cahaya hari dengan kata-kata cinta dari suaminya?

(Dikutip dari Al Yawm An Nabawy)

Lihatlah  bagaimana Rasulullah memulai harinya. Bisa jadi ini hanyalah sekitar 15 menit dari rutinitas beliau sejak bangun paginya. Betapa banyak hal kecil yang mungkin terlewat bagi kita. Atau bahkan bisa jadi sepele dan diacuhkan oleh kita, namun tak pernah ditinggalkan Rasulullah.

Siapakah di antara kita yang bangun tidurnya langsung bersiwak? Membersihkan gigi dan mulutnya sebelum berdoa kepada Rabb-nya?

Perhatikanlah, mengapa Rasulullah bersiwak dulu baru berdoa? Rasulullah berdoa setelah bersiwak karena ingin membuat Rabb-nya senang.

Dari Aisyah, Rasulullah bersabda,”Siwak itu membersihkan mulut dan membuat Rabb senang.” (HR. An Nasai).

Hadits ini menunjukkan penegasan bahwa bersiwak bukan hanya untuk gigi saja, namun dimaksudkan untuk kebersihan dan memberikan aroma wangi, bukan hanya menghilangkan kotoran saja. Maka keutamakan siwak ini bukan hanya memiliki manfaat religi namun juga duniawi.

Hal detail lainnya yang sering terlewat dicermati oleh kita adalah Rasulullah itu bangun lebih dahulu dari istrinya. Yang dilakukannya ketika melihat istrinya bangun adalah membisikkan kata-kata yang menyenangkan dan membahagiakan untuk didengarkan istrinya.

Bagi pasangan yang sudah lama menikah, yang sering terjadi adalah sang suami tidak lagi suka mengungkapkan kata-kata mesra yang membahagikan istri, karena menganggap toh sang istri pasti sudah tahu perasaannya. Kata-kata itu tidak lagi penting, demikian mungkin menurut logika suami.

Namun para suami, contohlah Rasulullah… Justru karena beliau adalah orang terbaik bagi keluarganya, maka beliau memahami benar betapa pentingnya ungkapan dan kata-kata membahagiakan itu untuk para istri. Maka tidak bosan beliau mengungkapkan rasa.

Aroma mulut yang wangi berpadu harmonis dengan kata-kata mesra penuh cinta… ah, indahnya….
Sungguh mood booster luar biasa untuk memulai hari yang padat bagi para istri.

Bila para suami masih berpikir bahwa kata-kata tidaklah penting, yang penting adalah perbuatan…
Bagaimana bila dua-duanya? Karena Rasul kita mencontohkannya…

Wahai para suami, sungguh, bisikan mesramu mencerahkan pagi istrimu…

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here