Bincang Ringan Soal Sebutan Israel

0
222

Inilah kisah tentang nabi yang agung, Rasulullah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Shalawat dan salam, senantiasa kirimkan kepadanya. Orang-orang kafir Quraisy bermaksud melaknatnya, sekaligus mengolok-olok. Mereka sebut nama Muhammad dengan Mudzammam. Lalu Apa kata Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam?
“ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد”
“Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan dan laknat orang Quraisy kepadaku, mereka mencela dan melaknat Mudzammam sedangkan aku Muhammad.” (HR. Ahmad & Bukhari).
Ada pelajaran besar di sini. Pertama, betapa Allah Ta’ala menjaga Rasulullah shallaLLahu ‘alaihi wa sallam sehingga sebutan yang dimaksudkan sebagai ejekan terhadap NabishallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru menjadikan kafir Quraisy tidak pernah dapat melaknat dengan tepat. Kedua, pergerseran nama menjadikan obyek beralih. Maka untuk memuliakan Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam sebagai pemilik nama Israel, kita geser sebutan untuk negara yang menamakan dirinya Israel dengan sebutan berbeda, semisal Isreal. Tetapi di luar itu, ada sebutan terkait ‘urf (kebiasaan) yang tak terelakkan.
Sebutan lebih tepat untuk para pembantai itu adalah Yahudi. Bukan Israel. Tetapi ketika Israel dijadikan sebagai nama resmi “negara”, akibatnya akan ada situasi yang tidak memungkinkan menggantinya dengan kata Yahudi. Dalam hal ini, kata Israel merujuk pada “negara”. Kita memang perlu berusaha menghindarkan kata Israel dari penisbahan sifat yang buruk. Tapi ketika menggantinya justru membuatnya keliru, maka sungguh ini bukanlah merendahkan Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam. Penambahan atribut dapat memperjelas perbedaannya, misal negara Israel.
Jadi bedakan antara Israel sebagai nama nabi yang kita berusaha untuk menghindarkan dari sebutan negatif, dengan ‘urf yang menunjuk “negara” (saya beri tanda petik karena sesungguhnya itu bukanlah negara Israel, itu adalah tanah dan negeri Palestina yang dirampok).
Sama halnya setiap kali nama nabi Muhammad disebut, maka ucapkanlah shalawat kepadanya, meskipun yang paling pendek: “Allahumma shalli ‘alaa Muhammad”. Tetapi jika kita kenalan dengan orang yang namanya Muhammad, tidak lantas kita mengucapkan kepadanya, “Shallu wa sallim ‘alaik.” Ini bukan berarti kita tidak menghormati nabi. Kita bahkan sangat mencintai. Tetapi karena nama tersebut SAAT ITU merujuk pada kenalan kita.
Yang lebih tepat bagi para pembantai itu sebenarnya adalah sebutan Zionis, sesuai gerakan mereka sendiri. Setiap Zionis pasti Yahudi harbi. Adapun Yahudi, ada yang harbi, ada pula yang dzimmi. Betapa pun Yahudi memang memiliki riwayat panjang pembangkangan terhadap Allah Ta’ala.
Wallahu a’lam bish-shawab.

—————-
Bincang Ringan Soal Sebutan Israel
Oleh: Ustadz Mohammad Fauzil Adhim

Sampaikanlah Ilmu Dariku Walau Satu Ayat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here